sunan muria
Publikasi agus pijat.
SUNAN MURIA
1. ASAL – USUL SUNAN MURIA
BeliauadalahputraSunanKalijagadenganDewiSaroh.Nama aslinya Raden Umar Said. Seperti ayahnya, dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus, ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya. Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria.
Tempat tinggal beliau di gunung Muria yang salah satu puncaknya bernama Colo.
Letaknya di sebelah utara kota Kudus. Menurut Solichim Salam, sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah satu-satunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan Islam.Danbeliau pula yangmenciptakantembangSinomdanKinanti .
2. SAKTI MANDRAGUNA
BahwaSunanMuriaituadalahWaliyangsakti ,kuatfisiknyadapatdibuktikandenganletakpadepokannya yangterletakdiatasgunung .Menurutpengalamanpenulisjarakantarakakiundag-undaganatautanggadaribawahbukitsampaikemakamSunanMuria (tidakkurangdari750 M).
Bayangkanlah,jikaSunanMuriadanistrinyaataudenganmuridnyasetiaphariharusnaik-turun ,turun-naikgunamenyebarkan agama Islamkepadapenduduksetempat ,atauberdakwahkepadaparanelayandanpelautsertaparapedagang .Halitutidakdapatdilakukannyatanpaadanyafisik yangkuat .SoalnyamenunggangkudatidakmungkindapatdilakukanuntukmencapaitempattinggalSunanMuria.Harus jalan kaki. Itu berarti Sunan Muria memiliki kesaktian tinggi, demikian pula murid-muridnya.
Bukti bahwa Sunan Muria adalah guru yang sakti mandraguna dapat ditemukan dalam kisah Perkawinan Sunan Muria dengan Dewi Roroyono. Dewi Roroyono adalah putri Sunan Ngerang, yaitu seorang ulama yang disegani masyarakat karena ketinggian ilmunya, tempat tinggalnya di Juana. Demikian saktinya Sunan Ngerang ini sehingga Sunan Muria dan Sunan Kudus sampai-sampai berguru kepada beliau.
Pada suatu hari Sunan Ngerang mengadakan syukuran atas usia Dewi Roroyono yang genap dua puluh tahun.Murid-muriddiundangsemua.Seperti :Sunan Muria,SunanKudus ,AdipatiPathakWarak ,Kapa danadiknyaGentiri .Tetanggadekatjugadiundang ,demikian pulasanakkadangyang darijauh .
SetelahtamuberkumpulDewiRoroyonodanadiknyayaituDewiRoroPujiwatikeluar
menghidangkan makanan dan minuman. Keduanya adalah dara-dara yang cantik rupawan.
Terutama Dewi Roroyono yang berusia dua puluh tahun, bagaikan bunga yang sedang mekarmekarnya.
Bagi Sunan Kudus dan Sunan Muria yang sudah berbekal ilmu agama dapat menahan
pandangan matanya sehingga tidak terseret oleh godaan setan. Tapi seorang murid Sunan
Ngerang yang lain yaitu Adipati Pathak Warak memandang Dewi Roroyono dengan mata
tidak berkedip melihat kecantikan gadis itu. Sewaktu menjadi cantrik atau murid Sunan
Ngerang, yaitu ketika Pathak Warak belum menjadi Adipati, Roroyono masih kecil, belum
nampak benar kecantikannya yang mempersona, sekarang, gadis itu benar-benar membuat
Adipati Pathak Warak tergila-gila. Sepasang matanya hampir melotot memandangi gadis itu
terus menerus.
Karena dibakar api asmara yang menggelora, Pathak Warak tidak tahan lagi. Dia
menggoda Roroyono dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Lebih-lebih setelah lelaki itu
bertindak kurang ajar. Tentu saja Roroyono merasa malu sekali, lebih-lebih ketika lelaki itu
berlaku kurang ajar dengan memegangi bagian-bagian tubuhnya yang tak pantas disentuh. Si
gadis naik pitam, nampan berisi minuman yang dibawanya sengaja ditumpahkan ke pakaian
sang Adipati.
Pathak Warak menyumpah-nyumpah, hatinya marah sekali diperlakukan seperti itu.
Apalagi dilihatnya para tamu menertawakan kekonyolannya itu, diapun semakin malu.
Hampir saja Roroyono ditamparnya kalau tidak ingat bahwa gadis itu adalah putri gurunya.
Roroyono masuk ke dalam kamarnya, gadis itu menangis sejadi-jadinya karena dipermalukan
oleh Pathak Warak. Malam hari tamu-tamu dari dekat sudah pulang ke tempatnya masingmasing.
Tamu dari jauh terpaksa menginap dirumah Sunan Ngerang, termasuk Pathak Warak
dan Sunan Muria. Namun hingga lewat tengah malam Pathak Warak belum dapat
memejamkan matanya.
Pathak Warak kemudian bangkit dari tidurnya mengendap-endap ke kamar Roroyono.
Gadis itu disiramnya sehingga tak sadarkan diri, kemudian melalui genteng Pathak Warak
melorot turun dan membawa lari gadis itu melalui jendela. Dewi Roroyono dibawa lari ke
Mandalika, wilayah Keling atau Kediri. Setelah Sunan Ngerang mengetahui bahwa putrinya
di culik oleh Pathak Warak, maka beliau berikrar siapa saja yang berhasil membawa putrinya
itu bila perempuan akan dijadikan saudara Dewi Roroyono. Tak ada yang menyatakan
kesanggupannya. Karena semua orang telah maklum akan kehebatan dan kekejaman Pathak
Warak. Hanya Sunan Muria yang bersedia memenuhi harapan Sunan Ngerang.
“Saya akan berusaha mengambil Diajeng Roroyono dari tangan Pathak Warak,” Kata
Sunan Muria.
Tetapi, ditengah perjalanan Sunan Muria bertemu dengan Kapa dan Gentiri, adik
seperguruan yang lebih dahulu pulang sebelum acara syukuran berakhir. Kedua orang itu
merasa heran melihat Sunan Muria berlari cepat menuju arah daerah Keling.
“Mengapa Kakang tampak tergesa-gesa ?” tanya Kapa. Sunan Muria lalu
menceritakan penculikan Dewi Roroyono yang dilakukan oleh Pathak Warak. Kapa dan
Gentiri sangat menghormati Sunan Muria sebagai saudara seperguruan yang lebih tua.
Keduanya lantas menyatakan diri untuk membantu Sunan Muria merebut kembali Dewi
Roroyono.
“Kakang sebaiknya pulang ke Padepokan Gunung Muria. Murid-murid Kakang
sangat membutuhkan bimbingan. Biarlah kami yang berusaha merebut di Ajeng Roroyono
kembali. Kalau berhasil Kakang tetap berhak mengawininya, kami hanya sekedar
membantu.” Demikian kata Kapa.
“Aku masih sanggup merebutnya sendiri,” Ujar Sunan Muria.
“Itu benar, tapi membimbing orang memperdalam agama Islam juga lebih penting,
percayalah pada kami. Kami pasti sanggup merebutnya kembali.” kata Kapa ngotot.
Sunan Muria akhirnya meluluskan permintaan adik seperguruannya itu. Rasanya tidak
enak menolak seseorang yang hendak berbuat baik. Lagi pula ia harus menengok para
santrinya di Padepokan Gunung Muria. Untuk merebut Dewi Roroyono dari tangan Pathak
Warak, Kapa dan Gentiri ternyata meminta bantuan seorang Wiku Lodhang di pulau Sprapat
yang dikenal sebagai tokoh sakti yang jarang tandingannya. Usaha mereka berhasil. Dewi
Roroyono dikembalikan ke Ngerang. Hari berikutnya Sunan Muria hendak ke Ngerang.
Ingin mengetahui perkembangan usaha Kapa dan Gentiri. Ditengah jalan beliau bertemu
dengan Adipati Pathak Warak.
“Hai Pathak Warak berhenti kau !”Bentak Sunan Muria.
Pathak Warak yang sedang naik kuda terpaksa berhenti karena Sunan Muria
menghadang di depannya.
“Minggir ! Jangan menghalangi jalanku !” Hardik Pathak Warak.
“Boleh, asal kau kembalikan Dewi Roroyono !”
“Goblok!RoroyonosudahdibawaKapa danGentiri !Kiniakuhendakmengejar
mereka!”UmpatPathakWarak .
“Untukapakaumengejarmereka?”
“Merebutnyakembali!”jawabPathakWarakdengansengit .
“Kalaubegitulangkahidulumayatku,Roroyonotelahdijodohkandenganku !”Ujar
SunanMuriasambilpasangkuda -kuda.
Tampabasa-basiPathakWarakmelompatdaripunggungkuda .Diamerangsakke
arahSunanMuriadenganjurus -juruscakarharimau.TapidiabukantandinganputraSunan
Kalijagayangmemilikisegudangkesaktian.Hanyadalambeberapakaligebrakan ,Pathak
Waraktelahjatuhataurobohditanahdalamkeadaan fatal.Seluruhkesaktiannyalenyap dan
iamenjadilumpuhtakmampuuntukbangkitberdiriapalagiberjalan.
SunanMuriakemudianmeneruskanperjalananke Juana,kedatangannyadisambut
gembira oleh Sunan Ngerang. Karena Kapa dan Gentiri telah bercerita secara jujur bahwa
mereka sendirilah yang memaksa mengambil alih tugas Sunan Muria mencari Roroyono,
maka Sunan Ngerang pada akhirnya menjodohkan Dewi Roroyono dengan Sunan Muria.
Upacara pernikahanpun segera dilaksanakan.
Kapa da Gentiri yang berjasa besar itu diberi hadiah Tanah di desa Buntar. Dengan
hadiah itu keduanya sudah menjadi orang kaya yang kehidupannya serba berkecukupan.
Sedang Sunan Muria segera memboyong istrinya ke Pedepokan Gunung Muria. Mereka
hidup bahagia, karena merupakan pasangan yang ideal.
Tidak demikian halnya dengan Kapa dan Gentiri. Sewaktu membawa Dewi Roroyono
dari Keling ke Ngerang agaknya mereka terlanjur terpesona oleh kecantikan wanita jelita itu.
Siang malam mereka tak dapat tidur.Wajahwanitaitusenantiasaterbayang.Namunkarena
wanitaitusudahdiperistrikakakseperguruannyamerekatakdapatberbuatapa-apalagi.
Hanyapenyesalanyangmenghujamdidada.Mengapadulumerekaburu -burumenawarkan
jasabaiknya .BetapaenaknyaSunan Muria,tanpabersusahpayahsekarangnenikmati
kebahagiaan bersama gadis yang mereka dambakan. Inilah hikmah ajaran agama agar lelaki
diharuskan menahan pandangan matanya dan menjaga kehormatan mereka. (kemaluan).
Andaikata Kapa dan Gentiri tidak menatap terus kearah wajah dan tubuh Dewi
Roroyono yang indah itu pasti mereka tidak akan terpesona, dan tidak terjerat oleh Iblis yang
memasang perangkap pada pandangan mata.
Kini Kapa dan Gentiiri benar-benar telah dirasuki Iblis. Mereka bertekad hendak
merebut Dewi Roroyono dari tangan Sunan Muria. Mereka telah sepakat untuk menjadikan
wanita itu sebagai istri bersama secara bergiliran. Sungguh keji rencana mereka. Gentiri
berangkat lebih dulu ke Gunung Muria. Namun ketika ia hendak melaksanakan niatnya
dipergokiolehmurid-muridSunanMuria,terjadilahpertempurandasyart .Apalagiketika
SunanMuriakeluarmenghadapiGentiri ,suasanamenjadisemakin panas,akhirnyaGentiri
tewasmenemuiajalnyadipuncakGunung Muria.
Kematian Gentiri cepat tersebar ke berbagai daerah. Tapi tidak membuat surut niat
Kapa. Kapa cukup cerdik. Dia datang ke Gunung Muria secara diam-diam di malam hari.
Tak seorangpun yang mengetahuinya. Kebetulan pada saat itu Sunan Muria dan beberapa
murid pilihannya sedang bepergian ke Demak Bintoro. Kapa menyirap murid-murid Sunan
Muria yang berilmu rendah .......... yang ditugaskan menjaga Dewi Roroyono. Kemudian
dengan mudahnya Kapa menculik dan membawa wanita impiannya itu ke Pulau Seprapat.
Pada saat yang sama, sepulangnya dari Demak Bintoro, Sunan Muria bermaksud
mengadakan kunjungan kepada Wiku Lodhang.DatukdiPulauSeprapat .Inibiasa
dilakukannyabersahabatdenganpemelukagamalainbukanlahsuatudosa.Terlebih sang
WikuitupernahmenolongnyamerebutDewiRoroyonodariPathakWarak .
SepertiajaranSunanKalijagayangmampuhidupberdampingandenganpemeluk
agama lain dalam suatu negeri. Lalu ditunjukkan akhlak Islam yang mulia dan agung.
Bukannya berdebat tentang perbedaan agama itu sendiri. Dengan menerapkan ajaran-ajaran
akhlak yang mulia itu nyatanya banyak pemeluk agama lain yang pada akirnya tertarik dan
masuk Islam secara suka rela.
Ternyata, kedatangan Kapa ke pulau Seprapat itu tidak di sambut baik oleh Wiku
Lodhang Datuk.
“Memalukan ! benar-benar nista perbuatanmu itu ! Cepat kembalikan istri kakang
seperguruanmu sendiri itu !” hardik Wiku Lodhang Datuk dengan marah.
“Bapa guru ini bagaimana, bukankah aku ini muridmu ? Mengapa tidak kau bela ?”
protes Kapa.
“Apa ? Membela perbuatan durjana ?” Bentak Wiku Lodhang Datuk.
“Sampai matipun aku takkan sudi membela kebejatan budi perkerti walau pelakunya
itumuridkusendiri!”
Perdebatanantaraguru danmuridituberlangsung lama.TanpamerekasadariSunan
Muriasudahsampaiditempatitu .Betapa terkejutnya Sunan Muria melihat istrinya sedang
tergolek ditanah dalam keadaan terikat kaki dan tangannya. Sementara Kapa dilihatnya
sedang adu mulut dengan gurunya yaitu Wiku Lodhang Datuk menjauh, melangkah menuju
Dewi Roroyono untuk membebaskan dari belenggu yang dilakukan Kapa. Bersamaan dengan
selesainya sang Wiku membuka tali yang mengikat tubuh Dewi Roroyono. Tiba-tiba
terdengar jeritan keras dari mulut Kapa.
Ternyata, serangan dengan mengerahkan aji kesaktian yang dilakukan Kapa berbalik
menghantam dirinya sendiri. Itulah ilmu yang dimiliki Sunan Muria. Mampu membalikkan
serangan lawan. Karena Kapa mempergunakan aji pemungkas yaitu puncak kesaktian yang dimilikinya maka ilmu akhirnya merengut nyawa nya sendiri.
“Maafkan saya Tuan Wiku ….. “ ujar Sunan Muria agak menyesal.
“Tidak mengapa, sudah sepantasnya dia menerima hukuman ini. Menyesal aku telah memberikan ilmu kepadanya. Ternyata ilmu itu digunakan untuk jalan kejahatan,” Guman sang Wiku.
Dengan langkah gontai sang Wiku mengangkat jenazah muridnya. Bagaimanapun Kapa adalah muridnya, pantaslah kalau dia menguburkannya secara layak. Pada akhirnya Dewi Roroyono dan Sunan Muria kembali ke padepokan dan hidup berbahagia.
SUNAN MURIA
1. ASAL – USUL SUNAN MURIA
BeliauadalahputraSunanKalijagadenganDewiSaroh.Nama aslinya Raden Umar Said. Seperti ayahnya, dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus, ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya. Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria.
Tempat tinggal beliau di gunung Muria yang salah satu puncaknya bernama Colo.
Letaknya di sebelah utara kota Kudus. Menurut Solichim Salam, sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah satu-satunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan Islam.Danbeliau pula yangmenciptakantembangSinomdanKinanti .
2. SAKTI MANDRAGUNA
BahwaSunanMuriaituadalahWaliyangsakti ,kuatfisiknyadapatdibuktikandenganletakpadepokannya yangterletakdiatasgunung .Menurutpengalamanpenulisjarakantarakakiundag-undaganatautanggadaribawahbukitsampaikemakamSunanMuria (tidakkurangdari750 M).
Bayangkanlah,jikaSunanMuriadanistrinyaataudenganmuridnyasetiaphariharusnaik-turun ,turun-naikgunamenyebarkan agama Islamkepadapenduduksetempat ,atauberdakwahkepadaparanelayandanpelautsertaparapedagang .Halitutidakdapatdilakukannyatanpaadanyafisik yangkuat .SoalnyamenunggangkudatidakmungkindapatdilakukanuntukmencapaitempattinggalSunanMuria.Harus jalan kaki. Itu berarti Sunan Muria memiliki kesaktian tinggi, demikian pula murid-muridnya.
Bukti bahwa Sunan Muria adalah guru yang sakti mandraguna dapat ditemukan dalam kisah Perkawinan Sunan Muria dengan Dewi Roroyono. Dewi Roroyono adalah putri Sunan Ngerang, yaitu seorang ulama yang disegani masyarakat karena ketinggian ilmunya, tempat tinggalnya di Juana. Demikian saktinya Sunan Ngerang ini sehingga Sunan Muria dan Sunan Kudus sampai-sampai berguru kepada beliau.
Pada suatu hari Sunan Ngerang mengadakan syukuran atas usia Dewi Roroyono yang genap dua puluh tahun.Murid-muriddiundangsemua.Seperti :Sunan Muria,SunanKudus ,AdipatiPathakWarak ,Kapa danadiknyaGentiri .Tetanggadekatjugadiundang ,demikian pulasanakkadangyang darijauh .
SetelahtamuberkumpulDewiRoroyonodanadiknyayaituDewiRoroPujiwatikeluar
menghidangkan makanan dan minuman. Keduanya adalah dara-dara yang cantik rupawan.
Terutama Dewi Roroyono yang berusia dua puluh tahun, bagaikan bunga yang sedang mekarmekarnya.
Bagi Sunan Kudus dan Sunan Muria yang sudah berbekal ilmu agama dapat menahan
pandangan matanya sehingga tidak terseret oleh godaan setan. Tapi seorang murid Sunan
Ngerang yang lain yaitu Adipati Pathak Warak memandang Dewi Roroyono dengan mata
tidak berkedip melihat kecantikan gadis itu. Sewaktu menjadi cantrik atau murid Sunan
Ngerang, yaitu ketika Pathak Warak belum menjadi Adipati, Roroyono masih kecil, belum
nampak benar kecantikannya yang mempersona, sekarang, gadis itu benar-benar membuat
Adipati Pathak Warak tergila-gila. Sepasang matanya hampir melotot memandangi gadis itu
terus menerus.
Karena dibakar api asmara yang menggelora, Pathak Warak tidak tahan lagi. Dia
menggoda Roroyono dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Lebih-lebih setelah lelaki itu
bertindak kurang ajar. Tentu saja Roroyono merasa malu sekali, lebih-lebih ketika lelaki itu
berlaku kurang ajar dengan memegangi bagian-bagian tubuhnya yang tak pantas disentuh. Si
gadis naik pitam, nampan berisi minuman yang dibawanya sengaja ditumpahkan ke pakaian
sang Adipati.
Pathak Warak menyumpah-nyumpah, hatinya marah sekali diperlakukan seperti itu.
Apalagi dilihatnya para tamu menertawakan kekonyolannya itu, diapun semakin malu.
Hampir saja Roroyono ditamparnya kalau tidak ingat bahwa gadis itu adalah putri gurunya.
Roroyono masuk ke dalam kamarnya, gadis itu menangis sejadi-jadinya karena dipermalukan
oleh Pathak Warak. Malam hari tamu-tamu dari dekat sudah pulang ke tempatnya masingmasing.
Tamu dari jauh terpaksa menginap dirumah Sunan Ngerang, termasuk Pathak Warak
dan Sunan Muria. Namun hingga lewat tengah malam Pathak Warak belum dapat
memejamkan matanya.
Pathak Warak kemudian bangkit dari tidurnya mengendap-endap ke kamar Roroyono.
Gadis itu disiramnya sehingga tak sadarkan diri, kemudian melalui genteng Pathak Warak
melorot turun dan membawa lari gadis itu melalui jendela. Dewi Roroyono dibawa lari ke
Mandalika, wilayah Keling atau Kediri. Setelah Sunan Ngerang mengetahui bahwa putrinya
di culik oleh Pathak Warak, maka beliau berikrar siapa saja yang berhasil membawa putrinya
itu bila perempuan akan dijadikan saudara Dewi Roroyono. Tak ada yang menyatakan
kesanggupannya. Karena semua orang telah maklum akan kehebatan dan kekejaman Pathak
Warak. Hanya Sunan Muria yang bersedia memenuhi harapan Sunan Ngerang.
“Saya akan berusaha mengambil Diajeng Roroyono dari tangan Pathak Warak,” Kata
Sunan Muria.
Tetapi, ditengah perjalanan Sunan Muria bertemu dengan Kapa dan Gentiri, adik
seperguruan yang lebih dahulu pulang sebelum acara syukuran berakhir. Kedua orang itu
merasa heran melihat Sunan Muria berlari cepat menuju arah daerah Keling.
“Mengapa Kakang tampak tergesa-gesa ?” tanya Kapa. Sunan Muria lalu
menceritakan penculikan Dewi Roroyono yang dilakukan oleh Pathak Warak. Kapa dan
Gentiri sangat menghormati Sunan Muria sebagai saudara seperguruan yang lebih tua.
Keduanya lantas menyatakan diri untuk membantu Sunan Muria merebut kembali Dewi
Roroyono.
“Kakang sebaiknya pulang ke Padepokan Gunung Muria. Murid-murid Kakang
sangat membutuhkan bimbingan. Biarlah kami yang berusaha merebut di Ajeng Roroyono
kembali. Kalau berhasil Kakang tetap berhak mengawininya, kami hanya sekedar
membantu.” Demikian kata Kapa.
“Aku masih sanggup merebutnya sendiri,” Ujar Sunan Muria.
“Itu benar, tapi membimbing orang memperdalam agama Islam juga lebih penting,
percayalah pada kami. Kami pasti sanggup merebutnya kembali.” kata Kapa ngotot.
Sunan Muria akhirnya meluluskan permintaan adik seperguruannya itu. Rasanya tidak
enak menolak seseorang yang hendak berbuat baik. Lagi pula ia harus menengok para
santrinya di Padepokan Gunung Muria. Untuk merebut Dewi Roroyono dari tangan Pathak
Warak, Kapa dan Gentiri ternyata meminta bantuan seorang Wiku Lodhang di pulau Sprapat
yang dikenal sebagai tokoh sakti yang jarang tandingannya. Usaha mereka berhasil. Dewi
Roroyono dikembalikan ke Ngerang. Hari berikutnya Sunan Muria hendak ke Ngerang.
Ingin mengetahui perkembangan usaha Kapa dan Gentiri. Ditengah jalan beliau bertemu
dengan Adipati Pathak Warak.
“Hai Pathak Warak berhenti kau !”Bentak Sunan Muria.
Pathak Warak yang sedang naik kuda terpaksa berhenti karena Sunan Muria
menghadang di depannya.
“Minggir ! Jangan menghalangi jalanku !” Hardik Pathak Warak.
“Boleh, asal kau kembalikan Dewi Roroyono !”
“Goblok!RoroyonosudahdibawaKapa danGentiri !Kiniakuhendakmengejar
mereka!”UmpatPathakWarak .
“Untukapakaumengejarmereka?”
“Merebutnyakembali!”jawabPathakWarakdengansengit .
“Kalaubegitulangkahidulumayatku,Roroyonotelahdijodohkandenganku !”Ujar
SunanMuriasambilpasangkuda -kuda.
Tampabasa-basiPathakWarakmelompatdaripunggungkuda .Diamerangsakke
arahSunanMuriadenganjurus -juruscakarharimau.TapidiabukantandinganputraSunan
Kalijagayangmemilikisegudangkesaktian.Hanyadalambeberapakaligebrakan ,Pathak
Waraktelahjatuhataurobohditanahdalamkeadaan fatal.Seluruhkesaktiannyalenyap dan
iamenjadilumpuhtakmampuuntukbangkitberdiriapalagiberjalan.
SunanMuriakemudianmeneruskanperjalananke Juana,kedatangannyadisambut
gembira oleh Sunan Ngerang. Karena Kapa dan Gentiri telah bercerita secara jujur bahwa
mereka sendirilah yang memaksa mengambil alih tugas Sunan Muria mencari Roroyono,
maka Sunan Ngerang pada akhirnya menjodohkan Dewi Roroyono dengan Sunan Muria.
Upacara pernikahanpun segera dilaksanakan.
Kapa da Gentiri yang berjasa besar itu diberi hadiah Tanah di desa Buntar. Dengan
hadiah itu keduanya sudah menjadi orang kaya yang kehidupannya serba berkecukupan.
Sedang Sunan Muria segera memboyong istrinya ke Pedepokan Gunung Muria. Mereka
hidup bahagia, karena merupakan pasangan yang ideal.
Tidak demikian halnya dengan Kapa dan Gentiri. Sewaktu membawa Dewi Roroyono
dari Keling ke Ngerang agaknya mereka terlanjur terpesona oleh kecantikan wanita jelita itu.
Siang malam mereka tak dapat tidur.Wajahwanitaitusenantiasaterbayang.Namunkarena
wanitaitusudahdiperistrikakakseperguruannyamerekatakdapatberbuatapa-apalagi.
Hanyapenyesalanyangmenghujamdidada.Mengapadulumerekaburu -burumenawarkan
jasabaiknya .BetapaenaknyaSunan Muria,tanpabersusahpayahsekarangnenikmati
kebahagiaan bersama gadis yang mereka dambakan. Inilah hikmah ajaran agama agar lelaki
diharuskan menahan pandangan matanya dan menjaga kehormatan mereka. (kemaluan).
Andaikata Kapa dan Gentiri tidak menatap terus kearah wajah dan tubuh Dewi
Roroyono yang indah itu pasti mereka tidak akan terpesona, dan tidak terjerat oleh Iblis yang
memasang perangkap pada pandangan mata.
Kini Kapa dan Gentiiri benar-benar telah dirasuki Iblis. Mereka bertekad hendak
merebut Dewi Roroyono dari tangan Sunan Muria. Mereka telah sepakat untuk menjadikan
wanita itu sebagai istri bersama secara bergiliran. Sungguh keji rencana mereka. Gentiri
berangkat lebih dulu ke Gunung Muria. Namun ketika ia hendak melaksanakan niatnya
dipergokiolehmurid-muridSunanMuria,terjadilahpertempurandasyart .Apalagiketika
SunanMuriakeluarmenghadapiGentiri ,suasanamenjadisemakin panas,akhirnyaGentiri
tewasmenemuiajalnyadipuncakGunung Muria.
Kematian Gentiri cepat tersebar ke berbagai daerah. Tapi tidak membuat surut niat
Kapa. Kapa cukup cerdik. Dia datang ke Gunung Muria secara diam-diam di malam hari.
Tak seorangpun yang mengetahuinya. Kebetulan pada saat itu Sunan Muria dan beberapa
murid pilihannya sedang bepergian ke Demak Bintoro. Kapa menyirap murid-murid Sunan
Muria yang berilmu rendah .......... yang ditugaskan menjaga Dewi Roroyono. Kemudian
dengan mudahnya Kapa menculik dan membawa wanita impiannya itu ke Pulau Seprapat.
Pada saat yang sama, sepulangnya dari Demak Bintoro, Sunan Muria bermaksud
mengadakan kunjungan kepada Wiku Lodhang.DatukdiPulauSeprapat .Inibiasa
dilakukannyabersahabatdenganpemelukagamalainbukanlahsuatudosa.Terlebih sang
WikuitupernahmenolongnyamerebutDewiRoroyonodariPathakWarak .
SepertiajaranSunanKalijagayangmampuhidupberdampingandenganpemeluk
agama lain dalam suatu negeri. Lalu ditunjukkan akhlak Islam yang mulia dan agung.
Bukannya berdebat tentang perbedaan agama itu sendiri. Dengan menerapkan ajaran-ajaran
akhlak yang mulia itu nyatanya banyak pemeluk agama lain yang pada akirnya tertarik dan
masuk Islam secara suka rela.
Ternyata, kedatangan Kapa ke pulau Seprapat itu tidak di sambut baik oleh Wiku
Lodhang Datuk.
“Memalukan ! benar-benar nista perbuatanmu itu ! Cepat kembalikan istri kakang
seperguruanmu sendiri itu !” hardik Wiku Lodhang Datuk dengan marah.
“Bapa guru ini bagaimana, bukankah aku ini muridmu ? Mengapa tidak kau bela ?”
protes Kapa.
“Apa ? Membela perbuatan durjana ?” Bentak Wiku Lodhang Datuk.
“Sampai matipun aku takkan sudi membela kebejatan budi perkerti walau pelakunya
itumuridkusendiri!”
Perdebatanantaraguru danmuridituberlangsung lama.TanpamerekasadariSunan
Muriasudahsampaiditempatitu .Betapa terkejutnya Sunan Muria melihat istrinya sedang
tergolek ditanah dalam keadaan terikat kaki dan tangannya. Sementara Kapa dilihatnya
sedang adu mulut dengan gurunya yaitu Wiku Lodhang Datuk menjauh, melangkah menuju
Dewi Roroyono untuk membebaskan dari belenggu yang dilakukan Kapa. Bersamaan dengan
selesainya sang Wiku membuka tali yang mengikat tubuh Dewi Roroyono. Tiba-tiba
terdengar jeritan keras dari mulut Kapa.
Ternyata, serangan dengan mengerahkan aji kesaktian yang dilakukan Kapa berbalik
menghantam dirinya sendiri. Itulah ilmu yang dimiliki Sunan Muria. Mampu membalikkan
serangan lawan. Karena Kapa mempergunakan aji pemungkas yaitu puncak kesaktian yang dimilikinya maka ilmu akhirnya merengut nyawa nya sendiri.
“Maafkan saya Tuan Wiku ….. “ ujar Sunan Muria agak menyesal.
“Tidak mengapa, sudah sepantasnya dia menerima hukuman ini. Menyesal aku telah memberikan ilmu kepadanya. Ternyata ilmu itu digunakan untuk jalan kejahatan,” Guman sang Wiku.
Dengan langkah gontai sang Wiku mengangkat jenazah muridnya. Bagaimanapun Kapa adalah muridnya, pantaslah kalau dia menguburkannya secara layak. Pada akhirnya Dewi Roroyono dan Sunan Muria kembali ke padepokan dan hidup berbahagia.