Merdeka! Merdeka! Merdeka!"
بسم الله الرحمن الرحيم
" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
*KEMERDEKAAN*
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“ _Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku._
_Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku._
_Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh_ ”
[Adz-Dzaariyaat: 56-58]
_Hari ini bangsa Indonesia kembali memperingati hari kemerdekaannya yang ke 73_
_Kesemarakan menyambut hari bersejarah itu sudah nampak dari jauh-jauh hari._
_Spanduk, lampu hias, bendera, sampai baliho-baliho besar bertuliskan ucapan “Dirgahayu Kemerdekaan” menghiasi jalan-jalan raya._
_Iklan-iklan ucapan selamat hari kemerdekaan dan acara spesial kemerdekaan dimedia massa pun bertebaran menambah gegap gempita menyambut hari bersejarah itu._
_Namun dibalik kesemarakan itu masih terselip pertanyaan dibenak kita;_
_*Benarkah kita sudah merdeka ?! ...*_
_*Apakah Indonesia benar-benar merdeka dari segala pengaruh bangsa asing ?! ...*_
_*Juga Merdeka dalam menentukan kebijakan-kebijakan di pemerintahan ?!*_
_Masih banyak Kita lihat disana-sini fenomena yang menunjukkan hal sebaliknya._
_Banyak sumber daya alam (SDA) Indonesia yang sangat melimpah dikelola pihak asing._
_Hasilnya dibawa ke negara lain,_
_Sedangkan Indonesia mendapatkan remah-remah sisa dan polusinya._
_*Dan itu diatas namakan investasi !!!*_
_Padahal Bukan !!_
_*Tapi ini bagian dari penjajahan jenis baru*_
_Tambang emas, kilang minyak, gas alam, semen, dan segala sumber daya alam yang melimpah diserahkan asing._
_*Penduduk Indonesia sendiri hanya bisa menonton sambil gigit jari.*_
_Meski Indonesia sudah merdeka secara fisik pada 17 Agustus 1945_
_Tetapi tidak merdeka secara substansial, hakikat yang sejati_
_*Indonesia masih dijajah dengan konsesi-konsesi politik, kapitalisme atas nama investasi bahkan sampai ke setting kurikulum pendidikan yang membodohkan seluruh pelajar Indonesia.*_
_*Mirisnya, KITA TIDAK BISA MEMBEDAKAN SIAPA YANG MENJAJAH !!*_
_*Karena baik secara Sadar maupun Tidak Sadar SEBAGIAN MANUSIA INDONESIA MENJAJAH SESAMA MANUSIA INDONESIA LAINNYA !!*_
_Dalam aspek ekonomi, sosial, politik, hukum, maupun budaya kita banyak mendapatkan kenyataan bahwa masyarakat kita masih jauh dari kemerdekaan._
_Begitu juga dengan perilaku individunya, banyak yang masih membebek kepada kehidupan yang tidak sesuai dengan akhlak Islam._
_Padahal The Founding Father kita mengakui dengan jujur dalam mukaddimah undang-undang dasar 1945, bahwa kemerdekaan ini diraih atas berkat rahmat Allah swt._
_Artinya dalam mengisi kemerdekaan ini hendaknya kita tidak boleh melupakan Tuhan yang telah memberi kita nikmat kemerdekaan ini_
_*Suatu Negara bisa dikatakan merdeka secara hakiki apabila kemerdekaan tersebut terjadi secara menyeluruh dalam semua pilar-pilarnya.*_
_Kemerdekaan tersebut *bukan hanya dalam konteks Negara* semata tetapi juga individu dan masyarakat yang menjadi pengisi sebuah Negara._
_Dalam konteks individu kemerdekaan berarti terbebasnya seseorang dari tekanan hawa nafsunya dalam melakukan segala aktifitasnya._
_*Individu yang merdeka ialah seorang yang ketika ia bersikap dan berperilaku akan selalu di dasarkan kepada pertimbangan rasional.*_
_Dan bagi *orang yang beriman* pertimbangan rasionalnya adalah etika ia *menyandarkan segala perbuatannya* kepada *aturan Allah swt.*_
_Imam Ali ra. mengibaratkan hal tersebut dalam satu ungkapan;_
” _Seorang budak beramal karena takut hukuman,_
_Pedagang beramal karena menginginkan keuntungan,_
_dan *orang MERDEKA beramal karena mengharap KERIDHAAN dari Allah swt*_ ”
_Maka jika ada seorang manusia dalam kehidupannya senantiasa dikendalikan hawa nafsu maka berarti dia belum menjadi orang merdeka yang sebenarnya._
_Meskipun ia bukan seorang budak dan hidup di sebuah masyarakat dan Negara merdeka._
_Karena ia terbelenggu oleh hawa nafsunya yang senantia memaksanya untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan akal sehatnya._
_Kehidupannya selalu terjajah oleh hawa nafsunya sendiri sehingga mengakibatkan terjerumusnya ia kejurang kebinasaan baik di dunia maupun di akhirat._
Allah swt. berfirman :
فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ
_Adapun orang yang melampaui batas_
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
_Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,_
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
_Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)_
(QS. An-Nazi’aat:37-39).
Dalam Tafsir Fathul Qadir Imam As-Syaukani mengatakan;
_orang yang melampaui batas adalah yang melampaui batas dalam kekufuran dan maksiat kepada Allah._
_Lebih mendahulukan dunia ketimbang akhirat._
Sedangkan Imam Al-Baidhawi menyatakan, maksud ayat di atas adalah;
_Adapun orang yang melampaui batas hingga dia kufur serta memilih kehidupan dunia dan tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat dan membersihkan diri dari hawa nafsu maka tempat kembalinya adalah neraka._
_Sedangkan dalam konteks masyarakat, *kemerdekaan* adalah ketika mereka *tidak* lagi menjadi *pengekor pola pikir, budaya dan bahkan agama para penjajah.*_
_*Masyarakat yang merdeka memiliki pola pikir, budaya dan agama yang khas yang membedakan mereka dari masyarakat lain*_
_Kita bisa menjadikan masyarakat Madinah sebagai contoh masyarakat yang merdeka secara hakiki._
_Setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, beliau mulai menata masyarakat di sana._
_Semula persatuan masyarakat dibangun di atas landasan kesukuan yang sangat rapuh dan sering memunculkan pertikaian di sana-sini,_
_Maka kemudian dirubah menjadi berlandaskan agama yang kokoh dan memunculkan ketentraman dan kedamaian._
_Budaya yang semula mengikuti budaya jahiliyah warisan nenek moyang yang dipenuhi takhayyul dan khurafat diganti menjadi budaya yang Islami yang rasional dan bernilai luhur._
_*Adakah masyarakat kita saat ini memiliki pola pikir dan budaya yang terlepas dari pola pikir dan budaya para penjajah ?! ...*_
_Jawabannya bisa kita dapatkan di sekeliling kita._
_Mulai dari cara berbusana, makan, bergaul, bertetangga dan lainnya masyarakat kita sangat jauh dari ciri khas masyarakat Islam._
_Walaupun busana yang dipakai oleh masyarkat kita hasil rancangan para desainer dalam negri, kain yang digunakannya adalah batik buatan dalam negri tetapi modenya jelas mengikuti tren mode dunia yang dikendalikan Negara-negara penjajah._
_Pergaulan yang membudaya di tengah masyarakat kita tidak bebas dari tren pergaulan dunia._
_Mulai dari anak remajanya sampai kepada orang dewasa._
_Semua merasa malu jika tidak mengikuti gaya hidup kaum penjajah yang dikemas dengan rapi dan menarik._
_Mereka tidak sadar bahwa mereka sedang berada di bawah kendali para penjajah._
_Akhlak mereka tengah dihancurkan secara sistematis._
_*Ternyata kita baru terlepas dari belenggu penjajahan secara fisik saja*._
_Sementara *pola kehidupan masyarakat kita tidak berbeda dengan kondisi saat dijajah.*_
_Maka tidak heran walapun negri ini sudah *73 tahun lepas dari cengkeraman penjajah* tetapi *tidak pernah mengalami kebangkitan, yang ada malah *kebangkrutan.*_
*Mengapa ini terjadi ?!*
_Karena *racun yang ditinggalkan oleh para penjajah terus kita minum setiap hari.*_
_Bahkan kita telah *ketagihan* meminum racun tersebut._
_Sehingga kalau habis maka kita pun merengek-rengek minta diracun lagi._
_Racun itu bernama *pemikiran dan budaya* para penjajah._
_Kebebasan berekspresi, pornografi dan pornoaksi, pergaulan bebas, sikap individualistik, hedonisme, dugem, dan sejenisnya adalah sederet pemikiran penjajah_
_*Yang masih membudaya dan bahkan seperti telah menjadi ciri khas masyarakat kita.*_
_Padahal masyarakat kita adalah masyarakat religius_
_Memiliki budaya yang luhur yang berlandaskan kepada agamanya yaitu Islam._
_Tetapi semua itu digerus oleh badai budaya asing penjajah sehingga kita tidak lagi memiliki identitas yang unik sebagai sebuah masyarakat yang berlandaskan agama._
_*Negara yang merdeka adalah yang terbebas dari penjajahan baik secara fisik, politik, ekonomi juga budaya.*_
_Negara tersebut bebas menerapkan aturannya dalam melindungi rakyatnya._
_Tidak lagi ada tekanan dari Negara yang pernah menjajahnya atau lainnya._
_Dan bagi umat Islam tentu saja Negara tersebut haruslah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah saw._
_Yaitu sebuah Negara yang menerapkan aturan Allah dalam berbagai kebijakannya._
_Karena umat Islam yakin *hanya dengan menjalankan aturan Allah* saja-lah mereka akan menjadi *umat yang maju* yang *tidak akan bisa dijajah* oleh Negara mana pun._
_Hal tersebut telah dibuktikan oleh kaum Muslimin dimasa lalu._
_Inilah kemajuan dan kebangkitan umat yang dijanjikan Allah di dalamAl-Qur’an :_
_… Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh_
_Bahwa Dia sungguh- sungguh *akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,*_
_Sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa_
_Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka,_
_Dan Dia benar-benar akan *menukar* (keadaan) mereka_
_Sesudah mereka dalam *ketakutan* menjadi *aman sentausa*_
_Nereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku_
_Dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu_
_Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik._
(QS. An-Nur:55)
_Ibnu Katsir mengatakan; ayat ini adalah janji dari Allah kepada Rasulullah saw._
_Bahwa Dia akan menjadikan umatnya sebagai penguasa di muka bumi._
_Yakni umat Islam akan menjadi pemimpin atas bangsa-bangsa lain._
_Saat itulah seluruh negri akan mendapatkan kesejahteraan dan semua manusia tunduk kepada mereka._
_Tidak ada lagi ketakutan seperti yang selama ini menerpa kaum Muslimin._
_Namun semua itu akan terjadi jika kaum Muslimin *benar-benar memegang teguh keimanannya* dan *mengamalkan agamanya* secara konsekuen dalam seluruh kehidupannya_
_*Itulah KEMERDEKAAN yang SESUNGGUHNYA ...*_
Wallahu a’lam bishshawab.
Http://aguspijad.blogspot.com