Kisah nabi muhammad bagian 14

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH*

Bagian 14

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

*Bertemu Kakek dan Ibunda*

_Tidak lama kemudian, datanglah seseorang bernama Waraqah bin Naufal dan seorang temannya dari Quraisy._

_Keduanya menyerahkan Muhammad kepada Abdul Muthalib,_

_"Ini anakmu, kami menemukannya di Mekah Atas."_

_Alangkah lega dan gembiranya Abdul Muthalib._

_" Cucuku ! " katanya sambil mendekap Muhammad._

_Abdul Muthalib memperhatikan cucunya dengan wajah berseri-seri,_

_" Apakah kamu mau kakek ajak menunggangi unta yang hebat ? "_

_" Mau. Tetapi, mana untanya kek ? "_

_Sambil tertawa, orang tua itu mengangkat Muhammad dan mendudukkannya di atas bahu._

_" Kau kini telah menduduki untanya, Nak ! Ha....ha....ha...."_

_" Wah, unta hebatnya kok sudah tua ya Kek ? "_

_" Biar tua, tapi ini unta yang hebat, cucuku !_

_Lihat unta ini mampu mengajakmu berthawaf mengelilingi Ka'bah."_

_Abdul Muthalib membawa Muhammad berthawaf di Kabah._

_Setelah itu ia memintakan perlindungan Tuhan untuk cucunya itu dan mendoakannya._

_"Mari kita menemui ibumu sekarang," ajak Abdul Muthalib._

_Alangkah senangnya anak dan ibu itu ketika mereka saling bertemu._

_Walaupun demikian, tersisip kesedihan di hati Muhammad ketika ia melepas Halimah As Sa'diyah, ibu susu yang selama ini telah merawatnya dengan limpahan kasih yang demikian besar._

_" Selamat tinggal Muhammad._

_Jadilah orang besar seperti yang pernah dikatakan ibumu," kata Halimah sambil beranjak pergi._

_Sampai dewasa, Muhammad tidak pernah memutuskan tali silaturahim dengan ibu susunya itu._

*Gembala Kambing*

_Mulai dari hidupnya di Bani Sa'ad sampai masa kecilnya di Mekah, hidup Nabi Muhammad dilalui sebagai seorang gembala._

*Waraqah bin Naufal*

_Waraqah bin Naufal adalah paman Khodijah  (kelak menjadi istri Muhammad)._

_Waraqah bin Naufal tidak menyukai berhala._

_Ia tetap mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, menjadi hamba Allah yang setia._

_Ia tidak meminum minuman keras dan tidak berjudi._

_Ia bermurah hati terhadap orang orang miskin yang membutuhkan pertolongannya_

*Di Bawah Asuhan Kakek*

_Sejak itu, Abdul Muthalib bertindak sebagai pengasuh cucunya._

_Ia mengasuh Muhammad dengan sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih sayangnya._

_Abdul Muthalib adalah pemimpin seluruh Quraisy dan seluruh Mekah._

_Untuk dia, diletakkan hamparan khusus tempatnya duduk di bawah naungan Ka'bah._

_Anak-anak beliau, paman-paman Muhammad, tidak ada yang berani duduk di tempat itu._

_Mereka duduk di sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada ayah mereka._

_Suatu saat, Muhammad kecil yang montok itu duduk di atas hamparan tersebut._

_Serentak paman-paman beliau langsung memegang dan menahan Muhammad agar tidak duduk di atas hamparan._

_Namun, ketika Abdul Muthalib datang dan melihat kejadian tersebut, berkata :_

_" Biarkan anakku itu," katanya,_

_" Demi Allah, sesungguhnya dia akan memiliki kedudukan yang agung."_

_Kemudian, Abdul Muthalib duduk di atas hamparan tersebut sambil memangku Muhammad._

_Dielus-elusnya punggung Muhammad penuh sayang._

_Abdul Muthalib bergembira dengan apa yang dilakukan cucunya itu._

_Lebih-lebih lagi, kecintaan kakek kepada cucunya itu timbul ketika Aminah kemudian berniat membawa Muhammad ke Yatsrib untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara ibunya dari keluarga Najjar._

_Perjalanan ini juga bertujuan menengok makam Abdullah, ayah Muhammad._

_Sudah lama Aminah memendam keinginan untuk menengok makam suami tercintanya itu._

_Kini, ia akan berangkat dengan ditemani putranya seorang._

*Aminah Wafat*

_Dalam perjalanan itu, Aminah membawa Ummu Aiman, budak perempuan peninggalan Abdullah._

_Sesampainya di Yatsrib, mereka disambut oleh saudara-saudara Aminah._

_Kepada Muhammad diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal dulu serta tempat ia dikuburkan._

_Itu adalah saat pertama Muhammad benar-benar merasa dirinya sebagai anak yatim._

_Apalagi ia mendengar ibunya bercerita panjang lebar tentang sang ayah tercinta yang setelah beberapa waktu tinggal bersama-sama, kemudian meninggal dunia._

_(Di kemudian hari, setelah hijrah, pernah juga Rasulullah SAW menceritakan kepada sahabat-sahabatnya tentang kisah perjalanan masa kecil beliau ke Yatsrib yang saat itu telah berubah nama menjadi Madinah._

_Beliau amat terkenang dengan perjalanan bersama ibunya itu, kisah perjalanan penuh cinta pada Madinah, kisah penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya.)_

_Sesudah cukup sebulan tinggal di Madinah, mereka pun bersiap pulang._

_Mereka berjalan dengan menggunakan dua ekor unta yang mereka bawa dari Mekah._

_Akan tetapi, di tengah perjalanan, di sebuah tempat bernama Abwa*), Aminah menderita sakit hingga kemudian meninggal di tempat itu._

_" Ibu ! Ibu ! " panggil Muhammad kepada ibunya yang sudah wafat._

_Dalam pelukan Ummu Aiman, dengan air mata meleleh, Muhammad menyaksikan tubuh ibunya dikuburkan di tempat itu._

_Pada usia enam tahun._

_Muhammad SAW telah menjadi seorang anak yatim piatu._

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

*) *Abwa*

_Abwa adalah sebuah dusun yang terletak di antara Madinah dengan Juhfa. Jaraknya 37 km dari Madinah_

_Bersambung_

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Impoten tips sehat