Kisah nabi muhammad bagian 19
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 19
*HILFUL FUDHUL*
_Selain mengikuti peperangan, Muhammad yang masih remaja juga mengikuti sebuah perjanjian yang amat baik._
_Perjanjian itu kelak dikenal dengan nama Hilful Fudhul._
_Perjanjian ini bertujuan untuk melindungi hak-hak para pedagang asing yang sering kali terdzalimi._
_Pencetus perjanjian ini adalah protes seorang pedagang asing dari Yaman._
_Saat itu, Ash bin Wa'il, seorang saudagar Mekah, tidak mau membayar utang kepada si pedagang._
_Pedagang itu lalu menggubah syair dan membacakannya di depan umum._
_Syair ini amat menggugah perasaan para pemuka Quraisy._
_Mereka khawatir apabila dibiarkan terus, para pedagang Asing tidak mau lagi memasuki Mekah._
_Apalagi Perang Fijar mengakibatkan mulai terjadinya perpecahan di pihak Quraisy._
_Sepeninggal Abdul Munthalib, orang-orang Quraisy dari keluarga yang lain sudah mulai berani mencoba menentang kekuasaan pemerintahan Quraisy._
_Maka dari itu, atas usulan Zubair bin Abdul Munthalib, seorang paman Muhammad, orang-orang Quraisy dari keluarga Hasyim, Zuhra, Taim berkumpul._
_Mereka bersepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas bahwa Tuhan akan berada di pihak yang terdzalimi, sampai orang itu tertolong._
_Pertemuan ini sendiri berlangsung di rumah Abdullah bin Jud'an At Taimi yang megah._
_Perjanjian Hilful Fudhul ini menjamin perlindungan terhadap hak-hak orang lemah._
_Muhammad ikut menyaksikan perjanjian dan amat menyukainya._
_Di kemudian hari, setelah diutus menjadi seorang Rosullullah, Muhammad bersabda:_
" _Aku tidak suka mengganti perjanjian yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik._
_Kalau sekarang aku diajak, pasti akan kutolak_"
*Besarnya Diyat*
_Diyat adalah pembayaran ganti rugi.
Untuk kematian/wajah cacat total ganti ruginya sebanyak 100 ekor unta._
_Satu kaki/tangan/mata jadi buta diganti dg 50 ekor unta._
_Jika wajah cacat total, nilai gantinya 100 unta._
_Luka sampai menembus otak, 33 ekor unta._
_Cacat kelopak mata, 25 ekor unta._
_Satu jari hilang/tulang retak, 15 ekor unta._
_Luka sampai tulang kelihatan, 10 ekor unta._
_Satu gigi copot, 5 ekor unta._
_Demikian seterusnya dalam ketetapan yang rinci._
*MENGGEMBALAKAN KAMBING*
_Muhammad melewati masa remajanya dengan menggembalakan kambing._
_Beliau pernah berkata kepada para sahabatnya,_
_" Musa diutus, dia menggembala kambing. Daud diutus, dia menggembala kambing. Aku diutus juga menggembala kambing keluargaku di Ajyad."_
_Sambil menggembala, pikiran Muhammad menerawang,_
_"Siapa yang menciptakan bintang-bintang yang begitu kemilau ?_
_Siapa yang membuat udara untuk kuhirup ?_
_Siapa yang membuat jantungku berdetak ?_
_Siapa yang membuat matahari mengejar bulan dan bulan mengejar matahari ?"_
_Ribuan pertanyaan seperti itu membuat Muhammad selalu sibuk berpikir._
_Hal itu membuat akhlak beliau terjaga demikian baik dari perbuatan buruk yang sering terjadi di Mekah._
_Pada saat itu, orang menyembah patung di mana-mana_
_Laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sering pergi berduaan_
_Orang-orang melakukan thawaf tanpa busana_
_Pesta mabuk-mabukan setiap malam, dan masih banyak keburukan lain._
_Meski demikian, pernah juga Muhammad ingin pergi ke kota untuk melihat sebuah pesta pernikahan._
_"Tolong jaga kambing-kambingku," pinta Muhammad kepada seorang teman gembalanya._
_"Baiklah, memang sudah giliranmu yang pergi bersenang-senang," kata teman Muhammad._
_"Selama ini, kamu selalu ada di padang gembala seperti seorang pertapa."_
_Muhammad pun pergi memasuki Mekah._
_Di ujung kota, ia melihat ada sebuah pesta pernikahan yang dipenuhi berbagai hiburan dan musik._
_Namun, belum sempat Muhammad tiba dirumah itu, tubuhnya tiba tiba disergap keletihan._
_Muhammad duduk bersandar di dinding dan tertidur lelap sampai pagi._
_Ia tidak sempat melihat tontonan di pesta sedikit pun._
_Esok harinya, Muhammad datang lagi ke Mekah dengan maksud yang sama._
_Kali ini, sebelum ia tiba di tempat pesta, telinganya mendengar musik indah yang turun dari langit, musik yang jauh lebih indah daripada semua musik di dunia ini._
_Musik itu membuai Muhammad dan ia pun kembali tertidur._
_Sejak itu, Muhammad tidak lagi berminat untuk melihat pertunjukan musik di pesta._
_Agar terhindar dari kenakalan yang sering dibuat para pemuda seusianya._
_Akhlak Muhammad yang demikian baik selagi muda membuatnya disayang dan dipercaya semua orang hingga ia pun dijuluki *Al Amin*, artinya "Yang Dipercaya"._
_Bersambung_
_*Wallahua'lam*_