Kisah nabi muhammad bagian 22

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 22

*Perasaan Khadijah*

_Setelah beberapa bulan, kafilah Mekah pun datang kembali._

_Di tempat perhentian Marr Al Zahran, sehari perjalanan dari Mekah, para agen biasanya mendahului datang ke Mekah untuk memberi laporan perdagangan._

_Muhammad pun demikian._

_Ia lebih dulu tiba di Mekah._

_Namun, sebelum bertemu Khadijah, ia berthåwaf dulu tujuh keliling mengelilingi Ka'bah._

_Dari atas balkonnya yang megah, Khadijah bergegas datang menyambut dan Muhammad pun melaporkan hasil penjualan, barang yang dibeli, serta berbagai pengalaman kecil dalam perjalanan._

_Saat itu, Khadijah sudah sangat terkesan dengan hasil yang diperoleh Muhammad, tetapi itu belum seberapa._

_Setelah Muhammad pulang, Maisaråh menceritakan sendiri kesan-kesannya terhadap Muhammad._

_"Sungguh, belum pernah aku melihat pemuda yang demikian sempurna memandang masa depan._

_Keputusan-keputusannya selalu tepat dan perkiraannya tidak pernah salah._

_Ia juga sangat jujur dan sopan," demikian sebagian kisah Maisaråh._

_Khadijah betul-betul sangat terkesan dengan agen barunya itu._

_Waraqah bin Naufal pun datang dan mendengar sendiri kisah Maisarah tentang Muhammad._

_Ada hal yang aneh pada diri Maisarah._

_Biasanya, ia sangat menekankan laporannya pada masalah-masalah bisnis._

_Akan tetapi, kini persoalan dagang seolah-olah menjadi hal kecil._

_Yang dibicarakan Maisarah kali ini hanya tentang Muhammad, Muhammad, dan Muhammad._

_Padahal, keuntungan yang mereka dapat kali ini benar-benar luar biasa._

_Jika dikatakan bahwa Khadijah memiliki "Sentuhan Emas", tepatlah apabila Muhammad disebut memiliki "Sentuhan penuh berkah"._

_Ketika Waraqah telah mendengar semua itu, ia tenggelam dalam pemikiran yang sungguh-sungguh._

_Setelah cukup lama berdiam diri, ia berkata kepada Khadijah,_

_"Mendengar darimu dan dari Maisarah mengenai Muhammad dan juga dari apa yang kulihat sendiri, aku berpendapat bahwa ia memiliki semua sifat dan kemampuan sebagai seorang utusan Allah._

_Mungkin dialah yang ditakdirkan untuk menjadi salah seorang di antara para rasul pada masa yang akan datang."_

*Pernikahan Agung*

_Khadijah memiliki teman seorang wanita bangsawan bernama Nafisah binti Munyah._

_Nafisah tahu setelah suami kedua Khadijah meninggal, banyak bangsawan Quraisy yang melamarnya, namun Khadijah menolak._

_Nafisah tahu bahwa Khadijah takut semua lamaran itu hanya bertujuan mengincar hartanya._

_Lebih dari itu, Nafisah juga tahu bahwa yang diinginkan Khadijah adalah seorang laki-laki berakhlak agung._

_Nafisah juga tahu bahwa ada satu laki-laki yang seperti itu di Mekah, ia adalah Muhammad._

_Karena itulah, begitu Khadijah membuka diri kepadanya tentang Muhammad, Nafisah tidak terkejut lagi. Khadijah meminta Nafisah mencari jalan untuk mengetahui bagaimana pandangan Muhammad tentang dirinya._

_Maka, ketika Muhammad dalam perjalanan pulang dari Ka'bah, Nafisah menghentikannya._

_Nafisah pun bertanya,_

_"Wahai Muhammad, Anda telah menjadi seorang pemuda._

_Banyak lelaki yang lebih muda dari Anda telah menikah dan beberapa di antaranya bahkan telah mempunyai anak._

_Mengapa Anda tidak menikah?"_

_"Aku belum mampu menikah, ya Nafisah. Aku belum mempunyai kekayaan yang cukup untuk menikah."_

_"Apa jawaban Anda jika ada seorang wanita yang cantik, kaya, dan terhormat mau menikah dengan Anda walaupun Anda belum mampu?"_

_Muhammad balik bertanya dengan sedikit terperangah,_

_"Siapakah wanita itu?"_

_Nafisah tersenyum, "Wanita itu adalah Khadijah putri Khuwailid."_

_Alis Muhammad tambah terangkat,_

_" Khadijah ?_

_Bagaimana mungkin Khadijah mau menikah denganku ?_

_Bukankah Anda tahu bahwa banyak bangsawan kaya raya dan kepala-kepala suku di Arab ini yang telah melamarnya dan ia telah menolak mereka semua ?"_

_"Jika Anda mau menikahinya, katakan saja dan serahkan semuanya kepadaku. Aku akan mengurus semuanya."_

_Ketika itu Abu Thalib menyetujuinya, Muhammad pun mengiyakan Nafisah._

_Maka, pernikahan pun dilangsungkan._

_Sebagai pengantin, Muhammad datang didampingi paman-pamannya yang ikut berbahagia._

*Perawakan Muhammad*

_Jarang ada pernikahan dilangsungkan demikian agung._

_Dalam acara itu, semua pemimpin Quraisy dan pembesar Mekah diundang._

_Mempelai laki-laki menunggang kuda yang gagah diiringi para pemuda Bani Hasyim yang menghunus pedang._

_Sementara itu, kaum wanita Bani Hasyim berjalan lebih dulu dan telah diterima di rumah mempelai wanita._

_Rumah Khadijah yang megah saat itu telah diterangi cahaya lilin dalam lampion-lampion yang digantung dengan rantai-rantai emas._

_Setiap lampion terdiri atas 7 batang lilin._

_Semua pembantu Khadijah diberi seragam khusus untuk menyambut para tamu yang datang menjelang sore hari._

_Kamar pengantin benar-benar istimewa._

_Kain sutera dan brokat digantung begitu serasi._

_Lantainya tertutup karpet putih dan diharumi dupa dari guci perak._

_Khadijah sendiri begitu anggun hingga tampak bercahaya seperti matahari terbit._

_Ia mengenakan pakaian pengantin yang sangat indah dan jarang ada duanya saat itu._

_Abu Thalib adalah wakil mempelai laki-laki dalam memberi sambutan, sedangkan Waraqah bin Naufal adalah wakil pengantin wanita._

_Tidak ada laki-laki segagah Muhammad._

_Paras wajahnya tampan dan indah._

_Perawakannya sedang, tidak terlampau tinggi, juga tidak pendek._

_Rambutnya hitam sekali dan bergelombang._

_Dahinya lebar dan rata di atas sepasang alis yang lengkung, lebat dan bertaut._

_Sepasang matanya lebar dan hitam, di tepi putih matanya agak kemerahan, tampak lebih menarik dan kuat._

_Pandangannya tajam dengan bulu mata yang hitam pekat._

_Hidungnya halus dengan barisan gigi yang bercelah-celah._

_Cambangnya lebar, berleher jenjang, dan indah._

_Dadanya lebar dengan kedua bahu yang bidang._

_Warna kulitnya terang dan jernih dengan kedua telapak tangan dan kaki yang tebal._

_Jika berjalan, badannya agak condong ke depan, melangkah cepat-cepat, dan pasti._

_Air mukanya membayangkan renungan dan penuh pikiran, pandangan matanya menunjukkan kewibawaan, membuat orang patuh kepadanya._

_Bersambung_

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus