Kisah nabi muhammad bagian 23

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 23

*Sifat Muhammad*

_Muhammad telah mendapat karunia Allah dengan pernikahan ini._

_Dari seorang pemuda tidak kaya, Allah telah mengangkatnya menjadi laki-laki berkedudukan tinggi dengan harta yang mencukupi._

_Seluruh penduduk Mekah memandang pernikahan ini dengan gembira dan penuh rasa hormat._

_Semua undangan yang hadir berharap bahwa dari pasangan yang sangat ideal ini kelak lahir keturunan yang akan mengharumkan nama Quraisy._

_Para sesepuh dari kedua keluarga tahu bahwa Khadijah akan mendukung suaminya dengan kasih sayang dan harta berlimpah._

_Sebaliknya, mereka juga berharap bahwa Muhammad yang bijak dan cerdas akan membimbing istrinya menuju kebahagiaan hidup._

_Kehidupan berlanjut dan keikutsertaan suami istri itu dalam pergaulan yang baik dengan masyarakat membuat orang semakin menghormati mereka._

_Walau telah mendapat kehormatan demikian itu, Muhammad tetaplah seorang yang rendah hati._

_Itu adalah sifatnya yang menonjol._

_Jika ada yang mengajaknya berbicara, tidak peduli siapa pun itu, ia akan mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menoleh kepada orang lain._

_Tidak saja mendengarkan dengan hati-hati, Muhammad bahkan memutar badannya untuk menghadap orang yang mengajaknya berbicara._

_Semua orang tahu bahwa bicara Muhammad sedikit._

_Ia justru lebih banyak mendengarkan pembicaraan orang lain._

_Selain bicara, Muhammad bukanlah orang yang tidak bisa diajak bergurau._

_Ia sering juga membuat humor dan mengajak orang lain tertawa, tetapi apa yang ia katakan dalam bergurau sekali pun adalah sesuatu yang benar._

_Orang menyukai Muhammad yang apabila tertawa, tidak pernah sampai terlihat gerahamnya._

_Apabila marah, tidak pernah sampai tampak kemarahannya._

_Orang tahu ia marah hanya dari keringat yang tiba-tiba muncul di keningnya._

_Muhammad selalu menahan marah dan tidak menampakkannya keluar._

_Orang-orang menyayangi Muhammad karena ia lapang dada, berkemauan baik, dan menghargai orang lain._

_Ia bijaksana, murah hati, dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja._

_Namun, dibalik semua kelembutan itu, ia mempunyai tujuan yang pasti, berkemauan keras, tegas, dan tidak pernah ragu-ragu dalam tujuannya._

_Sifat-sifat demikian berpadu dalam dirinya sehingga menimbulkan rasa hormat yang dalam bagi orang-orang yang bergaul dengan Muhammad._

*Mahar  Pernikahan*

_"Saksikanlah para hadirin," kata Waraqah bin Naufal dengan suara agak keras._

_"Saksikanlah bahwa aku menikahkan Khadijah dengan Muhammad, dengan mas kawin senilai 12 ekor unta betina."_

*Kambing Sedekah*

_Setelah upacara resmi pernikahan selesai, Muhammad memerintahkan agar seekor kambing disembelih di depan pintu rumah Khadijah dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin._

_Itu belum termasuk para undangan yang menghadiri jamuan pada malam harinya._

_Jadi, selain diundang jamuan makan, fakir miskin pun dapat membawa pulang ke rumah beberapa kantung daging._

*Baqum Si Pedagang Romawi*

_Muhammad bukankah orang yang suka berpangku tangan, tetapi aktif bergaul dalam masyarakat._

_Suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang membuat nama Muhammad menjadi semakin harum._

_Peristiwa itu didahului oleh banjir besar yang melanda Mekah._

_Bukit-bukit di sekitar Mekah tanpa ampun menumpahkan air hujan yang jarang turun itu ke kota yang tepat berada di bawah._

_Banjir itu menyebabkan dinding Ka'bah yang memang sudah lapuk jadi retak dan terancam runtuh._

_Sebenarnya, sebelum banjir tiba, sudah ada gagasan untuk memperbaiki Ka'bah, tetapi orang-orang takut apabila Tuhan Ka'bah marah._

_Setelah banjir, tidak bisa dielakkan lagi bahwa dinding Ka'bah harus diperbaiki dan ditinggikan._

_Sudah menjadi takdir Allah bahwa waktu itu juga tersiar berita ada sebuah kapal Romawi terdampar di laut Merah, dekat dengan pelabuhan Syu'aibah._

_Kapten kapal Romawi itu adalah seorang Nasrani yang berasal dari Mesir. Baqum, namanya._

_Orang-orang Mekah mengutus Walid bin Mughirah dan serombongan orang untuk membeli kapal itu, membongkar kayu kayunya, dan mengangkutnya untuk membangun kembali Ka'bah._

_Baqum pun akhirnya dikontrak sebagai ahli kayu._

_Pada mulanya, tidak seorang pun berani membongkar dinding Ka'bah walau sedikit, karena takut dikutuk Tuhan._

_Mungkin mereka masih ingat dengan jelas apa yang menimpa Abrahah dan pasukan gajahnya saat ingin menghancurkan Ka'bah._

_Akan tetapi, akhirnya, Walid bin Mughirah memberanikan diri merombak sudut bangunan bagian selatan._

_Setelah itu, ia menunggu sampai besok. Ketika pagi tiba dan ia tidak juga dikutuk, mereka pun mulai melakukan pembenahan Ka'bah._

_Bersambung_

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus