Kisah nabi muhammad bagian 39

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

Bagian 39

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Berita untuk Umar*

_Umar melanjutkan langkahnya menuju Darul Arqam._

_"Sudah jelas, Muhammad-lah yang menyebabkan semua kesengsaraan ini !_

_Aku harus membunuhnya agar Mekah kembali damai dan tenang._

_Mengenai Hamzah, aku akan bertarung dengannya._

_Aku yang mati atau Hamzah yang mati, itu tidak terlalu membuatku risau."_

_Tiba-tiba, lamunannya buyar ketika Nu'aim bin Abdullah menegurnya,_

_"Hendak kemana, wahai putra Khattab ?"_

_"Aku akan menemui Muhammad !_

_Dia yang menukar agama nenek moyang kita._

_Dia yang memecah belah masyarakat Quraisy._

_Dia memiliki banyak angan-angan bodoh._

_Dia yang mencaci tuhan-tuhan kita._

_Untuk semua kesalahannya itu, aku akan menebas lehernya !"_

_"Demi Allah, engkau telah tertipu oleh dirimu sendiri, wahai Umar !_

_Apakah tindakanmu membunuh Muhammad akan dibiarkan saja oleh Bani Abdi Manaf ?_

_Tidakkah lebih baik engkau pulang dan mengurusi keluarga mu sendiri ?"_

_Umar berhenti melangkah dan bertanya tajam, "Keluarga ku yang mana ?"_

_"Saudara sepupumu sendiri, Sa'id bin Zaid bin Ammar dan istrinya yang tak lain adalah adik perempuanmu, Fathimah binti Khattab._

_Mereka telah mengikuti ajaran Muhammad, urusi saja mereka dulu !"_

_Umar segera membalikkan badan dan melangkah cepat menuju ke rumah adiknya._

_"Kalau itu benar, aku akan bertindak pada Sa'id bin Zaid seperti yang pernah dilakukan oleh ayahku yang garang Al Khattab, kepada ayah Sa'id, Zaid bin Ammar !_

_Berani-beraninya dia memeluk Islam, sedangkan dia tahu aku membenci agama itu !"_

_Dengan keras, Umar bin Khattab menggedor pintu rumah Sa'id bin Zaid dan Fatimah._

_Suaranya berdentum-dentum keras mengejutkan siapa saja yang ada di dalam rumah._

_Sudah bisa diduga, kali ini akan jatuh lagi korban dalam penganiayaan yang menimpa kaum Muslimin._

*Amuk Umar bin Khattab*

_Di dalam rumah, Sa'id dan Fathimah binti Khattab sedang mengikuti ayat Al Qur'an yang dibacakan oleh Khabbab bin Al Arat._

_Begitu pintu berguncang diketuk Umar, Sa'id dan Fathimah segera menyembunyikan Khabbab._

_Fathimah segera menyembunyikan lembaran-lembaran yang tadi mereka baca di bawah pahanya._

_Sa'id membuka pintu dan Umar bergegas masuk._

_"Suara apa yang baru kudengar itu ?" bentak Umar._

_" Tidak .... kami tidak mendengar suara apa pun tadi "_

_Seketika amarah Umar bin Khattab meledak,_

_"Kudengar kalian telah mengikuti ajaran Muhammad !"_

_Belum sepatah kata pun keluar dari mulut kedua suami istri itu, pedang Umar sudah terayun dan gagangnya mengenai Sa'id hingga ia jatuh terjerembab di lantai dan luka._

_Melihat suaminya berdarah, Fathimah bangkit berusaha melerai, tetapi tangan Umar cepat sekali menampar wajahnya._

_Fathimah jatuh di samping suaminya dengan darah mengucur dari wajahnya._

_Meski garang, Umar terkenal lembut dan penyayang kepada keluarganya sendiri._

_Melihat darah Fathimah, Umar tertegun._

_"Fathimah berdarah," pikirnya,_

_"Mengapa aku bisa sampai begitu ?_

_Aku menyayangi adikku itu sepenuh hati, bahkan lebih mirip rasa sayang antara ayah kepada putrinya !"_

_Fathimah yang lembut dan biasanya selalu patuh kepada Umar, kali ini mengangkat wajah, menentang langsung paras kakaknya itu._

_"Baiklah," seru Fathimah_

_"Lakukanlah apa saja yang engkau kehendaki !"_

_Fathimah sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi._

_Ia siap disiksa oleh kakaknya sendiri yang dari kecil begitu menyayanginya_

_Ia bahkan siap untuk mati._

_Kedua tangannya terentang, seolah siap menerima tikaman pedang Umar ke dadanya._

*Al Qur'an bukan Mantra Syair*

_Suatu malam, Umar bin Khattab diam-diam mendengar Rasulullah ﷺ membaca Al Qur'an pada malam hari, Umar terpesona._

_Namun, ia berkata dalam hati, "Ah, ini pasti ucapan seorang penyair". Bisik hati Umar._

_Saat itu Rasulullah ﷺ membaca surah Al Haqqah ayat 41,_

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

_"Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya."_

_Kembali, Umar bin Khattab diam-diam datang ke rumah Rasulullah pada tengah malam dan mendengar Rasulullah membaca Al Qur'an._

_Umar berkata dalam hati,_

_"Kalau ini bukan ucapan tukang tenung, ini pasti ucapan Muhammad, bukan Firman Tuhan."_

_Namun, sesegera itu juga, Rasulullah membaca Surah Al Haqqah ayat 43:_

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

_"Ia (Al Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam."_

_Bersambung_

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus