Cerita bermakna seputar islami
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh jumpa lagi dengan saya Agus Supriadi dalam kesempatan kali ini saya membawakan kisah bagus dalam rangka penghujung bulan menuju tahun ke 2019
POHON KRISTEN ??emang Pohon punya KTP...😂😂😂
Kang?? tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai solwh tiba-tiba pada seorang santri. Santri itupun bingung dan belum mengerti, ia melihat ke kanan kiri pesantren.
“Iya, pohon cemara itu. Tebang segera. Itu pohon Kristen !” tukas Kiai soleh lebih tegas.
“Pohon Kristen? Apa maksudnya? Lagian itu pohon ditanam oleh Kiai agus. Beliau sendiri yang menanam tiga tahun lalu,” gumam santri dalam hati.
“Sebelum menebang cemara itu, aku harus minta izin Kiai agus dulu”.
“Punten Kiai. Kulo disuruh Kiai soleh untuk menebang cemara yang ada di samping pesantren, Pripun (bagaimana) ?”, kata santri pada Kiai agus.
“Hah ! Cemara ditebang...? Wit-witan apik ngono arep ditebang (pepohonan bagus kenapa mau d tebang), kenapa?”, ucap Kiai agus kaget.
“Nganu Kiai... kata Kiai soleh, pohon cemara itu pohon Kristen”, ujar si santri polos.
“Hah? Pohon Kristen ? Ada-ada saja Kiai soleh itu, wit-witan nganggo agomo mbarang pepohonan kok punya agama) . Pohon Kristen lagi. Nggak ono iku gk ada itu). KTP saja dia tidak punya kok. Gak usah ditebang. Biar nanti saya yang menjelaskan ke Kiai soleh.
***
"Punten (maaf) Kiai, benar sampayan nyuruh santri untuk nebang pohon cemara itu ?", tanya Kiai agus pada Kiai soleh.
"Benar, Kiai..."
" Wit-witan apik ngono arep ditebang (pohon bagus kyk itu mau d tebang), kenapa ?"
"Itu pohon Kristen ", jawab Kiai soleh.
"Waduh... sejak kapan pohon beragama, Kiai ?"
"Lha itu yang dibuat pohon natal atau duplikatnya itu kan cemoro, Kiai "
"Oh... Kalau begitu pohon kelapa yang sampeyan tanam di belakang pesantren mesti di tebang juga"
"Kok ?"
"Lha iya. Karena janur kelapa suka dipakai untuk upacara adat agama Hindu. Berarti itu pohon Hindu ! ".
Kiai soleh terdiam.
"Sekalian kerudung santri-santri putri yang bentuk segitiga itu dibakar semua ", lanjut Kiai agus
"Kok ?"
"Lha iya. Karena segitiga itu simbol Yahudi".
Kiai soleh terdiam lagi.
"Sekalian juga pesantren ini dirubuhkan saja", lanjut Kiai agus lagi.
"Kok mbrentek tekan endi-endi (kok jadi k mana"),Kiai ?", ucap Kiai soleh kaget.
"Lha iya. Karena kuda-kuda penyangga atap bentuknya palang paték seperti salib", jelas Kiai agus.
Kembali Kiai soleh terdiam.
"Mbok kita itu jangan membuat generalisasi suatu kasus yang tidak ada kaitannya. Yang penting itu substansinya; Cemara biso kanggo ijon-ijon ben seger ning mripat (cemara bisa jdi penghijauan dn menyegarkan mata); jilbab sebagai penutup aurat; kuda-kuda bangunan bentuk salib sebagai penyangga atap gedung agar kuat... Apalagi pohon kelapa, banyak yang bisa kita manfaatkan dari pohon yang satu itu", tutur Kiai agus menasehati.
Kiai soleh tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Kemudian dia berhenti mengelus-ngelus jenggot dengan raut wajah kaget, karena dia ingat kalau Santa Claus juga berjenggot. Namun segera Kiai soleh tersenyum kembali, karena dia tahu kalau jenggot juga tidak beragama.
#SalamWaras
Sekian dulu dari saya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Agus Supriadi HP contact person 0822 3096 2348