Kisah nabi Muhammad bagian 80

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 80

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Hamzah*

_Hamzah bin Abdul Muthalib bersama pasukannya berdiri melakukan penjagaan di dekat kolam pasukan muslim._

_Kolam itu merupakan tempat penting dalam pertempuran Badar._

_Jika pasukan Quraisy berhasil merebut kolam dan menghilangkan dahaga mereka, pasukan muslimlah yang akan kehausan._

_Kemudian, sepasukan berkuda Quraisy mendekat._

_Dua penunggang kuda terdepan berhasil ditaklukan Hamzah._

_Namun, penunggang ketiga lolos dan berhasil membuka celah pertahanan untuk diterobos para penunggang lain yang terkenal tangguh._

_Namun Hamzah sendiri berdiri menutup celah tersebut dengan pedang siaga di tangan._

_Satu demi satu para penunggang Quraisy yang kehausan maju._

_Namun, semuanya tumbang di ujung pedang Hamzah._

_Setelah memukul mundur para penunggang Quraisy, Hamzah menerjunkan diri ke medan tempur dengan niat untuk menghabisi para jagoan Quraisy yang dilihatnya._

_Tidak lama kemudian, Hamzah berhasil merobohkan Handhalah Bin Abu Sufyan dan Haris bin Amir._

_Tiba-tiba Naufal Bin Khuwailid berhasil menerobos ke tengah barisan pasukan muslimin._

_Dengan kudanya yang menggila, ia menyerang beringas,  menerjang dan menginjak-injak._

_Topi dan baju besi yang dipakai Naufal sulit ditembus pedang pasukan muslim._

_Namun Hamzah datang dan menyerangnya._

_Naufal segera menggebrak kudanya dan menyerang._

_Hamzah melompat ke belakang, berputar, dan balik menyerang._

_Pedangnya berkelebat membelah udara._

_Beberapa tentara kedua belah pihak berhenti bertempur dan memperhatikan pertarungan yang mengerikan itu._

_Kuda Naufal roboh, tetapi Naufal melompat berdiri dan meneruskan pertarungan dengan ganas._

_Akhirnya, Hamzah berhasil menebas leher Naufal._

_Pekik takbir اَللّهُ اَكْبَرُ membahana._

_Selangkah demi selangkah, pasukan Quraisy mundur._

_Pasukan muslim yang tanpa perisai, topi, dan baju besi mendesak barisan musuh mundur yang kebanyakan mengenakan baju besi lengkap._

_Demikian gagahnya Hamzah bertempur sampai beberapa pasukan Quraisy yang mundur saling bertanya,_

_"Siapakah laki-laki yang berbulu-bulu dadanya halus dan wajahnya tertutup debu ?"_

_"Itulah Hamzah !" sahut yang lain dengan suara tercekat._

_"Dialah yang sebenarnya banyak menyerang kita," Sahut yang lain sambil terus berlari._

*Tewasnya Abu Jahal*

_Melihat pasukannya mulai terdesak, Abu Jahal berusaha menata kembali barisan._

_Ia mendengar seseorang berseru:_

_"Pasukan Muhammad cuma 300 Orang.__Mereka tidak mengenakan pakaian pelindung, kecuali pedang belaka.__Namun, setiap kali ada yang terbunuh di antara mereka, pasti ada yang terbunuh di pihak kita !__Kemudian,  jika dari pihak kita gugur 300 orang, kita tidak punya peluang untuk hidup !_ _mundur !__mundur!"_

_Abu Jahal mengutus Ikrimah untuk mendorong barisan-barisan Quraisy agar bertahan seraya mengingatkan bahwa merekalah para pemimpin Arab.__Namun pasukan Muslim terus maju tidak tertahankan.__Dua prajurit muda muslim bahkan berhasil mendekati Abu Jahal dan menyerangnya.__Abu Jahal yang sombong dan gagah dengan senjata lengkap tak mampu mengalahkan dua pemuda itu dan ia pun terbunuh._

_Kedua prajurit muda itu Muadz Bin Afra dan Abdullah Bin Mas'ud.__Mereka membawa kepala Abu Jahal ke hadapan Rasulullah ﷺ seraya berkata,_

_"Ya Rasulullah, inilah kepala Abu Jahal si musuh Allah !"_

_Rasulullah ﷺ bersabda,_

_"Allah tidak ada Tuhan selain-Nya, __Allah tidak ada Tuhan selain-Nya,__Allah tidak ada Tuhan selain-Nya. Demi Allah, __kalian lah yang membunuh Abu Jahal ?"_

_Saat mereka menjawab,_

_" Ya."_

_segera Rasulullah ﷺ bersujud kepada Allah seraya mengucapkan,_

_"Segala puji bagi Allah yang benar janji-Nya dan yang telah menolong hambanya yang telah mengalahkan tentara musuhnya."_

_Setelah itu, pasukan musuh mundur dalam keadaan kocar-kacir._

_Pasukan besar dan persenjataan lengkap itu telah lumpuh, mundur tergesa-gesa meninggalkan benda-benda berharga di dalam perkemahan._

_Hanya keselamatan diri yang kini mereka pikirkan._

_Strategi yang diterapkan Rasulullah ﷺ terhadap pasukannya adalah bertahan di tempat tanpa bergerak sedikit pun pada awal pertempuran._

_Maka untuk pertama kali dalam sejarah perangnya, orang Quraisy melihat ada pasukan pejalan kaki yang mampu menahan gelombang-gelombang serbuan pasukan berkuda._

_Rasulullah ﷺ terus memerintahkan pasukannya bertahan sampai serangan musuh melemah._

_Setelah itu barulah beliau yang memerintahkan serangan balasan._

_Lalu pasukan muslim pun maju dan tidak memberikan kesempatan lagi kepada musuh untuk membenahi barisan._

*Setelah Perang*

_Meski musuh mundur dengan tergesa-gesa,  Rasulullah ﷺ mengutus beberapa pengintai untuk mengikuti ekor pasukan Quraisy._

_Rasulullah ﷺ ingin benar-benar yakin bahwa mereka benar-benar mundur ke Mekah, bukan melakukan tipu daya untuk kemudian menyerang kembali atau malah bergerak ke arah Madinah._

_Setelah mendengarkan laporan dari pasukan pengintai barulah beliau benar-benar bisa merasa tenang karena ternyata musuh kembali ke kota mereka dengan menanggung semua beban kekalahan._

_Rasulullah ﷺ mengajak Ammar bin Yasir Melihat mayat Abu Jahal Seraya bersabda,_

_"Allah telah membunuh orang yang dulu membunuh ibumu."_

_Kemudian, Rasulullah ﷺ meninjau langsung bekas medan pertempuran._

_Beliau menemukan 14 sahabatnya gugur sebagai syahid._

_Sedangkan 70 orang Quraisy terbunuh, 70 lainnya menjadi tawanan kaum muslimin._

_Beliau memerintahkan agar para syuhada yang gugur di kuburkan, sementara itu mayat-mayat Quraisy dimasukkan ke dalam sebuah sumur kering lalu ditimbun batu._

_Pasukan muslim kembali ke Madinah dengan membawa kemenangan gemilang._

_Rasulullah ﷺ memperhatikan raut wajah para sahabat yang berseri-seri kecuali Hudzaifah bin Utbah yang telah membunuh ayahnya sendiri._

_Rasulullah ﷺ mendekati Hudzaifah dan bertanya,_

_"Barangkali saja duka menyelimuti hatimu karena kematian ayahmu ?"_

_"Hatiku sama sekali tak merasa goyah, mengenai Ayahku atau kematiannya._

_Ya Rasulullah.__Akan tetapi aku mengenal pemikiran kesabaran dan keutamaannya._

_Aku sebenarnya sangat berharap dia akan mendapat hidayah Allah._

_Setelah aku melihat kenyataan yang menimpa Ayahku, aku merasa sangat berduka," demikian jawab Hudaifah._

_Rasulullah ﷺ mengangguk lalu menghibur hati Hudzaifah dan mendoakannya._

_Kemudian beliau mendekati barisan para tawanan._

_Kening beliau berkerut menyaksikan sebagian sahabatnya mengikat para tawanan dengan kuat dan menertawakan mereka._

_"Hendaklah kalian memperlakukan para tawanan dengan baik, "demikian Sabda beliau._

Bersambung

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus