Kisah nabi Muhammad bagian 81
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 81
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
_Masih dalam Perang Badar Kubra Peperangan Islam Pertama yang Menentukan_
*Meninggalnya Ruqayyah*
_Rasulullah ﷺ meminta pendapat para sahabat tentang para tawanan._
_Umar Bin Khattab mengusulkan agar para tawanan itu dibunuh._
_Sangat berbahaya jika melepaskan mereka, walau keluarganya menebus dengan gunung harta, sebab mereka dapat kembali memerangi kaum muslimin._
_Abu Bakar berpendapat lain, yang mengusulkan agar para tawanan dibiarkan ditebus keluarganya, dengan harapan mudah-mudahan suatu saat kelak mereka mau mengikuti ajaran Islam._
_Lagipula uang yang dibayarkan dapat digunakan untuk melengkapi persenjataan kaum muslimin._
_Rasulullah ﷺ cenderung pada pendapat Abu Bakar._
_Beliau berdiam sementara di luar Madinah, untuk menunggu tebusan dari pihak Quraisy._
_Para tawanan pun ditebus dengan uang dan mereka kembali bebas, namun setelah itu Rasulullah ﷺ mendapat berita, bahwa pihak Quraisy sedang mengadakan persiapan penyerbuan dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar._
_Sebagian besar para tawanan bergabung dengan pasukan baru itu._
_Akhirnya Rasulullah ﷺ menyadari bahwa saran Umar lebih tepat, tidak pantas bagi seorang Rasulullah ﷺ mempunyai tahanan sebelum menghancurkan musuh-musuhnya di muka bumi._
_Setelah itu harta rampasan perang dibagikan dengan rata kepada pasukan._
_Mereka pun kembali ke Madinah, Rasulullah ﷺ langsung menuju masjid untuk memberitakan kemenangan serta mengumumkan nama-nama bangsawan Quraisy yang mati._
_Setelah itu Rasulullah ﷺ pergi ke rumah Utsman bin Affan untuk menjenguk Ruqayyah putrinya yang sudah lama terbaring sakit._
_Utsman bin Affan memang diminta Rasulullah menjaga istri dan anaknya sehingga Usman tidak mengerti pertempuran Badar._
_Saat Rasulullah ﷺ tiba, Usman malah menangis sambil memeluk Rasulullah ﷺ, karena ternyata Ruqayyah telah wafat ketika beliau masih di luar Madinah._
_Rasulullah ﷺ diantar ke makam Ruqayyah, beberapa sahabat berusaha menghibur kesedihan yang membebani dada beliau._
_Mereka menemani pula beliau pulang ke rumah._
_Di tengah perjalanan pulang, seorang Yahudi memandang Rasulullah dengan sinis, sambil berkata para bangsawan Quraisy memang tidak mempunyai keahlian dalam perang._
_Kalau saja kalian berperang melawan kami, Kalian baru akan mengetahui bahwa kamilah sebenar-benarnya prajurit._
_Para sahabat tidak membalas perkataan sinis itu, karena tidak tega melukai kesedihan di hati Rasulullah ﷺ._
_Rasulullah ﷺ pun tidak menghiraukan ejekan dengki itu dan terus melangkah menuju rumah._
▪Dzun Nuraini▪
_Setelah duka ditinggal Ruqayyah, Utsman kemudian menikahi adik Ruqayyah, Ummu Khultsum.__Ummu Khultsum juga diusir oleh kedua mertuanya, Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil serta suaminya Utaibah, adik Utbah._
_Karena menikahi dua putri nabi inilah Utsman digelari Dzun Nuraini, 'Si Pemilik Dua Cahaya'._
*Rasulullah ﷺ Hampir Dikultuskan*
_Sudah beberapa lama putri Rasulullah, Ruqayyah terserang sakit dan tidak kunjung sembuh._
__Musuh-musuh Rasulullah dari kalangan Yahudi dan orang-orang munafik mulai menyebarkan desas-desus,_
_"Kalau memang Muhammad itu seorang nabi, tentu ia dengan mudah bisa menyembuhkan penyakit putrinya."_
_"Jangan-jangan, dia memang bukan seorang nabi, melainkan tukang sihir," timpal yang lain,_
_"Dulu di Mekah sihirnya berhasil memikat banyak orang, tetapi di sini ternyata tidak mempan."_
_Desas-desus yang beredar gencar, membuat keimanan sebagian orang mulai goyah._
_Orang-orang munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay semakin bersemangat mengatakan ini dan itu tentang pribadi Rasulullah._
_Mendengar itu, sebagian Muslim bangkit amarahnya._
_Mereka melawan desas-desus itu dengan sanjungan pujian, dan pemujaan kepada Rasulullah._
_"Jangankan menyembuhkan penyakit, menghidupkan orang mati pun tentu Rasullulah bisa," demikian kata mereka._
¥Mendengar hal-hal seperti itu, Rasullulah ﷺ segera datang dan berkata,_
_"Janganlah kalian menyanjung-nyanjung diriku."_
_"Bagaimana kami tidak akan menyanjung dirimu ya Rasulullah, bukankah engkau adalah pemimpin kami semua ?"_
_Beliau menggeleng._
_Beliau kemudian berkata bahwa dirinya hanyalah manusia biasa, ia tidak dapat menolak atau menyembuhkan penyakit apabila hal itu memang sudah dikendaki Allah._
_Beliau adalah manusia yang juga dapat menangis, tertawa, kepayahan, kesegaran, tidur, marah, senang, lapar, dahaga, makan, dan perlu pergi ke pasar seperti orang lain._
_Bahkan Rasulullah sendiri menderita sakit._
_Seorang tabib dipanggil datang untuk melakukan penyembuhan._
_Tabib itu melakukan pembekaman agar darah yang mengandung penyakit keluar._
_Namun, begitu darah Rasulullah keluar, tabib yang suka menyanjung itu menjilati darah beliau._
_Segera saja Rasulullah ﷺ melarang tabib itu dengan keras sambil berkata,_
_"Semua darah haram !_
_Semua darah haram !"_
_Demikianlah, di satu sisi ada orang yang membenci Rasulullah, sementara disisi lain banyak orang yang justru memuja beliau secara berlebihan._
_Sehari sebelum Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, berita kemenangan dibawa oleh Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah dari dua jurusan yang berlainan._
_Kaum Muslimin segera keluar rumah dan bergembira menyambut kemenangan besar ini._
Bersambung
_*Wallahua'lam*_