Kisah nabi Muhammad bagian 84

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 84

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Berbagai Operasi Militer Antara Badar dan Uhud*

_Perang Badar merupakan awal pertarungan bersenjata antara kaum muslimin dan kaum musyrikin,_

_Dan merupakan peperangan yang menentukan,_

_Kaum muslimin memperoleh kemenangan besar yang diakui oleh seluruh orang Arab._

_Orang yang menyesali akibat perang tersebut adalah mereka yang secara langsung memperoleh kerugian berat,_

_Yaitu kaum musyrikin atau orang-orang yang memandang kemuliaan dan kemenangan kaum muslimin merupakan pukulan telak terhadap eksistensi keagamaan dan perekonomian mereka yaitu kaum Yahudi._

_Sejak kaum muslimin meraih kemenangan dalam Perang Badar dua kelompok tersebut menyimpan amarah terhadap kaum muslimin._

_Di Madinah terdapat para pendukung dua kelompok tersebut, dan mereka berpura-pura masuk Islam tatkala tidak ada tempat lagi untuk meraih kewibawaan mereka._

_Mereka adalah Abdullah bin Ubay dan teman-temannya,  kelompok ketiga ini lebih besar lagi kemarahannya daripada dua kelompok di atas._

_Di samping itu terdapat kelompok keempat, mereka adalah orang-orang Baduy yang tinggal di sekitar Madinah._

_Masalah kekufuran dan keimaman mereka tidaklah menjadi perhatian bagi mereka, tetapi mereka adalah para perampok dan perampas._

_Mereka mulai goncang karena kemenangan yang diraih kaum muslimin._

_Mereka khawatir akan tegak di Madinah suatu negara yang kuat, yang akan menghalangi mereka untuk meraih kesuksesan atau kekuatan melalui perampokan dan perampasan._

_Sehingga mereka pun membenci kaum muslimin dan menjadi musuh mereka._

*Perang Bani Sulaim*

_Berita pertama yang disampaikan oleh utusan dari Madinah kepada Nabi ﷺ setelah Perang Badar adalah Bani Sulaim._

_Bani Sulaim ini berasal dari kabilah Ghathafan._

_Mereka menggalang kekuatannya untuk menyerang Madinah._

_Nabi ﷺ dengan pasukan kavaleri yang berkekuatan 200 personel mendatangi kabilah tersebut di perkampungannya._

_Sesampainya beliau di wilayah mereka di daerah al-Kudr, Bani Sulaim melarikan diri dan meninggalkan 500 ekor unta._

_Mereka meninggalkan untanya di suatu lembah yang dikuasai oleh pasukan Madinah._

_Beliau juga mendapatkan seorang budak yang bernama Yasar yang kemudian dibebaskan._

_Di perkampungan Bani Sulaim tersebut Nabi ﷺ  tinggal selama tiga hari._

_Kemudian beliau kembali ke Madinah._

_Peperangan tersebut terjadi pada bulan Syawal tahun kedua Hijriyah 7 hari setelah pulang dari Perang Badar._

_Dalam peperangan tersebut Nabi ﷺ  menyerahkan urusan Madinah kepada Siba' bin Arfatah._

*Persekongkolan untuk Membunuh Nabi Muhammad*

_Kekalahan kaum musyrikin dalam Perang Badar menimbulkan dampak yang mendalam._

_Kaum Quraisy di Mekah menjadi marah dan mulai meluap-luap emosinya terhadap Nabi Muhammad ﷺ._

_Ada dua orang tokoh Quraisy yang melakukan persekongkolan untuk membunuh nabi Muhammad ﷺ._

_Tidak beberapa lama seusai Perang Badar, Umair bin Wahab Al jami' dan Safwan Bin Umayyah duduk bersama di sebuah batu._

_Umair adalah salah seorang *"Syaithan"* Quraisy yang selalu menyakiti Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat beliau ketika masih berada di Mekkah._

_Sedangkan anaknya yang bernama Wahab bin Umair menjadi tawanan Badar._

_Umair menyebutkan para tokoh korban perang Badar, lalu Sofwan berkata,_

_"Sesungguhnya setelah kematian mereka akan datang kehidupan yang baik."_

_Umair berkata kepadanya,_

_"Sungguh, kamu benar._

_Demi Allah, seandainya aku tidak mempunyai tanggungan hutang, dan tidak khawatir terlantar setelah aku mati, pasti aku akan mendatangi Muhammad dan membunuhnya._

_Aku mempunyai alasan  yaitu anakku yang menjadi tawanan mereka."_

_Safwan pun menjawab,_

_"Utangmu aku tanggung, aku yang akan melunasinya, dan keluargamu
bersama keluargaku selama mereka masih hidup._

_Hal itu tidak berat bagiku"._

_Umair kemudian berkata,_

_"Rahasiakanlah persoalan ini, Akan kulakukan,"_

_Selanjutnya Umair mengambil pedangnya, lalu dia berangkat ke Madinah._

_Ketika sudah sampai di pintu masjid dia menderumkan untanya._

_Terlihat olehnya Umar Ibnul Khattab yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang dari kaum muslimin tentang kemenangan perang Badr._

_Maka Umar berkata,_

_"Ini musuh Allah."_

_"Umair tidaklah datang kecuali untuk maksud jahat."_

_Kemudian Umar masuk mendatangi Nabi Muhammad ﷺ seraya berkata,_

_"Wahai nabi Allah, Umair musuh Allah telah datang dengan menyandang pedangnya."_

_Nabi menjawab,_

_"Suruhlah masuk menemui aku."_

_Umar pun menemui Umair, dan sambil menarik tali pedang Umair ia berkata kepada beberapa orang dari kaum Anshor,_

_"Masuklah, temui Rasulullah ﷺ  dan duduklah di sisi beliau, serta jagalah beliau dari orang jahat ini, karena dia perlu diwaspadai."_

Bersambung

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus