Posting sore
KIAI DAN MOBIL MEWAHNYA
Suatu saat seorang kyai menerangkan tentang pentingnya Zuhud (Hati yang tidak terikat dengan harta ) dengan zuhud akan membawa kita pada suatu kemuliaan sedangkan cinta harta duniawi akan membawa kita menjadi budak harta kita sendiri.
Diantara para pendengar ceramah kyai terdapat santri yang berkata dalam.hati, “Kalau yang diterangkan kyai kita mesti zuhud kenapa kyai sendiri kaya raya ya..?”.
Suatu saat santri tersebut dipanggil “Hai nak! Aku mau mengajakmu ke kota sambil jalan-jalan melihat keindahan kota kita yang ramai dan terkenal dengan taman-taman indahnya.” Kata kyai.
“Apakah kamu mau..?” Tanya sang kyai.
“Mau.. mau kyai…” jawab santri.
“Kalau kamu mau, segeralah bersiap-siap.”
“Baik Kyai..” jawab santri.
“Ini peganglah gelas berisi air ini selama perjalanan jangan sampai tumpah. Kamu sanggup santriku..?
“Sanggup kyai.” Jawab santri.
Setelah mobil mewah kyai datang, mereka berdua naik mobil berkeliling kota.
Sesekali pak sopir mengerem dan belok ke kanan atau ke kiri. Si santri terus menjaga air dalam gelas tadi dengan serius. Setelah sampai di tempat tujuan mereka langsung turun.
Pak kyai kemudian tanya ke santri mengenai keindahan kota dan taman-tamanya. “Nak ! … Apa yang engkau lihat nak, selama perjalanan…? Apakah tadi engkau melihat taman-taman indah, bunga-bungaan di jalanan ?”
“Tidak kyai…saya hanya melihat sekilas dan lupa telah melihat apa saja..” jawab santri.
“Kenapa engkau lupa dan tidak melihat taman-taman kota yang indah, disana ada bunga-bunga ?”
“Saya berkonsentrasi terhadap amanah kyai untuk menjaga agar air dalam gelas ini tidak tumpah.”
Sang kyai tersenyum kemudian berkata.
“Seperti itulah seharusnya menjaga titipan atau amanah Allah SWT atas agama kita. Sampai kita melewati keindahan-keindahan di duniawi hanyalah sekilas saja. Tidak membekas di hati kita.”
Zuhud bukan berarti kita tidak boleh kaya, tetapi zuhud adalah menghindari hati kita terikat dengan harta, sehingga harta kita justru membuat kita lupa akan beribadah kepada Allah SWT.
#hentikan_nyinyir_kpd_ulama