Kisah nabi Muhammad bagian 87
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 87
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
_Kemudian kaum muslimin mengepung mereka dengan ketat yaitu pada hari Sabtu pertengahan bulan Syawal tahun kedua Hijrah._
_Pengepungan itu berlangsung selama 15 hari sampai awal bulan Dzulqaidah._
_Allah timpakan rasa takut ke dalam hati mereka._
_Akhirnya mereka menyerah dan bersedia menerima hukumannya yang akan diputuskan oleh Rasulullah ﷺ menyangkut budak, harta, istri, dan anak keturunan mereka._
_Ketika itu Bangkitlah Abdullah bin Ubay bin Salul memainkan peran kemunafikannya._
_Dia mendesak Rasulullah ﷺ agar memaafkan mereka, dengan mengatakan,_
_"Wahai Muhammad perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik"._
(Mereka adalah para sekutu kabilah Khazraj yang salah seorang pemimpin nya adalah Abdullah bin Ubay).
_Permintaannya itu tidak ditanggapi oleh Rasulullah ﷺ ._
_Abdullah bin Ubay mengulangi permintaannya tetapi beliau berpaling darinya, sambil memasukkan tangannya ke dalam baju besinya lalu berkata kepadanya,_
_"Tinggalkan aku !"_
_Beliau marah dan wajahnya tampak berubah, lalu berkata lagi,_
_"Celakalah kau, tinggalkan aku !"_
_Tetapi sang munafik tersebut tetap saja pada keinginannya dan berkata,_
_"Tidak, demi Allah aku tidak akan meninggalkan Engkau sebelum Engkau memperlakukan para sahabatku itu dengan baik."_
_"400 orang tanpa perisai dan 300 orang bersenjata lengkap yang telah membelaku terhadap semua musuh-musuhku itu, apakah Engkau habisi nyawanya dalam waktu sehari ?_
_Demi Allah aku betul-betul menghawatirkan terjadinya bencana itu."_
_Rasulullah ﷺ memperlakukan si munafik tersebut yang baru sebulan menampakkan keislamannya dengan memberikan perhatian kepadanya._
_Dia serahkan orang-orang Yahudi itu kepadanya dengan syarat mereka harus keluar dari Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota Madinah._
_Mereka pun keluar menuju daerah di sekitar Syam._
*Perang Sawiq*
_Ketika Shafwan bin Umayyah, orang-orang Yahudi, dan orang-orang munafik melakukan makar, Abu Sufyan berfikir untuk melakukan suatu tindakan yang kecil resikonya, tetapi jelas pengaruhnya._
_Ia berupaya untuk segera melakukan tindakan untuk memelihara kedudukan kaumnya, dan menunjukkan kekuatan mereka._
_Abu Sufyan bernazar tidak akan membasahi rambutnya dengan air karena junub sebelum menyerang Muhammad._
_Maka ia pun keluar membawa 200 tentara untuk memenuhi nadzarnya._
_Mereka tiba di suatu terusan yang menghadap ke gunung Naib, dari Madinah sekitar satu barid atau 12 mil._
_Tetapi ia tidak berani menyerang Madinah secara terang-terangan._
_Ia melakukan suatu tindakan seperti tindakan pembajakan yaitu memasuki pinggiran Madinah secara sembunyi-sembunyi di tengah-tengah kegelapan malam._
_Dia mendatangi Huyai bin Al-Khattab dan meminta dibukakan pintu, namun Huyai tak mau dan merasa ketakutan._
_Kemudian ia mendatangi Salam bin Musykam, pemimpin Bani Nadlir pada saat itu._
_Setelah meminta izin ke Salam bin Musykam, Ia pun diberi izin, diberi minum khamer dan memperoleh informasi tentang keadaan kaum muslimin pada saat ini darinya._
_Kemudian pada malam itu juga Abu Sufyan keluar dan menemui para sahabatnya, lalu mengutus satu pasukan dari mereka dan menyerang suatu tempat di pinggiran kota Madinah yang bernama Aridl._
_Mereka menebang dan membakar beberapa pohon kurma dan di sana mereka membunuh seorang lelaki Anshor dan sekutunya yang sedang berada di kebun mereka._
_Setelah itu mereka melarikan diri ke Mekah._
_Peristiwa tersebut sampailah ke telinga Rasulullah ﷺ._
_Lalu Beliau segera mengejar Abu Sufyan dan kawan-kawannya._
_Akan tetapi, mereka segera melarikan diri dengan sangat cepat, mereka melemparkan bekal makanan mereka yang berupa tepung (sawiq) dalam jumlah yang banyak untuk memperingan beban dan agar dapat lari lebih cepat lagi._
_Rasulullah ﷺ pun sampai di Qarqaratul Kadar, kemudian kembali pulang, dan kaum muslimin membawa tepung (sawiq) yang dilemparkan oleh orang-orang kafir itu._
_Sehingga peristiwa ini dinamakan dengan perang sawiq._
_Peristiwa ini terjadi pada bulan Dzulqaidah tahun kedua Hijriyah dua bulan setelah peristiwa Badar._
_Dalam perang ini Rasulullah menyerahkan urusan Madinah kepada Abu Lubabah bin Abdul Mundzir._
Bersambung
_*Wallahua'lam*_