Kisah nabi muhammad bagian 97

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 97

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Tergiur Harta*

_Kaum muslimin terus mengejar musuh ke mana pun sampai mereka meletakkan senjata._

_Harta benda dan rampasan berserakan di medan pertempuran._

_Kuda-kuda yang tangguh, Baju besi, unta-unta tanpa tuan berkeliaran penuh muatan,_

_setumpuk makanan lezat, dan perhiasan-perhiasan mahal,_

_Belum lagi para wanita Quraisy yang dengan mudah dapat mereka tawan._

_Harta sebanyak itu dalam sekejap saja membuat silau pasukan muslim._

_Harta yang berserakan itu membuat mereka lupa bahwa sesuai dengan perintah Rasulullah ﷺ,  mereka harus terus mengejar musuh sampai kekuatan lawan benar-benar tercerai-berai sehingga tidak mampu berkumpul lagi untuk balas menyerang._

_Semua ini terlihat oleh pasukan panah di lereng gunung._

_Mereka tidak dapat lagi menahan keinginan untuk juga merebut harta rampasan yang bergeletakan di mana-mana._

_"Mengapa kita masih tinggal di sini, kita tidak akan mendapatkan apa-apa ?" tanya salah seorang._

_"Allah telah menghancurkan musuh kita, mereka, saudara-saudara kita juga sudah merebut markas musuh._

_Ke sanalah juga kita ikut mengambil rampasan itu."_

_Namun salah seorang membentak :_

_"Bukankah Rasulullah ﷺ sudah berpesan "Jangan meninggalkan tempat kita ini ?"_

_"sekali pun kami diserang, janganlah kami dibantu !"_

_Bukankah demikian kata beliau ?"_

_"Rasulullah ﷺ tidak menghendaki kita tinggal di sini terus menerus setelah Allah menghancurkan kaum musyrik itu."_

_Abdullah bin Jubair maju untuk menengahi perdebatan itu._

_Ia berpidato agar mereka itu jangan melanggar perintah Rasulullah ﷺ._

_Akan tetapi ada sebagian besar pasukannya tidak mau patuh._

_Mereka pun kemudian turun dari lereng gunung yang masih tinggi._

_Yang masih tinggal hanya beberapa orang saja._

_Pasukkan yang bergegas turun itu bergabung dengan pasukan muslim yang lain._

_dan ikut memperebutkan harta rampasan._

_Jadi sebagian besar pasukan panah sekarang sudah melupakan disiplin._

_Mereka lupa kalau kedisiplinan dan keimanan lah yang membuat mereka mampu memukul musuh._

_Kini mereka tengah melupakan iman dan memperebutkan harta dunia._

_Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh seorang pemimpin Quraisy yang terkenal lihai dan gagah._

*Bencana*

_Khalid bin Walid yang sampai saat itu telah menjaga pasukannya agar tidak bentrok dalam pertempuran, kini melihat kesempatan baik itu._

_Ia mengerti bahwa saatnya tiba untuk bergerak._

_Khalid bergerak sekuat-kuatnya memberi Komando._

_Pasukan berkudanya pun mulai bergerak._

_Semakin cepat dan semakin cepat._

_Mereka memutari gunung uhud yang kini tidak dijaga lagi oleh pasukan panah._

_Dengan ganas pasukan kavaleri Khalid menyerang pasukan muslim dari belakang._

_Mendengar teriakan perang Khalid bin Walid, pasukan Quraisy yang telah berlarian mundur kini kembali lagi._

_Mereka melihat kesempatan untuk menyerang balik saat itu._

_Mereka ingat untuk tidak membiarkan harta dan kaum wanita mereka direbut pasukan muslim._

_Kini keadaan jadi berbalik, giliran pasukan muslim yang mendapat pukulan sangat hebat._

_Begitu tahu mereka diserang dari depan dan belakang, setiap muslim melemparkan harta yang telah mereka kumpulkan, dan kembali mencabut pedang._

_Namun sayang, sayang sekali !_

_Barisan Muslim sudah pontang-panting._

_Komandan-komandan kesatuan muslim sudah tidak lagi melihat pasukannya, ada di dekat mereka._

_Pasukan muslim yang tadinya berjuang untuk menyelamatkan Iman, kini berjuang tercerai-berai untuk menyelamatkan diri._

_Tadinya mereka berjuang di bawah satu pemimpin yang kuat, kini berjuang tanpa pemimpin lagi._

_Begitu paniknya keadaan pasukan muslim sampai beberapa dari mereka malah menghantam saudaranya sendiri dengan pedang._

_Keadaan tambah mengguncangkan Iman ketika mendengar ada yang berteriak-teriak,_

_"Rasulullah telah terbunuh, Rasulullah telah terbunuh !"_

_Hampir setiap orang pasukan muslim sekarang berusaha melepaskan diri dari kepungan di tempat aman._

_Kecuali beberapa sahabat yang tetap berjuang dengan Istiqomah dari awal, seperti Ali bin Abi Thalib dan beberapa orang lainnya._

_**Di kemudian hari, Khalid bin Walid akan masuk Islam pada zaman Abu Bakar pada saat terjadi pemberontakan di mana-mana._

_Abu Bakar mengangkat Khalid menjadi Panglima seraya berkata,_

_"Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik hamba Allah dan Kawan sepergaulan ialah Khalid bin Walid, sebilah pedang di antara pedang-pedang Allah yang ditembuskan kepada orang-orang kafir dan munafik._

Bersambung

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus