KEHIDUPAN

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

_Hidup di dunia merupakan permainan dan senda gurau._

_Ada kalanya menang ada kalanya kalah._

_Susah dan senang silih berganti._

_*Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara*_

_*Itulah dinamika kehidupan di alam fana.*_

_Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti._

_Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami  ke dalam golongan ini)._

_Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika)._

_Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri._

_Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan._

_Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala._

_Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya._

_Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman._

_*Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini*_

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

” _*Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram*_”

(QS Ar-Ra’du ayat 28)

_Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan._

_Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam._

_Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah._

_Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya._

_Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat._

_Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen._

_Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman._

_Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah._

*_Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia ini._*

_Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam._

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

_"Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau."_

(HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no.  Ibnu Hibban. Dihassankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 3388)

_Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik :_

*Pertama*

_*Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah.*_

_Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah._

_Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung._

_*Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah.*_

_*Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.*_

*Kedua*

_*Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan.*-

_*Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain.*_

_*Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain.*_

_*Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya.*_

_*Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang.*_

_Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah._

_Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah._

_Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya._

*Ketiga*

_*Kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah.*_

_Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita :_

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

” _Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan_ .”

(QS Al-Fatihah ayat 4)

_*Marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.*_

_Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan._

_Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama._

_Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini._

_Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita._

_Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :_

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
 أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

_“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.”_

(HR Muslim)

_Maksud dari " Perbaikilah urusanku seluruhnya," adalah :_

_Segala urusanku yang ada dalam rumahku, keluargaku, tetanggaku, sahabatku, pekerjaanku, jiwaku, hatiku, kesehatanku, dan segala sesuatu yang berhubungan denganku._

_Jadikanlah semua itu baik dan menyenangkan untukku._

_Di sana ada keyakinan bahwa baiknya urusan seorang hamba adalah karunia Allah Ta'ala._

_Bukan semata hasil usaha hamba dan kemahirannya._

_Karenanya, doa tersebut ditutup dengan pengakuan akan kefakiran dan kelemahan diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala._

_Sehingga seorang hamba benar-benar tunduk dan berserah diri kepada keagungan Allah 'Azza wa Jalla._

_Ia berkata :_

 وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

_"Jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.”_

_Maksudnya :_

_Jangan Engkau tinggalkan aku bersama kelemahanku sekejap saja, tapi sertailah aku dengan kesejahteraan selama-lamanya serta tolonglah aku dengan kekuatan dan kuasa-Mu._

_*Karena siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Dia akan mencukupkannya*_

_*Siapa yang memohon pertolongan kepada Allah, maka Dia akan menolongnya*_

_*Sesungguhnya seorang hamba senantiasa butuh kepada Allah setiap saat, tak sedetikpun ia mampu lepas dari pertolongan-Nya*_

 _*Wallahua'lam*_

_*Menuntut Ilmu itu Wajib - Begitu Ilmu didapat langsung Diamalkan*_

*DIJAMIN INSYAAALLAH TIDAK AKAN PERNAH LUPA DAN BERKAH*Agus pijat contact person 0822 3096 2348 alamat: dusun Krajan RT 14 RW 04 desa jatiguwi kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang Jawa timur
Lokasi Google map ketik: Agus pijat jatiguwi
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus