rangkuman fisiologi publikasi agus pijat penyandang disabilitas tunanetra jatiguwi sumberpucung malang

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung

SISTIM MUSCULUS GELETAL


PENGERTIAN UMUM

Fisiologi Berasal dari kata Physis (fisik) dan Logos (ilmu). Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi dan mekanisme kerja organ-organ pada tubuh manusia.

Anatomi : Adalah ilmu yang mempelajari struktur/bentuk organ-organ pada tubuh manusia.

Mikroorganisme : Adalah suatu zat yang bersifat hidup yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Makroorganisme : Adalah suatu zat yang bersifat hidup dan dapat dilihat oleh mata telanjang.

STRUKTUR ORGANISASI MANUSIA

Tubuh manusia secara fisiologis dan anatomis dibentuk oleh beberapa susunan/tingkat struktur, antara lain :

1. Tingkat kimia
Bentuk zat yang paling kecil adalah atom yang akan bergabung menjadi molekul.
2. Tingkat sel
Sel adalah unit fungsional yang terkecil dari tubuh manusia. Sel mempunyai fungsi sendiri-sendiri contoh : sel tulang, sel syaraf, sel darah merah, sel darah putih dan lain-lain.
3. Tingkat jaringan/tissue
Jaringan adalah kumpulan sel-sel sejenis yang mempunyai satu fungsi, contoh : jaringan otak, jaringan otot, jaringan ikat dan lain-lain.
4. Tingkat organ
Organ adalah kumpulan dua atau lebih jaringan-jaringan yang berbeda yang menghasilkan satu fungsi yang specifik/khusus, contoh : jantung, paru-paru, hati, ginjal dan lambung.
5. Tingkat system
Sistem adalah kumpulan beberapa organ yang berbeda yang menghasilkan fungsi yang bersifat umum, contoh : Sistem pernafasan, system pencernaan, system endokrin dan system cardio vascular.
6. Tingkat badan manusia
Minimum mahluk hidup harus memenuhi 3 kriteria, yaitu :
a. Mampu mengadakan metabolisme.
b. Mampu mengadakan reproduksi/memperbanyak diri.
c. Mampu mempertahankan diri.


SISTEM MUSCULUSKELETAL

Pengertian: Adalah system hubungan dalam struktur fisiologis, anatomis dan biomekanik antara system musculus (otot) dan system skeletal (tulang) yang terdapat di dalam tubuh manusia.

PROSES TERJADINYA KONTRAKSI OTOT

Banyak teori yang dikemukakan untuk menjelaskan bagaimana terjadinya kontraksi otot. Teori yang paling banyak dianut adalah teori pergeseran filamen. Teori ini menjelaskan bahwa kontraksi otot terjadi karena adanya pergeseran filamen tipis memasuki filamen tebal, yaitu aktin dan myosin.

FISIOLOGI OTOT

Secara fisiologis, dikenal 3 jenis otot yaitu:

1. Otot skelet/lurik. Yaitu otot-otot yang umumnya berlokasi pada tubuh bagian luar. Dan jenis otot ini akan menghasilkan gerakan foluntary movement (gerakan sadar).
2. Otot fiseral/polos. Yaitu otot-otot yang umumnya berlokasi pada organ-organ visceral (dalam) dan dinding-dinding pembuluh darah. Berfungsi untuk melakukan gerakan-gerakan yang bersifat involuntary movement (gerakan tak sadar).
3. Otot jantung. Mempunyai sedikit kekhususan karena secara histologis dibentuk oleh otot polos dan otot lurik.
4. Otot spincter/lingkar. Berbentuk lingkaran, otot yang memiliki reseptor khusus berfungsi untuk menahan atau meneruskan suatu proses kerja dalam aktifitas alvi (buang air besar) dan urin (buang air kecil), contoh otot ini adalah otot spincter any (otot anus) dan spincter urin (otot kencing).

FISIOLOGI KONTRAKSI OTOT

1. Kontraksi Twitch
Adalah kontraksi yang bersifat cepat sebagai respon terhadap stimulus/rangsangan tunggal. Kontraksi twitch umumnya dipakai sebagai dasar pembuatan myogram (rekaman kontraksi otot).
2. Kontraksi Treppe
Adalah suatu kondisi dimana otot skelet menjadi lebih kuat setelah berkontraksi beberapa kali sebelumnya.
3. Kontraksi Tetanic
Adalah suatu keadaan dimana terhadap suatu otot diberikan dua rangsangan dengan catatan bahwa rangsangan kedua diberikan setalah masa pemulihan selesai. Pada kontraksi titanic ditemukan respon otot sesuai dengan stimulus yang diberikan. Bila rangsangan kedua diberikan sebelum kontraksi otot selesai, maka kontraksi kedua ditemukan lebih kuat. Fenomena ini dikenal sebagai fenomena gelombang sumasi. Pada otot yang dirangsang dengan rangsangan yang bertubi-tubi, missal : 20 s-d 30 rangsangan per detik, maka otot hanya mengalami sebagian masa pemulihan diantara rangsangan-rangsangan yang diberikan, akibatnya terlihat otot berada di dalam keadaan kontraksi yang terus menurus. Keadaan ini disebut titanic/tetanus. Seperti pada pemberian toxin/racun clastrodium titanic yang mengakibatkan penyakit tetanus.
4. Kontraksi Tonic
Adalah kontraksi sebagian otot yang berkontraksi secara terus-menerus sebagai respon terhadap reseptor rangsang yang terdapat di dalam otot. Secara fisiologis, kontraksi tonic berfungsi untuk mengatur tonus otot atau kekuatan otot.
5. Kontraksi Isometrik
Adalah kontraksi otot dimana panjang otot tetap, sedangkan tonus otot meningkat. Jadi pada kontraksi isometrik yang dihasilkan bukan gerakan melainkan tenaga.
6. Kontraksi Isotonic
Adalah kontraksi otot dimana tonus otot tetap, tetapi panjang otot berubah memanjang (eksentrik) dan memendek (konsentrik). Pada kontraksi ini akan menghasilkan gerakan.
7. Kontraksi Tic
Adalah kontraksi yang terjadi pada otot-otot bagian wajah.
8. Sumasi
9. Spasial.

STRUKTUR JARINGAN IKAT OTOT

Secara histologis, jaringan otot dibungkus oleh suatu jaringan ikat yang disebut Fasia, terdiri dari 2 bagian :
1. Supervisial: Terletak dibagian luar
2. Profunda: Terletak dibagian dalam.

FUNGSI JARINGAN IKAT OTOT

Komponen jaringan ikat pada otot-otot terutama pada otot skelet berfungsi:
1. Untuk memproteksi jaringan otot
2. Untuk memperkuat jaringan otot
3. Untuk melekatkan jaringan-jaringan otot ke jaringan-jaringan lain di dalam tubuh manusia, missalnya jaringan tulang.

Tendo: Adalah jaringan ikat padat yang berfungsi untuk menempelkan otot dengan tulang.

MOTOR UNIT

Motor unit adalah sebuah satuan atau unit yang terdiri dari urat syaraf dengan otot-otot skelet yang dipersyarafinya. Satu serat syaraf dapat mensyarafi kira-kira 150 serat otot, berarti rangsangan pada serat syaraf ini akan menghasilkan 150 serat-serat otot secara serentak. Disamping itu serat-serat otot yang sama juga akan berelaksasi dalam waktu yang bersamaan juga.
Otot-otot yang berfungsi untuk menghasilkan gerakan-gerakan yang bersifat ketepatan, misalnya otot-otot bola mata mempunyai kurang dari 10 serat otot untuk tiap motor unit.

Otot yang berfungsi untuk menghasilkan gerakan-gerakan yang kasar, mempunyai sekitar 500 serat otot untuk tiap motor unit.

SISTEM REFLEKS

Pengertian : Refleks adalah suatu respon yang cepat untuk mempertahankan keadaan homeostatis. Umumnya refleks ini bersifat protektif/perlindungan tubuh. Refleks merupakan unit terkecil dari sistim syaraf dan secara klinis refleks dapat juga berfungsi untuk mendiagnosa kelainan-kelainan sistim syaraf.

Pusat refleks di dalam tubuh manusia dilakukan dan dikontrol oleh sistim medulla spinalis. Dan didalam prosesnya disebut dengan nama lengkung refleks (refleks arc).

ANATOMI REFLEKS

Refleks Arc dibentuk oleh 5 komponen, yaitu:
1. Reseptor
2. Neuron sensoris
3. Neuron motorik
4. Pusat untuk interprestasi
5. Efektor.

FISIOLOGI REFLEKS

Secara fisiologis dikenal 3 macam refleks, yaitu:
1. Refleks spinal
2. Refleks somatic
3. Refleks visceral.

Refleks spinalsis dibagi dalam 3 macam refleks, yaitu:
1. Stretch refleks (refleks tarik)
Refleks ini menghasilkan kontraksi otot apabila otot ditarik atau direnggangkan. Jenis refleks ini berlangsung di sisi yang sama. Dan refleks renggang ini merupakan dasar untuk pemeriksaan neurologis, contohnya refleks patella.
2. Refleks fleksor dan ektensor silang
Kalau kita menginjak paku, akibat rasa nyeri maka kita akan mengangkat kaki, sedangkan gerakan yang lain adalah dengan meluruskan kaki yang sehat untuk mencegah tubuh kita agar tidak jatuh.
3. Refleks fleksor dan cross ektensi refleks
Terdapat pada beberapa jenis otot skelet yang berfungsi berlawanan pada saat yang sama secara spontan. Keadaan ini disebut Inhibisi Reciprokal (menghambat bolak-balik).

Inhibisi Reciprokal: Adalah terjadinya gerakan yang berlawanan disuatu saat. Gerakan yang berlangsung karena stimulus pada otot skelet terhambat. Dan hambatan pada otot skelet yang lain disaat yang sama/simultan.


Publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung
PENGETAHUAN ORGAN-ORGAN DALAM

Cardio Vasculer (jantung dan pembuluh darah).
Jantung terletak diantara Paru-paru kanan dan kiri. Duduk pada Diafragma, berbentuk kerucut menyerupai jantung pisang.
Kedudukannya sedikit miring kekiri, pangkalnya berada di belakang tulang dada, sedangkan ujung jantung berada di dada kiri setinggi tulang iga ke-5-6 untuk pria tepat pada putting susu.
Jantung terbentuk dari otot jantung dan dibungkus oleh selaput jantung yang disebut Veri Cardium.
Selaput jantung terdiri dari 2 lapis, lapis luar disebut Veri Cardium Parietale dan lapis dalam disebut Veri Cardium Viserale. Diantara 2 selaput ini terdapat cairan kental yang berfungsi sebagai pelindung jantung. Otot jantung terdiri dari 3 lapis: Lapis luar disebut Epicardium (kulit jantung), lapis ke-2 Meocardium (otot jantung) dan lapis ke-3 Endocardium (otot jantung dalam). Endocardium ini berongga dan rongganya dibagi menjadi 4 ruang. Pertama rongga jantung dibagi menjadi 2 belahan yang dibatasi oleh skat yang disebut Sektum Curdis. Selanjutnya belahan kanan dibagi 2, yakni atas dan bawah. Yang atas disebut Atrium (serambi kanan) dan yang bawah disebut Ventrikel (bilik kanan).
Antara serambi kanan dan bilik kanan dibatasi oleh 3 klep yang dinamakan Valfula Tricusfidalis. Belahan kiri juga dibagi 2, bagian atas disebut Atrium Sinester (serambi kiri) dan yang bawah Ventrikel Sinester (bilik kiri). Yang kiri ini juga dibatasi oleh 2 klep disebut Valfula Bicusfidalis. Klep-klep itu dapat membuka dan menutup, membukanya kearah Ventrikel berfungsi untuk menahan agar darah yang sudah masuk ke ventrikel tidak dapat kembali ke Atrium.
Pada Ventrikel kiri keluar sebuah pembuluh darah bersih atau nadi utama disebut Aorta. Di Ventrikel Dexter terdapat pembuluh darah kotor dinamakan Arteria Fulmunalis. Di Atrium kiri ada pembuluh darah yang masuk ke jantung yaitu Vena Fulmunalis. Ini juga darah bersih. Sedangkan pada Atrium kanan masuk darah kotor ke jantung melalui Vena Kafa (pembuluh darah balik besar).

Jantung mempunyai gerakan, gerakan-gerakan itu adalah:
Kontraksi/sistule.
Pengenduran/diastole.
Lama kontraksi Ventrikel 0,3 detik, pengenduran 0,5v detik. Dengan cara ini jantung berdenyut terus-menerus selama hidup dan otot jantung mendapat istirahat ketika Ventrikel mengendur (0,5 detik).

Sirkulasi darah dikelompokan menjadi 4 kelompok, yaitu:
Sirkulasi sistemik: Adalah sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh melalui Aorta dan Arteria. Dari seluruh jaringan tubuh kembali ke jantung melalui Vena dan Vena Kafa.
Sirkulasi Fulmunal: Adalah darah kotor dari Ventrikel kanan menuju Paru-paru melalui Arteria Fulmunalis, di Paru-paru darah mengeluarkan Co2 dan uap air sebagai imbalannya darah mengambil oksigen dari Gelembung Paru sehingga darah menjadi bersih dan selanjutnya darah melalui Vena Fulmunalis ke jantung masuk ke Atrium kiri. Jadi darah didalam jantung adalah: Atrium kanan dan Ventrikel kanan darah yang sudah terpakai oleh jaringan-jaringan tubuh (kotor), sedang di atrium dan Ventrikel kiri darah bersih yang banyak mengandung oksigen.
Sirkulasi Portal: Adalah aliran darah dari lambung, usus, pankreas dan limpa yang dibawa oleh Vena Porte menuju hati dan dari melalui Vena Hepatika dialirkan menuju jantung.
Sirkulasi Koroner: Adalah cabang pertama dari aorta disebut Arteria Koronaria yang memberikan darah langsung pada jantung yang berarti arteria Koronaria inilah pensuplia makanan untuk jantung.

Gangguan-gangguan penyakit antara lain:
Karena penyempitan Arteria Koronaria menyebabkan jantung tidak mendapatkan makanan yang cukup akhirnya jantung menderita disebut penyakit jantung koroner.
Karena penyempitan arteria maupun Vena maka jalan darah tidak lancer sehingga jantung sebagai pompa bebannya bertambah berat jadi kerja jantung dipaksa. Akibat dari itu bila pembuluh darah tidak mampu lagi menahan maka pembuluh darah pecah yang dikenal dengan struk hemorijik. Kalau terjadi penyumbatan pada pembuluh darah sampai mengganggu fungsi syaraf, itu disebut struk non hemorijik.
Hepotensi: Karena Aorta Arteria kondisinya lemah/melebar dan kehilangan kelunturan, maka jantung akan mengalami penurunan daya kerja. Dengan demikian darah yang menuju keatas/kepala berat sehingga otak mengalami kekurangan suplai darah. Oleh sebab itu penderita mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi) dan merasakan pusing tujuh keliling atau kunang-kunang pada pandangannya.

Jantung mendapatkan persyarafan oleh syaraf Aseleran sebagai pemacu kerja jantung dan syaraf Vagus sebagai penghambat/rem kerja jantung.

Paru-paru dan Bronchus.
Manusia memiliki dua buah paru-paru, letaknya di kanan-kiri dada. Duduk pada Diafragma, di sela-sela antara paru-paru kanan dan kiri bagian bawah adalah letak jantung, ruang itu yang disebut Mediastinum. Paru-paru kanan terdiri atas 3 lobus/bagian, yaitu Lobus Superior, Lobus Medianus dan Lobus Inferior. Paru-paru kiri terbagi atas 2 bagian, yaitu bagian superior dan inferior. Jadi paru-paru kanan lebih besar dari paru-paru kiri. Paru-paru juga dibungkus oleh selaput yang disebut Pleura. Pleura ini terdiri dari 2 lapis, lapis luar disebut Pleura Parietale, lapis dalam disebut Pleura Piseral. Paru-paru dibentuk oleh susunan glembung-glembung paru yang disebut Alviolar. Pada Alviolar inilah terjadinya pertukaran gas Co2 dan O2 yang dikerjakan oleh sel-sel darah merah atas bantuan Hemoglobin.

Paru-paru berfungsi antara lain:
Mengembang; guna menampung udara dari luar tubu.
Mengempis; untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam tubuh.
Membersihkan darah yang telah dipergunakan oleh jaringan tubuh.

Saluran pernafasan sedikitnya ada 11 organ yang terlibat; organ-organ tersebut adalah:
Cavum Nasi (rongga hidung).
Pharynx (tekak).
Larynx (pangkal tenggorok).
Trakhea (batang tenggorok).
Bronchus (cabang tenggorok).
Bronchiulus.
Brochiulus Terminalis.
Bronchiulus Respiraturius.
Duktus Alveolaris.
Sakkus Alveolaris.
Alveolar.

Fungsi saluran pernafasan dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
Saluran pernafasan bagian atas meliputi rongga hidung sampai Brochiolus Terminalis disebut saluran pernafasan atas. Pada saluran pernafasan atas ini tidak terjadi proses pertukaran gas, jadi udara hanya lewat saja.
Saluran pernafasan bagian bawah meliputi Bronchiolus Respiratorius sampai Alveolar, pada saluran pernafasan bawah ini terjadi pertukaran gas.

Gangguan-gangguan penyakitnya antara lain:
Influenza (batuk, pilek).
Pharyngitis (radang tekak).
Laryngitis (radang pangkal tenggorokan).
Bronchitis (radang tenggorokan).
Asthma bronchiale (sesak nafas karena menyempitnya broncus).
Pleoritis (radang selaput paru-paru).
Empisema paru-paru (paru-paru basah).
TBC (Tuber Cluse paru-paru).
Pneumonia (radang alveolar) biasanya penderita ini orang yang terkena penyakit flu burung, HIV dan atau TBC berat.

Sistem pencernaan.
Organ-organ yang berperan dalam proses pencernaan adalah:
Mulut (oris), gigi (dent), lidah.
Pharynx (tekak).
Larynx (pangkal tenggorokan).
Trakhea (batang tenggorok).
Oesophagus (kerongkongan).
Lambung (gaster). Lambung mempunyai pintu gerbang Cardia Ventrikuli dan pintu belakang dinamai Vilorus dimana makanan terus masuk ke Duodinum (usus dua belas jari).
Usus Halus; Ada dua bagian yaitu Yeyenum dan Ileum, panjang usus halus lebih kurang 7 meter.
Colon Ascenden (usus besar naik).
Colon Tranversum (usus besar melintang); dari kanan ke kiri lewat dibawah lambung.
Colon Discenden (usus besar turun).
Colon Sigmoid; dari Colon Discenden ke tengah bawah perut, selanjutnya di tengah-tengah perut bawah turun dan disebut rectum dan anus.

Dimulut terjadi penghancuran makanan dengan cara dikunyah yang dikerjakan oleh gigi, proses ini banyak enzim yang berperan diantaranya enzim Maltose, Amilase dan Lipase. Enzim berfungsi membersihkan mulut, gigi dan membasmi kuman-kuman yang masuk melalui makanan. Di kerongkongan tidak ada proses pencernaan, jadi makanan hanya lewat saja. Tetapi dari Oesophagus sampai Colon, organ-organ ini mempunyai gerak pristaltik. Gerak pristalti, gerakannya seolah-olah memeras-meras makanan yang lewat berguna untuk menghaluskan makanan dan mendorong makanan agar terus berjalan maju. Dari Oesophagus makanan masuk ke lambung melalui Ventrikuli. Di lambung makanan berhenti untuk beberapa waktu antara 5 hingga 6 jam lamanya. Didalam lambung terjadi proses pencernaan yang dikerjakan oleh enzim-enzim lambung diantaranya adalah asam lambung (HCL) yang berfungsi membantu pristaltik, mematikan kuman-kuman yang masuk dan membangkitkan rasa lapar. Setelah makanan menjadi halus betul selanjutnya disebut bolus dan masuk ke Duodenum melalui Vilorus. Bahan makanan di lambung juga disemprot air empedu yang diperoleh dari saluran empedu (Doktus Kholedokus), air empedu ini berfungsi mencerna lemak dan membasmi kuman-kuman atau bakteri, memberi warna pada Vaeses juga mengurangi bau. Usus dua belas jari ini terletak pada dinding perut belakang, melengkung ke kiri dan memeluk kelenjar Pankreas. Bolus didalam Duodenum ini mendapatkan air dari pancreas yang disalurkan oleh Doktus Pankreaatikus, dan air ini mengandung enzim-enzim Trepsinogen, Amilasedan Lipase yang berfungsi untuk mencerna bolus juga menjaga bolus tidak basi. Kalau kekurangan air pancreas ini, maka bolus akan menjadi basi dan perut berbunyi seperti dikocok-kocok. Pangkal Usus Halus ada di kiri atas perut, didalam Usus Halus terdapat banyak jenis enzim diantaranya: Entrokinase, Amilase, Lipase dan enzim erecsin. Semua enzim saling bekerja sama untuk merubah bolus/makanan menjadi zat-zat yang mudah diserap oleh darah, yaitu:
Karbohidrat menjadi glukosa.
Protein menjadi asam amino.
Lemak menjadi zat lemak (lipid).
Semua zat-zat tadi ditambah fitamin, minral dan juga bakteri-bakteri yang belum dapat dimatikan diserap oleh darah dan dialirkan ke hati untuk diseterilkan. Proses pengiriman ini dikerjakan oleh Vena Mesentrika Superior Inperior. Selanjutnya bolus masuk ke Colon Ascenden melalui Katub Ileo Cekal yang terletak di perut kanan bawah kira-kira sepertiga jarak dari SIAS kanan ditarik ke puser, disitu juga terdapat Usus Buntu. Didalam Colon masih terjadi penyerapan oleh darah termasuk air yang belum terserap pada Usus Halus. Setelah bolus menjadi ampas, maka ampas ini dibusukan oleh bakteri Koli yang telah siap sebelum bolus masuk ke Colon. Ampas yang dibusukan itu akhirnya dicetak di Sigmoid dan Rectum kemudian dikeluarkan melalui anus.

Gangguan-gangguan penyakit pada pencernaan, di mulut: Sariawan/scorput, penyakit ini disebabkan kekurangan fitamin C. Gingifitis (radang gusi), dentis (radang gigi), odontalgia (nyeri gigi).
Penyakit pada lambung adalah mulanya terlalu banyak asam lambung yang menyebabkan iritasi pada dinding lambung yang selanjutnya menjadi borok dan radang lambung (gastritis).
Di Usus Halus banyaknya cacing dapat dianggap sebagai penyakit karena cacing-cacing ini merebut zat-zat makanan yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh. Kalau cacing ini tidak diatasi atau diobati, maka si penderita akan terganggu pertumbuhan tubuhnya (kurus).
Tipes juga terjadinya di Usus Halus, Colera , radang usus halus (interitis).
Radang lambung juga dapat menjalar ke Usus Halus disebut Gastro Interitis.
Usus Halus dapat juga terlipat (sembelit) apabila Usus Halus dalam keadaan kosong kemudian melakukan kerja berat atau olahraga.

Penyakit pada Colon yang sering terjadi antara lain: Dicentri baksiler maupun amuba. Sedangkan pembuluh darah pada Rectum dan anus mudah terjadi dilatasi (pengglembungan pembuluh darah), sehingga membuat lubang Rectum dan anus menjadi kecil, bila faeses yang lewat terlalu keras, maka akan memecahkan pembuluh darah dan terjadilah infeksi. Penyakit ini disebut Hemroid (ambeyen).

Hati (Hepar).
Hati merupakan kelenjar terbesar pada tubuh manusia, letaknya di perut sebelah kanan atas dibawah Diapragma di belakang Arcus Kustarum kanan, bentuknya menyerupai kerang. Bagian atas hati melengkung dan tebal, sedangkan bagian bawah hati tipis dan melekuk ke belakang. Hati dibungkus oleh Simpai Hati. Hati dibagi menjadi 2 bagian atau lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Lobus kanan lebih besar. Jaringan hati tidak banyak mengandung jaringan ikat, sela antara sel hati cukup renggang, oleh sebab itu otot hati keadaannya gembur. Di bawah lobus kanan hati terdapat kantung empedu (Vecika Velia), berfungsi menampung air empedu yang diproduksi oleh sel hati. Hati ditembus oleh Vena Kafa Inferior, yaitu vena yang terbesar yang seterusnya menembus diapragma dan bermuara di Atrium kanan jantung. Hati menerima darah untuk keperluan hidup dari Arteria Hepatika yang merupakan cabang dari Aorta Abdominalis (nadi perut).

Fungsi hati:
Membuat air empedu.
Tempat menyimpan darah.
Tempat zat-zat telur (protein) yang diperlukan untuk tubuh.
Tempat membuat zat-zat yang diperlukan untuk membuat sel-sel darah pada tulang sumsum merah.
Tempat untuk mematikan kuman-kuman penyakit yang datang dari usus.
Menetralisir racun-racun yang datang dari Usus Halus.

Gangguan-gangguan penyakit yang sering terjadi adalah Hepatitis. Hepatitis atau radang hati terdiri atas beberapa tipe:
Tipe A.
Tipe B.
Tipe C.
Tipe AB.
Tipe E.

Tanda dan gejalanya: Bagian-bagian tubuh yang berwarna putih menjadi kuning, mual-mual, pusing, suhu badan panas dan gairah hidup menurun.

Serosis adalah hati yang menyusut/mengecil, akibat serosis maka Vena Kafa Inferior terjepit sehingga darah balik yang membawa sampah-sampah pembakaran termasuk cairan tubuh tidak mampu melewati hati, hal ini menyebabkan Udema (penumpukan cairan tubuh) di kaki, tungkai dan sampai ke perut yang dikenal busung.

Lien (Limpa).
Limpa terletak di perut kiri atas, melekat di kiri lambung setinggi rusuk ke-10. Limpa adalah kelenjar, berfungsi menyimpan cadangan darah, sel-sel darah yang sudah mati. Kalau sel-sel darah yang sudah mati itu terlalu banyak, limpat membengkak sampai melalui Arcus Kostarum kiri. INi biasanya terjadi pada penderita penyakit malaria yang kronis (menahun), pembengkakan itu disebut dugalen dalam bahasa Jawa dan dugalen itu bisa diraba dari luar depan perut kiri atas.

Apabila tubuh dalam keadaan panas atau suhu udara lingkungan sangat panas, maka akan terjadi pembuluh darah tepi membesar (vaso dilatasi) sehingga pembuluh darah tepi mengalami kekurangan isi darah, yang menyebabkan tekanan darah menurun. Untuk menghindari agar tekanan darah tidak turun, maka Limpa mengeluarkan cadangan darahnya.

Ginjal (Ren).
Manusia mempunyai dua buah ginjal, besarnya sama dengan kepalan/tinju tangan kiri pemiliknya tetapi ginjal sedikit gepeng. Dua buah ginjal itu masing-masing melekat di kanan dan kiri Corpus Vertebrae Torax dan Lumbal, yang kanan setinggi Th11 sampai L1 atau L2, sedang yang kiri setinggi kira-kira Th12 sampai L2 atau L3. Ginjal dibagian luar berwarna merah, dibagian dalamnya berwarna pucat. Ginjal termasuk kelompok kelenjar Exokrin.

Proses yang terjadi di ginjal adalah:
Filtrasi (penyaringan/perembesan). Proses filtrasi ialah kejadian penyerahan cairan tubuh sisa pakai yang berarti membawa sisa-sisa pembakaran dari darah kepada ginjal.
Seleksi (pemilihan) zat-zat air yang masih dapat dipergunakan oleh tubuh dan zat-zat air yang sudah harus dibuang.
Reabsorsi (penyerapan kembali) ialah penyerapan kembali oleh darah cairan yang masih dapat dipergunakan oleh tubuh.
Exkresi, yaitu kejadian pembuangan air berikut kandungannya ialah: Urine (air seni). Kandungan air seni meliputi garam-garam, Urium, Asam Urine dan sisa-sisa bahan-bahan lain. Air seni dikeluarkan melalui dua buah ureter kanan dan kiri yang bermuara di kandung kemih (Vesica Urinaria) yang terletak sedikit diatas belakang Os Pubis di tengah-tengah perut bagian bawah. Kalau air seni yang tertampung pada Kandung Kemih mencapai kurang lebih 300 CC, maka syaraf Autonum terangsang sehingga manusia ingin berhajat kecil (kencing). Dari Kandung Kemih air seni keluar melalui Uretra, ini hanya satu. Uretra milik pria panjangnya kurang lebih CM20 dan wanita CM4.

Penyakit yang sering terjadi adalah pembentukan batu dalam ginjal atau Kandung Kemih.

Genetal (kelamin).

Genetal pria.
Genetal pria terdiri dari dua bagian, yaitu:
Genetalia external (luar).
Pada bagian ini terdiri atas organ-organ: Penis terbentuk oleh golbus (bonggol/pangkal) ada dua kanan dan kiri, masing-masing melekat pada tulang duduk (os itci’i) selanjutnya bergabung menjadi satu sebagai badan penis (corpus penis). Corpus penis bentuknya tidak rata tetapi tokak-tokak/breujul-brenjul, setelah badan zakar ialah leher zakar disebut Columna Glandis, paling ujung adalah kepala zakar (Gland Penis). Gland penis terbungkus oleh kulit yang disebut Reposium. Dalam kondisi normal reposium ini sangat elastis sehingga Gland Penis dapat dikeluarkan untuk dibersihkan, tetapi ada kalanya ujung lubangnya sangat kecil sehingga Gland Penis tidak dapat dibersihkan, kondisi menyebabkan terbentuknya bahan-bahan kanker. Untuk menghindari bahaya itu, maka reposium harus dibuang dengan cara sirkumsisi (disunat).
Penis disyarapi oleh Nervus Cudendus yang berasal dari Plexus Lumbo Sakralis, mendapatkan suplai darah dari Arteria Cudenda dan darah baliknya oleh Vena Cudenda. Arteria Cudenda terletak di bagian dalam, sedangkan Vena Cudenda di bagian luar. Bila Nervus Cudendus mendapatkan rangsangan pisik maupun Psikis, maka secara otomatis arteria Cudenda memberi aliran darah banyak kepada penis dan Vena Cudenda terdesak dari dalam sehingga Vena Cudenda menyempit, darah yang meninggalkan penis sedikit, didukung juga oleh muskulus erector penis (otot penegak zakar), maka penis menjadi membesar, tegang dan keras, kejadian ini disebut ereksi. Apabila rangsangan itu hilang/terlupakan, maka darah melalui Vena Cudenda pergi dengan cepat dan penis menjadi lembek. Organ lain yang termasuk genetalia externa adalah skrotum (kantung testis).
Genetal internal (dalam).
Organ-organ yang berperan: Testis berfungsi sebagai pembuat hormone testosterone/androsteron (sebagai hormone pertumbuhan laki-laki) dan memproduksi sperma. Tetis mempunyai saluran sperma yang disebut Doctus Defrent. Saluran sperma ini bermuara di pangkal uretra. Letak tetstis barada di dalam Scrotum. Di pangkal uretra terdapat dua kelenjar yaitu kelenjar prostat dan kelenjar seminalis/bvesicolosa. Kelenjar prostat bentuknya seperti cincin melingkari pangkal uretra, seminalis memanjang searah dengan uretra. Kedua kelenjar ini memproduksi air sperma (sement). Bila terjadi persetubuan ketika menjelang puncak, maka testis mengirimkan sel sperma melalui Doctus Defrent ke pangkal uretra. Disini sperma akan menyentuh prostat dan seminalis, maka kedua kelenjar ini segera mengeluarkan skritnya yang disebut sement untuk mempercepat jalannya sperma. Testis memproduksi sel sperma kurang lebih 60 juta sel per 24 jam.

Genetalia perempuan.
Organ-organnya bagian luar vagina, klitoris, persyarafan dan suplai darah sama dengan genetal pria. Akan tetapi karena terdapat perbedaan secara anatomis dan hormonal, maka apabila mendapat rangsangan baik pisik maupun psikis, kejadiannya berbeda.
Bagian dalam ialah rahim dan Ovarium. Ovarium memproduksi hormone estradiol/estrogen yang berpengaruh memaksakan sel telur dan mempengaruhi pertumbuhan klamin perempuan sekunder. Setelah terjadi ovulasi (lepasnya sel telur), maka glembung-glembung tempat telur tadi diisi oleh cairan kuning yang disebut badan kuning (corpus luteum). Badan kuning menghasilkan hormone progesterone yang bersama-sama estrogen mengatur pertumbuhan rahim dan merangsang pembentukan air susu (ASI). Hormon Relaktin yang berasal dari Pituitaria mempengaruhi mengundurnya otot-otot rahim sehingga memudahkan saat melahirkan.

Kelenjar Pankreas.
Pankreas terletak di dinding perut belakang di kiri atas dan dipeluk oleh duodenum. Kelenjar Pankreas berfungsi ganda karena bagian depan/kepala menghasilkan enzim pencernaan, yang sudah disampaikan pada hal system pencernaan.
Sedangkan bagian belakang/ekor pada pulau-pulau Langerhan menghasilkan hormone insulin yang berfungsi merubah zat gula (glucose) menjadi glekogen, dimana glekogen ini disimpan di otot, kulit dan jaringan-jaringan lain sebagai cadangan tenaga. Kekurangan insulin menyebabkan zat gula tidak dapat dirubah menjadi glekogen sehingga kadar gula di dalam darah tinggi, hal ini menimbulkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus) dengan tanda-tanda: Cepat lapar, cepat haus, sering buang air seni dan banyak keringat.
Penyakit diabetes ada dua, yaitu diabetes mellitus dan diabetes insifidus yang disebabkan oleh kekurangan hormone anti deuritik juga yang dihasilkan oleh kelenjar Pituitaria.

Glandula Parathyroid (kelenjar anak gondok).
Paratheroid menghasilkan hormone Paratormon yang berfungsi mengatur kadar calsium (CA) dalam darah dan mengatur metabolisme fosfor. Kekurangan Paratormon akan mudah terkena penyakit tetanus dan pengeroposan tulang (osteo porosis). Kelebihan Paratormon akan mempercepat pembentukan batu dalam ginjal atau kandung kencing dan juga mempercepat tumbuhnya tulang baru (ostefit/pengapuran).
Kelenjar anak gondok menghasilkan hormone Paratormon sedangkan kelenjar gondok menghasilkan hormone teroksin.
publikasi agus pijat sumberpucung

SISTIM NEUROMUSCULAR


PENGERTIAN UMUM
ç
Pengertian : Sistim syaraf adalah suatu pusat kontrol di dalam tubuh
manusia dan juga merupakan jaringan komunikasi.

Neuromuscular: Adalah sistim hubungan dalam struktur anatomis, fisiologis dan biomekanik antara sistim neuron (syaraf) dan sistim musculus (otot) yang terdapat di dalam tubuh manusia.

SISTIM KONTROL TUBUH

çSemua aktifitas manusia dikontrol oleh sistim kontrol yang terbagi atas:
1. Sistim syaraf
2. Sistim endokrin (hormon)

ANATOMI SISTIM SYARAF

çSecara struktur sistim, syaraf dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Sistim syaraf pusat, terdiri dari dua bagian:
a. Otak
b. Medula spinalis
2. Sistim syaraf tepi, terdiri dari tiga bagian:
a. Sistim syaraf efferent
b. Sistim syaraf afferen
c. Sistim syaraf autonom yang dibentuk oleh dua bagian, yaitu: Sistim syaraf simpatis dan sistim syaraf parasimpatis.

FISIOLOGI SISTIM SYARAF

çSecara fungsional, sistim syaraf ini melakukan fungsinya dengan dua cara, yaitu :
1. Untuk merangsang gerakan.
2. Untuk mempertahankan keadaan tubuh manusia bagian dalam, contoh; suhu jaringan, jumlah sel darah dan lain-lain.

Devinisi pembagian fungsi sistim syaraf, yaitu:
1. Sistim syaraf pusat
Berfungsi untuk menginterpretasikan semua impuls yang masuk dan memberikan respon yang sesuai.
2. Sistim syaraf tepi
Berfungsi untuk menyalurkan impuls dari semua reseptor di dalam tubuh manusia ke sistim syaraf pusat dan menyalurkan reseptor dari sistim syaraf pusat ke effektor.
3. Sistim syaraf afferen (sensoris/rasa)
Berfungsi menyalurkan impuls dari reseptor ke sistim syaraf pusat.
4. Sistim efferent (motorik/kerja)
Berfungsi menyalurkan impuls dari sistim syaraf pusat ke efektor. Pada sistim efferent berdasarkan efektornya dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Sistim syaraf somatic, yaitu jika yang menjadi effektornya adalah otot skelet (otot tulang).
b. Sistim syaraf autonom, yaitu jika yang menjadi effektornya adalah otot polos (otot jantung dan kelenjar).
5. Sistim syaraf autonom
Berfungsi untuk menghambat atau merangsang aktifitas dari organ yang disyarafi.
6. Reseptor
Adalah struktur khusus yang mampu mendeteksi (menerima rangsang) atau perubahan-perubahan lingkungan di dalam dan di luar tubuh manusia.
7. Effektor
Adalah struktur yang memberikan respons terhadap stimulus atau rangsangan yang berasal dari sistim syaraf pusat.

STRUKTUR JARINGAN SYARAF

çSecara histologis, jaringan syaraf dibentuk oleh dua bagian, yaitu:
1. Neuron/sel syaraf
Neuron adalah bagian unit fungsional yang terkecil dari syaraf. Berfungsi untuk menerima/menghantarkan impuls dari satu bagian ke bagian yang lain di dalam tubuh manusia. Neuron dibentuk oleh tiga bagian, yaitu:
a. Badan sel: Berfungsi untuk menginterpretasikan impuls yang masuk dan memberikan respon.
b. Dendrit: Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar menuju atau masuk ke dalam badan sel. Pada umumnya setiap sel neuron mempunyai lebih dari satu dendrit.
c. Akson: berfungsi untuk mengalirkan impuls keluar dari badan sel. Pada umumnya dalam setiap sel neuron hanya mempunyai satu akson.
2. Neuroglia: Berfungsi sebagai penunjang/penyanggah.

SIFAT SISTIM SYARAF

çSistim syaraf mempunyai 2 sifat utama yang relatif tidak dimiliki oleh sel-sel lain di dalam tubuh manusia, yaitu:
1. Ketidakmampuan untuk melakukan regenerasi misalnya: Apabila ada kerusakan maka bekas lukanya bersifat menetap.
2. Kemampuan menghantarkan impuls syaraf.

Akson ada yang berselubung myelin dan ada juga yang tanpa diselubungi myelin. Fungsi selubung myelin adalah untuk proses regenerasi dan sebagai isolator. Neuron di sistim syaraf pusat juga memiliki myelin tetapi tidak mampu untuk berregenerasi.

çProses pengahntaran impuls syaraf secara step by step terdapat pada serat syaraf yang tanpa selubung myelin yaitu yang polos. Pada serat syaraf yang bermyelin, penghantaran impuls syaraf terjadi secara melompat-lompat, penghantaran ini disebut dengan penghantaran impuls syaraf secara saltatori. Penghantaran impuls syaraf secara saltatori lebih cepat daripada penghantaran impuls syaraf secara step by step.

KECEPATAN HANTAR SYARAF

çKecepatan hantar syaraf (KHS) tergantung pada diameter serat syaraf. Berdasarkan pada diameter, serat syaraf dibagi atas:
1. Serat syaraf tipe A
Adalah serat syaraf dengan diameter terbesar, umumnya terselubung myelin, mempunyai KHS 100m/detik.
2. Serat syaraf tipe B
Adalah serat syaraf dengan diameter menengah, serat syaraf ini berselubung myelin, mempunyai KHS 10m/detik.
3. Serat syaraf tipe C
Adalah serat syaraf dengan diameter kecil, serat syaraf ini tanpa selubung myelin, mempunyai KHS 0,5m/detik sehingga KHS jauh lebih lambat dari serat syaraf lainnya.

çSerat syaraf tipe A dan B terdapat pada penghantaran impuls syaraf secara saltatori karena memiliki selubung myelin. Serat syaraf tipe C hanya terdapat pada penghantaran impuls syaraf secara step by step karena tanpa selubung myelin. Pada otot skelet yang memerlukan KHS yang cepat, menggunakan serat syaraf tipe A dan B (bersifat sensoris).

SISTIM PERSYARAFAN OTOT

1. Persyarafan otot skelet pada umumnya dilakukan oleh sistim syaraf tepi.
2. Persyarafan otot visceral dan otot jantung dilakukan oleh sistim syaraf autonom.
3. Sirkulasi darah otot-otot di dalam badan dilakukan oleh sistim cardio vascular.
a. Secara anatomis: Jaringan otot terlihat diinfiltrasi oleh banyak pembuluh darah dan serat syaraf
b. Secara fisiologis: Hal ini berkaitan erat dengan fungsi otot untuk berkontraksi guna menghasilkan gerakan.

MOTOR END PLATE

çAdalah bagian membran otot yang berada langsung di bawah ujung axon (serat syaraf motorik). Bagian ujung axon yang kontak langsung dengan serat otot disebut dengan nama Neuromuscular Junction.

SISTIM SYNAPSIP

çSynapsip adalah struktur yang menghubungkan satu neuron dengan neuron lain. Synapsip mempunyai fungsi yang penting dalam fungsi syaraf karena melalui synap ini kontrol dari organ-organ tubuh dapat dilakukan oleh sistim syaraf pusat lebih sederhana.



ANATOMI SYNAPSIP

çSecara anatomis synapsip dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Serat syaraf presynaptik: Serat syaraf yang menuju synapsip.
2. Serat syaraf potssynaptik: Serat syaraf yang keluar dari synapsip.

FISIOLOGI SYNAPSIP

çSecara fisiologis, synapsip dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Synapsip divergen. Adalah synapsip dengan satu neuron presynaptik dan banyak neuron postsynaptic.
2. Synapsip konvergen. Adalah synapsip dengan banyak neuron presynapsip dan satu neuron postsynapsip.

SISTIM TRANSMITTER SYARAF

çPengertian: Substansia Transmitter adalah zat kimia yang berfungsi dan terlibat dalam penghantaran impuls syaraf melalui celah synaptic.

çSubstansia transmitter di dalam synaptic ada 2 macam yaitu:
1. Acethyl Coline/Ach. Adalah Substansia Transmitter yang terdapat di celah synaptic yang berfungsi menghantarkan impuls syaraf dari ujung neuron presynaptik ke pangkal neuron postsynaptic. Zat kimia AC-H di produksi oleh ujung-ujung serat syaraf neuron presynaptik.
2. Choline Esterase. Adalah zat kimia yang berfungsi untuk menghancurkan atau menonaktifkan AC-h yang terdapat di dalam celah synaptic. Choline Esterase diproduksi oleh pangkal-pangkal serat syaraf neuron postsynaptic.
publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung
SISTIM SIRKULASI DAN PERTUKARAN CAIRAN TUBUH


PENGERTIAN UMUM

Pengertian : Sistim sirkulasi adalah sistim pengangkatan dan peredaran darah yang komponen-komponennya terdiri dari berbagai sistim penting yaitu jantung, arteri, vena, kepiler dan saluran limfe.

Pertukaran cairan tubuh: Adalah proses keluar masuknya zat-zat yang berlangsung tanpa melibatkan aktifitas membran sel (proses secara pasif), atau dengan melibatkan aktivitas dinding sel (proses aktif).

SEL DAN FUNGSINYA

Sel adalah struktur terkecil yang menyusun tubuh manusia. Manusia terbentuk dari kurang lebih 75 trilyun sel hidup. Sel hidup tidak terbatas sesuai dengan keadaannya serta berkembang biak menggunakan nutrien-nutrien yang cocok dalam cairan sekitarnya.

ORGANISASI SEL

Sel mengandung dua bagian pokok, yaitu:
1. Inti sel
2. sitoplasma.

Inti sel dipisahkan dari sitoplasma oleh membran inti sel. Dan sel dipisahkan dari cairan disekitarnya oleh membran sel pula. Cairan dalam sel disebut cairan intra sel (sitoplasma yang terdiri dari cairan). Dan cairan di luar sel disebut cairan extra sel (cairan di dalam pembuluh darah/plasma darah). Sedangkan cairan diantara sel-sel disebut cairang intertitial (di luar sistim cardiovascular). Cairan-cairan tersebut mengandung elektrolit/ion-ion.

STRUKTUR ZAT PEMBENTUK SEL

Protoplasma adalah kumpulan berbagia zat yang menyusun sel dan terdiri dari 5 zat dasar, yaitu:
1. Air
2. Elektrolit
3. Protein
4. Lipid
5. Karbohidrat.

ANATOMI DINDING SEL

Secara anatomis, dinding sel dibentuk oleh dua lapisan, yaitu:
1. Protein (60 persen)
2. Lipid/lemak (40 persen).

Dinding sel (membran sel/membran plasma) adalah suatu bagian jaringan tipis yang membatasi bagian luar dan dalam seluler. Dinding sel mempunyai lubang-lubang kecil sebagai pori-pori sel. Cairan extra sel yang beredar dalam ruangan antar sel dan bercampur bebas dengan cairan darah melalui kepiler-kapiler darah.
Darah adalah cairan extra sel yang memberikan nutrien dan zat-zat yang diperlukan oleh sel untuk fungsi seluler. Untuk bisa mendapatkan nutrien dan zat-zat ini harus ditransfer melalui membran sel.

SISTIM TRANSPORTASI ZAT

Proses transportasi (proses keluar masuknya) zat-zat melalui membran sel untuk ke dalam ataupun keluar dari sel dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Transfort pasif: Pergerakan zat-zat kesegala arah dengan cara sembarangan yang disebabkan oleh pergerakan knetik normal.
2. Transfort aktif: Pergerakan zat-zat dalam ikatan kimia dengan zat-zat pengemban (karrier), dalam membran dan juga pergerakan melawan gradient energi seperti dari konsentrasi rendah menuju kekonsentrasi tinggi, suatu proses yang memerlukan energi kimia.

TRANSPORT PASIF

Proses transport secara pasif dapat dilakukan dengan cara:
1. Difusi
Adalah gerakan molekul/ion kesegala arah karena adanya energi kinetik pada zat-zat tersebut. Proses difusi berlangsung dari area dengan konsentrasi yang tinggi ke area yang konsentrasi/kadarnya lebih rendah sampai tercapai suatu keadaan keseimbangan (equilibrium). Proses difusi ini bisa berlangsung tanpa atau dengan melewati membran sel. Dan proses masuknya air kedalam maupun keluar sel umumnya berlangsung secara difusi.
a. Proses difusi tanpa melewati membran, contoh, contoh: Tinta dimasukan kedalam air sehingga terjadi penyebaran warna yang homogen.
b. Proses difusi dengan melewati membran, contoh: Pemindahan oksigen dari kapiler ke sel, pemindahan CO2 dari sel ke dalam kapiler.
2. Difusi fasilitasi/carrier
Zat-zat yang tidak larut dalam lipid dapat melewati membran sel dengan cara difusi fasilitasi, contoh: Transportasi glukosa masuk kedalam sel. Dalam difusi fasilitasi terlibat suatu zat yang terdapat di dalam dinding sel yang disebut dengan nama Carrier. Proses transportasi glukosa dipercepat oleh hormon yang namanya insulin yang dihasilkan oleh pancreas.
3. Osmosa/osmosis
Proses berlangsungnya dari daerah konsentrasi yang lebih tinggi ke area konsentrasi yang lebih rendah melalui suatu membran yang sifatnya semipermeable. Tenaga yang mendorong terjadinya gerakan osmosa diperoleh dari perbedaan konsentrasi, tenaga ini disebut tekanan osmosa. Dalam osmosa ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu:


a. Hipertonik (keriput): Sel darah dimasukan kedalam cairan H2 O.
b. Hipotonik (hemolisis/hancur atau pecahnya sel darah merah): Sel darah merah dimasukan ke dalam larutan NACL 20%.
c. Isotonik: Terjadi keseimbangan keluar masuknya cairan.
4. Filtrasi
Adalah gerakan molekul dengan ukuran kecil sampai menengah melewati membran sel dengan menggunakan tenaga mekanik (tekanan). Proses filtrasi ini ditemukan pada ginjal, contoh: sistim exkresi.
5. Dialysa
Adalah proses filtrasi yang berlangsung di luar tubuh manusia dengan bantuan ginjal buatan, contoh: Cuci darah (hemodyalisa).

TRANSPORT AKTIF

Proses secara aktif dapat dilakukan dengan:
1. Transport atif
Menggunakan tenaga dengan proses pemecahan ATP (ADENOSINE THREE PHOSPHATE) menjadi ADP (adenosine di phosphate). Transport aktif ini banyak terjadi untuk mentransportkan zat-zat yang tidak bisa melewati membran plasma tapi sangat dibutuhkan oleh sel untuk proses kehidupan. Gerakan zat berlangsung dari daerah yang berkadar rendah ke area yang kadarnya tinggi. Transport akitf ini ditemukan pada transportasi ion-ion.
2. Fagositosi
Zat/molekul dibungkus oleh dinding sel yang akan dimasukan kedalam dinding sel (sel yang memakan).
3. Pinositosis
Untuk menghilangkan benda-benda/zat-zat asing yang merugikan di dalam sel terdapat rongga seperti vakuala (sel yang meminum).

SISTEM STIMULUS

Pengertian: Stimulus adalah factor-faktor yang menyebabkan perubahan lingkungan di dalam badan manusia atau di luar badan manusia.

Irritabilitas: Adalah kemampuan membran neuron untuk memberikan repons terhadap stimulus/rangsangan dan merubahnya menjadi impuls syaraf.

Impuls syaraf: Aksi potensial yang terdapat di dalam syaraf.

FISIOLOGI STIMULUS

Secara fisiologis, stimulus dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Bersifat listrik
2. Bersifat kimia
3. Bersifat mekanik.

KEKUATAN STIMULUS

Berdasarkan kekuatannya, stimulus dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Stimulus yang berkekuatan ambang rangsang/treshold/liminal. Stimulus dengan kekuatan ini mampu mengubah lingkungan yang dapat dideteksi oleh reseptor dan mampu menciptakan aksi potensial (impuls syaraf).
2. Stimulus yang berkekuatan subtrshold/subliminal.
Adalah stimulus yang berkekuatan dari stimulus treshold. Stimulus jenis ini tidak mampu untuk menciptakan impuls syaraf. Karena impuls syaraf tidak mampu untuk menciptakan keadaan depolarisasi dan tidak kuat untuk menciptakan impuls syaraf. Akibatnya, penghantaran impuls syaraf terjadi sesuai dengan hokum tuntas atau gagal (all or none).

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung

SISTEM SIRKULASI DARAH
ENGERIAN UMUM

Pengertian: Adalah proses transportasi darah yang dalam fungsinya untuk memberikan nutrien dan zat-zat yang diperlukan oleh sel untuk fungsi seluler.

Darah adalah cairan extra sel yang memberikan nutrien dan zat-zat yang diperlukan oleh sel untuk fungsi seluler. Di dalam tubuh, sel darah dibedakan menjadi dua jenis yaitu sel darah merah dan sel darah putih. Umur sel darah merah di dalam tubuh manusia adalah 120 hari, dimana selanjutnya membran sel akan rapuh dan pecah di dalam sirkulasi limfe. Jumlah rata-rata sel darah merah pada laki-laki 5,200,000/3mm dan pada wanita 4,720, 000/3mm.

FISIOLOGI SIRKULASI DARAH

Sistem peredaran darah (sirkulasi) terdiri dari lima bagian, yaitu:
1. Jantung. Berfungsi sebagai organ pemompa darah besar yang memelihara peredaran sirkulasi darah melalui seluruh tubuh.
2. Arteri. Berfungsi mengalirkan darah bersih dari jantung keseluruh bagian tubuh.
3. Vena. Berfungsi mengalirkan darah kotor dari seluruh bagian tubuh kembali menuju jantung.
4. Kapiler. Merupakan bagian dari pembuluh darah yang terkecil dan dalam perjalannya saling menghubungkan antara arteri dan vena dengan membentuk anyaman, yang terentang diantaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan buangan. Di sini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan extraseluler interstisial.
5. Saluran limfe. Berfungsi untuk mengumpulkan, menyaring dan menyalurkan kembali darah, dari dan keluar limfe melalui dinding kapiler halus untuk membersihkan jaringan. Saluran limfe ini juga dapat dianggap menjadi bagian dari system sirkulasi.

STRUKTUR SIRKULASI DARAH

Sirkulasi darah dikelompokan dalam empat bagian, yaitu:
1. Sirkulasi sistemik. Aliran darah dari jantung yang dialirkan keseluruh tubuh melalui arteri dan kembali ke jantung melalui vena.
2. Sirkulasi pulmonal. Aliran dari ventrikel kanan jantung menuju ke paru-paru dan kembali ke atrium kiri jantung.
3. Sirkulasi portal. Aliran darah dari lambung, usus, pancreas dan limpa yang dibawa oleh vena porta menuju hati dan dari hati melalui vena hepatica dialirkan menuju jantung.
4. Sirkulasi koroner. Aliran darah dari jantung dan dialirkan di dalam jantung itu sendiri (peredaran darah jantung yang menyediakan darah untuk jantung sendiri).




ANATOMI JANTUNG

Jantung adalah organ berupa otot berbentuk kerucut dan berongga dengan berat sekitar 300 gram. Jantung terbagi oleh sebuah sekat menjadi 2 belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan terbagi lagi menjadi 2 ruang, yang atas disebut atrium dan yang bawah disebut ventrikel.
Jantung merupakan sebuah pompa dan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam jantung selama peredaran darah disebut siklus jantung.

FISIOLOGI JANTUNG

Gerakan jantung terdiri dari dua jenis kontraksi yaitu:
1. Kontraksi atau sistol
2. Pengendoran atau diastole.

Kontraksi dari kedua atrium jantung terjadi secara serentak dan disebut sistol arterial, sedang pengendorannya disebut diastole arterial. Kontraksi dari kedua ventrikel jantung yang terjadi secara serempak disebut sistol ventrikel dan pengendorannya disebut diastole ventrikel.
Lamanya kontraksi ventrikel adalah 0,3 detik dan pengendorannya selama 0,5 detik. Dengan cara ini jantung berdenyut terus-menerus siang maupun malam selama hidupnya, dan otot jantung hanya mendapatkan istirahat sewaktu diastole ventrikel.

SIFAT OTOT JANTUNG

Otot jantung mempunyai tiga sifat yang khas, yaitu:
1. Kemampuan berkontraksi: Kemampuan untuk memompa darah.
2. Konduktivitas (daya antar): Kemampuan menghantarkan melalui setiap serabut otot jantung secara halus dalam berkas his.
3. Ritme. Kemampuan otot jantung melakukan kontraksi secara ritmeik/teratur secara otomatis, dimana tidak tergantung pada rangsangan yang sampai ke jantung melalui syaraf vagus/parasimpatik (hambatan/rem) dan simpatik.

publikasi agus pijat jatiguwi

SISTEM PANCAINDRA

PENGERTIAN UMUM

Pengertian: Merupakan organ reseptor khusus di dalam tubuh manusia yang memiliki system khusus di dalam struktur anatomi dan fisiologisnya.

Sistem pancaindra manusia disusun atas lima bagian, yaitu:
1. Indra pendengaran (telinga)
2. Indra penglihatan (mata)
3. Indra pengecap (lidah)
4. Indra peraba (kulit)
5. indra pembau (hidung).

INDRA PENDENGARAN (TELINGA)

Pengertian: Bagian dari tubuh manusia yang berfungsi sebagai organ pendengar bunyi dan pusat keseimbangan tubuh manusia.

ANATOMI DAN FISIOLOGI TELINGA

Struktur susunan bagian telinga dibagi menjadi tiga bagian yang saling berhubungan dan mempunyai ikatan yang erat, yaitu:
1. Telinga luar. Terdiri dari daun telinga, liang dan gendang telinga serta dilengkapi dengan rambut telinga dan kelenjar khusus di dalam liang telinga luar ini yang menyediakan zat lilin untuk melindungi kulit dari luka. Fungsi: Untuk mengarahkan bunyi ke gendang telinga dan mengubah frekwensi suara menjadi frekwensi listrik.
2. Telinga tengah. Terdiri dari tiga buah tulang kecil yang disebut martil, landasan dan sangurdi, di bagian ini telinga berhubungan dengan tenggorokan lewat corong eustachius fungsinya: Untuk meneruskan frekwensi listrik suara ke telinga dalam dengan cepat.
3. Telinga dalam. Terdiri rumah siput yang berisi ujung-ujung syaraf pendengaran dan organ keseimbangan berupa pembuluh kecil yang hidup terapung di dalam pembuluh lain yang berisi cairan, fungsinya: Untuk menterjemahkan kembali gelombang listrik suara menjadi gelombang bunyi yang langsung diterima oleh reseptor otak.

INDRA PENGLIHATAN (MATA)

Pengertian: Bagian dari tubuh manusia yang berfungsi untuk melihat.

ANATOMI FISIOLOGI MATA

Organ mata terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Bulu mata. Berfungsi untuk melindungi mata dari segala gangguan debu, keringat, cahaya dan lain-lain.
2. Kelopak mata. Berfungsi untuk melindungi bola mata dan menutup bola mata saat kita memerlukan istirahat/tidur.
3. Bola mata. Berfungsi seperti bola dan terletak serta dilindungi oleh rongga mata yang terdiri dari tulang keras. Bola mata diikat dan digerakan oleh otot mata.

Bola mata terdiri dari lima bagian, yaitu:
1. Selaput bening. Merupakan dinding bola mata yang pertama dan paling depan, berfungsi sebagai pelindung dari penyakit.
2. Selaput hitam/choroidea. Merupakan selaput keras sebagai perluasan selaput bening, berfungsi untuk melindungi selaput hitam yang banyak mengandung pembuluh darah. Di sebelah depan, selaput hitam ini membentuk selaput pelangi (kiri) yang tampak seperti cincin dan dapat menciut atau melebar tergantung pada banyak maupun sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata.
3. Selaput jala/retina. Merupakan kumpulan serabut syaraf penglihatan yang langsung berhubungan dengan otak.
4. Lensa mata. Terdapat di dalam kantung lensa dan ditutup oleh selaput pelangi, dindingnya lembut dan dapat dipipihkan bila digunakan untuk melihat benda jarak jauh, dan dapat digembungkan untuk melihat benda jarak sebaliknya.
5. Biji mata. Merupakan bagian dari retina yang berfungsi menghubungkan syaraf penglihatan dengan otak.

Struktur penunjang bola mata terdiri dari:
1. Otot mata. Berfungsi mengikat bola mata dan sekaligus menggerakannya ke arah benda-benda yang kita pandang.
2. Air mata. Berfungsi untuk membersihkan mata dari kotoran dan debu serta untuk menjaga kelembaban bola mata agar tidak kering dan rusak.

INDRA PENGECAP (LIDAH)

Pengertian: Sebuah organ yang berbentuk otot lemah dan berjalur berfungsi sebagai artikulasi dan organ perasa (rasa kecap) yang dilengkapi dengan pupil-pupil reseptor rasa manis, asin, pahit dan asam serta ditunjang dengan kelenjar air ludah.

ANATOMI FISIOLOGI MULUT

Dalam melaksanakan fungsinya, lidah tidak bekerja sendiri melainkan ditunjang oleh mulut beserta komponen-komponennya, yaitu:
1. Mulut. Merupakan bagian dari organ artikulasi dan organ pertama pencernaan yang berfungsi untuk menyatakan pendapat atau isi hati serta membantu dalam proses pencernaan.
2. Gigi. Merupakan alat untuk menggigit dan mengunyah makanan sebelum ditelan.
3. Kelenjar-kelenjar. Merupakan bagian-bagian yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan air ludah dalam menjaga kelembaban mulut dan mempermudah mencerna makanan.

INDRA PERABA (KULIT)

Pengertian: Merupakan organ yang memiliki banyak fungsi diantaranya pelindung terdepan terhadap bakteri, mengatur panas tubuh, sebagai alat peraba, sebagai alat penerima (reseptor panas dingin, sakit, gatal), sebagai penyimpan lemak dan sebagai pelindung tubuh terhadap trauma/benturan.

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

Kulit terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1. Kulit Ari. Merupakan lapisan yang paling luar dari lapisan tanduk dan kulit basah. Lapisan tanduk adalah lapisan yang sangat tipis dan mudah mengelupas, sedangkan di dalam kulit basah terkandung zat pewarna kulit (pigmen) yang menentukan warna kulit seseorang.
2. Kulit Jangat. Merupakan lapisan tebal kulit yang di dalamnya terdapat kelenjar keringat, akar rambut, persyarafan dan pembuluh darah.
3. Lapisan lemak. Merupakan kulit yang terdalam dan berfungsi sebagai tempat menyimpan lemak dan sebagai tempat perhubungan otot-otot serta tulang.

INDRA PEMBAU (HIDUNG)

Pengertian: Merupakan bagian dari organ respirasi dan berfungsi sebagai reseptor pembau, termo ragulator serta sebagai pelindung tubuh terhadap bakteri yang terdapat di dalam udara.

ANATOMI FISIOLOGI HIDUNG

Hidung terdiri dari enam bagian, yaitu:
1. Tulang hidung
2. Otot-otot hidung
3. Bulu hidung
4. Silia (reseptor bulu getar)
5. Pembuluh darah
6. Kelenjar mukosa.

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung

SISTEM PERNAFASAN

PENGERTIAN UMUM

Pengertian: Proses respirasi adalah suatu proses yang unik, karena proses ini bisa terjadi secara spontan (otomatis) dan disadari (dapat dikontrol).

Saluran nafas: Adalah saluran yang dilalui oleh proses respirasi yang dimulai dari rongga hidung hingga alveolar sebagai tempat pertukaran gas.

PERNAFASAN

Mahluk hidup membutuhkan O2 di dalam kehidupannya. Oleh sell kebutuhan akan O2 diambil dari cairan disekitarnya, serta bersamaan dengan itu, sell akan melepaskan CO2 kedalamnya sebagai proses respirasi. Gerakan pernafasan adalah suatu proses dimana gas bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, tekanan atmosfir: mmHg760.

Respirasi (pernafasan) dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. External respirasi. Yaitu pertukaran O2 dengan CO2 antara tubuh dengan lingkungan luar.
2. Internal respirasi. Yaitu pertukaran gas-gas tersebut antara sell jaringan dengan cairan sekitar.

Lingkup pembahasan internal respirasi adalah:
1. Anatomi fisiologi system pernafasan/respirasi.
2. Komposisi udara pernafasan.
3. Pernafasan internal Meliputi:
a. Gerakan udara pernafasan.
b. Dissosiasi O2 dari Hb.

ANATOMI PERNAFASAN

Susunan pernafasan terdiri dari sebelas bagian, yaitu:
1. Cavumnasi (rongga hidung)
2. Pharynx (tekak)
3. Larynx (pangkal tenggorokan)
4. Trakhea (batang tenggorokan)
5. Bronchus (cabang tenggorokan)
6. Bronchiolus
7. Bronchiolus terminalis
8. Bronchiolus respiratorius
9. Duktus alveolaris
10. Sakkus alveolaris
11. Alveolar.



FISIOLOGI PERNAFASAN

Saluran pernafasan dapat dikelompokkan dalam dua fungsi bagian, yaitu:
1. Saluran pernafasan bagian atas yang meliputi rongga hidung sampai bronchiolus terminalis. Di dalam saluran ini tidak terjadi proses pertukaran gas, jadi hanya berfungsi sebagai tempat dilaluinya/perlewatan udara saja.
2. Saluran pernafasan bagian bawah, yaitu: Bronchiolus respiratorius sampai alveolar. Di dalam saluran ini terjadi proses pertukaran gas.

Dinding bronchiolus terminalis berlapis otot halus yang berfungsi untuk mengatur keluar dari masuk, dari dan ke unit respirasi. Disini terdapat bronchiolus respiratorius yang berdinding tipis alveoli, mulai terjadi pertukaran gas melalui membran alveioli dan endotel kapiler menuju darah.

KOMPOSISI UDARA PERNAFASAN

Komposisi udara di alam bebas: O2 13,8 %, N2 79,01 % dan CO2 55 %.
Komposisi udara saat pernafasan biasa/dalam ruang respirasi:
1. Inspirasi: ml500 udara. O2 20,95 %, N2 79,01 %, Co2 0,04 %. Ml140 dalam �dead space� ml360 masuk dalam alveoli, terjadi perubahan komposisi. O2 masuk ke dalam darah, CO2 keluar dari dalam darah.
2. Expirasi: O2 16,4 %, N2 79,6 % dan CO2 4,0 %.

UDARA PERNAFASAN

Gerakan udara pernafasan:
1. Udara Expirasi. H2O mmHg 47, O2 16,4 % (713_47) = mmHg16,2, CO2 4%x713 = mmHg28,5.
2. Udara Inspirasi. O2 20,95%x760=mmHg159, CO2 0,04%x760=mmHg0,3.
3. Darah vena. O2 mmHg40, CO2 mmHg46.
4. Darah arteri. O2mmHg96, CO2 mmHg40.

DISOSIASI O2 DARI Hb

Adalah jumlah O2 yang diambil dari Hb (hemoglobin) tergantung:
1. PO2 T/suhu
2. PCO2 Aciditas. Darah menerima CO2 dari jarringan --- P CO2 meninggi sehingga cepat melepaskan O2.

SISTEM ENERGI

ATP (Adenisin triphosphat) berfungsi untuk :
a. Membangun/memelihara pertumbuhan jaringan, sekresi jaringan, suplai energi dan lain-lain.
b. Energi kerja cell.
c. Bebaskan panas untuk mempertahankan suhu tubuh.

Siclus crebs/system siklus energi dalam tubuh berasal dari: Glikogen dan asam lemak bebas +P+ADP+O2 --- CO2+H2O+ATP.

ASPEK MEKANIK PERNAFASAN

Siklus pernafasan terdiri dari inspirasi dan ekspirasi yang berlangsung karena adanya otot-otot pernafasan. Pembesaran rongga thorak selama inspirasi dilakukan oleh kerutan diagpragma dan gerakan iga, sternum dan vertebra --- paru mengembang --- tekanan intra pulmonal menurun --- udara dari luar masuk.

Proses respirasi meliputi:

1. Ventilasi

Adalah proses keluar masuknya udara (O2) kedalam paru-paru melalui saluran nafas karena adanya aktifitas dari otot-otot pernafasan yang menyebabkan mengembang dan mengempisnya sangkar thorax sehingga menyebabkan perbedaan tekanan didalam paru dan admosfir.
Dead space (ruang rugi) adalah suatu ruangan di dalam saluran nafas atau paru yang tidak berfungsi/terlibat dalam pertukaran gas (kapasitas 150 cc).
Resistance adalah tahanan terhadap arus udara yang tergantung pada diameter dari saluran nafas.
Compliance adalah daya pengembangan paru dan thorak dipengaruhi oleh elastisitas paru dan sangkar thorak.

VOLUME KAPASITAS PARU-PARU

Dapat diukur 4 jenis volume dan kapasitas paru-paru, yaitu:
a. VT (volume tidal). Volume udara yang masuk atau keluar paru dalam pernafasan biasa (kapasitas 0,4 liter).
b. IRV (inspiratory reserve volume). Volume udara yang masih dapat dimasukan kedalam paru pada inspirasi maksimal segelah inspirasi biasa (kapasitas 2,6 liter).
c. ERV (expiratory reserve volume). Volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru dengan ekspirasi maksimal setelah ekspirasi biasa(kapasitias 1,5 liter).
d. RV (residual volume). Udara yang masih ada di dalam paru setelah ekspirasi maksimal (kapasitas 1,5 liter).
e. VC (vital Capasity). Volume udara yang dapat dikeluarkan dengan ekspirasi meksimal setelah inspirasi maksimal (VT+IRV+ERV=4,5 LITER).
f. TLC (total lung capacity). Seluruh udara yang dapat ditampung di dalam paru, yaitu jumlah VC+RV=6 liter.
g. FRC (functional residual capacity). Jumlah udara yang masih tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi biasa adalah ERV+RV=3 liter.
h. IC (inspiratory capacity) Volume udara yang dapat diinspirasikan setelah akhir ekspirasi biasa VT+IRV=3 liter.

2. Difusi

Adalah berpindahnya molekul-molekul O2 dan CO2 dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah melalui membran respirasi.


3. Perfusi

Adalah sirkulasi darah melalui kapiler paru dan transport O2 dan CO2 ke dan dari jaringan.

PERTUKARAN GAS DI DALAM JARINGAN

Transport O2 dan CO2 di dalam tubuh dengan lingkungan meliputi:
a. Pertukaran antara udara luar dengan udara yang terdapat di alveoli paru.
b. Pertukaran O2 dan CO2 antara udara di alveoli paru dengan darah di dalam kapiler (respirasi eksternal).
c. Pertukaran O2 dan CO2 di dalam sirkulasi darah dari kapiler pulmonalis ke jaringan kapiler dan kembali ke kapiler pulmonalis.
d. Pertukaran O2 dan CO2 antara darah di dalam jaringan kapiler dan sel-sel yang membentuk jaringan (internal/selular respirasi).

Penamaan secara teknis untuk peristiwa urutan ini disebut ventilasi pulmonalis yaitu pertukaran udara antara udara luar dengan udara alveolar.

SISTEM PERSYARAFAN PERNAFASAN

Pusat kontrol pernafasan dilakukan oleh medulla oblongata. Rangasangan system syaraf parasimpatis melalui n. Vagus menimbulkan bronchokontaksi, rangsangan syaraf simpatis akan menimbulkan reaksi bronchodilatasi. Nervus Prenicus (c3, 4, 5) mempersyarafi diaghragma, sedangkan nervus intercostalis mempersyarafi otot interkostalis.

SISTEM SIRKULASI DARAH PERNAFASAN

Sistem perdarahan yang berperan dalam system respirasi, yaitu:
1. Arteri pulmonalis
2. Vena pulmonalis.

SISTEM PHERIPHERAL

Sistem pheripheral (reflek dari paru) dibedakan dalam 5 bagian, yaitu:
1. Reflek hearing breuer. Respon dari reflek ini adalah menghambat pengembangan/inspirasi dan pengempisan (ekspirasi) yang berlebihan.
2. Iritant receptor. Respon dari reflek ini adalah batuk dan bersin.
3. J reseptor. Respon dari reflek ini adalah pernafasan cepat dan dangkal.
4. Pain receptor. Respon dari reflek ini adalah menghambat ventilasi.
5. Thermal receptor. Respon dari reflek ini adalah tertawa terbahak-bahak.

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung
SISTEM PENCERNAAN

PENGERTIAN UMUM

çPengertian: Proses pencernaan adalah suatu proses yang unik, karena proses ini bisa terjadi secara spontan (otomatis) dan disadari (dapat dikontrol).

ANATOMI PENCERNAAN

çSusunan pencernaan terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
1. Mulut, lidah dan gigi
2. Pharynx (tekak)
3. Larynx (pangkal tenggorokan)
4. Trakhea (batang tenggorokan)
5. Esofagus
6. Lambung
7. Saluran usus
8. Deudenum (usus 12 jari)
9. Jejenum
10. Ileum.

FISIOLOGI PENCERNAAN

çSaluran makanan dimulai dari cavum oris (rongga mulut) lalu melewati gerbang I yaitu pharynx, lalu masuk ke kerongkongan (oesophagus) dan bermuara di dalam lambung (gaster) lalu akan masuk ke usus 12 jari (duodenum) dan usus halus (intus tinus), usus halus dibagi menjadi jejenum dan ileum. Dari usus halus masuk ke dalam usus besar (colon). Dari usus besar dan bermuara pada anus (rectum) dan berakhir pada anus. Pada penghubung antara usus halus dan usus besar terdapat katup yang bernama ileocalcalis. Colon (usus besar) dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Colon atas
2. Colon bawah
3. Colon mendatar.

ANATOMI KELENJAR LIUR

çDi dalam rongga mulut terdapat kelenjar air liur (glandula sclivator) yang terbagi atas dua bagian besar, yaitu:
1. Mayor. Kelenjar liur yang terdapat di dalam mulut yang meliputi:
a. Kelenjar parotis
b. Kelenjar submandibuler (di belakang lidah)
c. Kelenjar sublingualis (di bawah lidah).
2. Minor. Kelenjar liur lain-lain yang tersebar di dalam mulut meliputi:
a. Kelenjar ebner
b. Kelenjar weber.

FISIOLOGI KELENJAR LIUR

çKelenjar liur membuat liur (saliva) yang mengandung berbagai enzim, diantaranya amilase untuk membantu pencernaan makanan juga untuk membersihkan rongga mulut dan gigi serta membasmi bahkan mengubah kuman patogen menjadi apatogen.

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung
SISTEM URINARIA
PENGERTIAN UMUM

Pengertian: Adalah suatu system yang berfungsi untuk mengatur sekresi cairan tubuh yang diatur di dalam fungsi ginjal.

ANATOMI KANDUNG KEMIH

Kandung kemih terletak di dalam rongga pelvis, ekstra peritonel. Pada wanita, kandung kemih terletak berdekatan dengan alat-alat kelamin seperti uterus, sedangkan pada pria berhubungan erat dengan prostat dan vesica spinalis.

FISIOLOGI KANDUNG KEMIH

Sistem organ yang berfungsi mengatur pengeluaran dan pemasukan cairan adalah:
1. Ginjal
2. Anak ginjal
3. Kelenjar hipofisis
4. Paru.

Kandung kemih merupakan alat untuk mengumpulkan air kemih dan mengeluarkan air kemih menurut kehendaknya. Otot-otot kandung kemih dapat berdilatasi sesuai dengan banyaknya air kemih sehingga tekanan di dalam kandung kemih dapat diatur. Apabila tekanan sudah cukup tinggi (biasanya apabila air kemih telah mencapai jumlah 300 cc pada orang dewasa), maka terjadilah rangsang untuk berkemih. Rangsang ini dipengaruhi oleh kehendak, dan pengeluaran air kemih selanjutnya diatur oleh otot-otot detrusor dan otot-otot sphncter.
Apabila syaraf yang mengalirkan rangsang ke otak mengalami kerusakan, maka refleks spinal mengambil alih tugas pengawasan berkemih sehingga terjadi �automatik bladder�, yaitu kandung kemih akan terangsang apabila air kemih telah mencapai jumlah tertentu dan tidak lagi dipengaruhi oleh kehendak.
Apabila terjadi penyempitan pada ureter akan timbul akibat yang cukup gawat, yaitu hidronefrosis, hidroureter dan mungkin juga payah ginjal (rental failure).
Tractus urinarius dalam keadaan normal bebas dari kuman kecuali bahan distal urethra. Kuman-kuman yang menyebabkan penyakit paling banyak berasal dari urethra terutama pada wanita karena urethranya lebih pendek daripada laki-laki. Penyakit ini pada anak disebabkan oleh garukan, sedangkan pada orang dewasa akibat hubungan kelamin. Selain dari urethra, kuman-kuman dapat juga berasal dari ginjal melalui air kemih atau aliran getah bening, dari usus melalui aliran darah atau aliran getah bening.

SISTEM PERSYARAFAN KANDUNG KEMIH

Kandung kemih dipersyarafi oleh dua persyarafan, yaitu:
1. Syaraf somatic. Berfungsi di otak. Syaraf ini mempengaruhi gerakan sphincter, dibawah pengaruh kehendak/kesadaran. Kerusakan pada syaraf ini akan menyebabkan �automatik bladder� dengan gejala inkontinensi (air kemih akan keluar sewaktu-waktu tanpa disadari).
2. Syaraf otonom. Berfungsi di medulla spinalis pada segmen cauda epuina dan plexus sacralis yang mempengaruhi kandung kemih secara reflek spinal. Syaraf ini tidak dipengaruhi oleh kehendak. Kerusakan pada syaraf ini akan menyebabkan �automatik neurogenic bladder� yaitu air kemih akan keluar tanpa disadari apabila kandung kemih telah penuh (air kemih melebihi kapasitas kandung kemih).

KOMPOSISI CAIRAN TUBUH

Konsentrasi cairan tubuh ditentukan oleh dua hal, yaitu:
1. Pemasukan cairan ke tubuh, mulai sekitar 2500 cc.
a. Minum: 1200 cc.
b. Makan: 1000 cc.
c. Hasil metabolisme: 300 cc.
2. Pengeluaran cairan keluar tubuh, total sekitar 2300 cc.
a. Urine: 1200 cc.
b. Kulit: 500 cc.
c. Paru: 500 cc.
d. Fesas (tinja): 100 cc.

FUNGSI CAIRAN TUBUH

Perlunya mempertahankan jumlah cairan ini karena:
1. Air adalah zat pelarut utama dalam tubuh.
2. Untuk membuang sisa-sisa pembakaran melalui ginjal, mencegah keracunan.
3. Proses sirkulasi O2 di dalam darah dan zat-zat makanan lainnya.
4. Membantu melarutkan zat-zat si pembakaran dan zat racun sehingga toksinnya berkurang.
5. Mempertahankan konsentrasi cairan di dalam tubuh terhadap elektrolit.
6. Untuk mengatur suhu tubuh.

DEHIDARASI

Adalah suatu bentuk gangguan cairan tubuh, karena kekurangan komposisi cairan di dalam tubuh (kekeringan).
Sebab-sebab dehidrasi:
1. Kekurangan air.
2. Penyakit-penyakit yang menyebabkan penderita tidak bisa menelan.
3. Penyakit-penyakit yang menyebabkan penderita tidak sadar.
4. Penyakit-penyakit yang menyebabkan muntah dan berak.
5. Penyakit-penyakit yang menyebabkan poly uria (banyak kencing).
6. Penderita luka bakar.
7. Penyakit yang menyebabkan pendarahan.

Gejala-gejala dehidrasi adalah sebagai berikut:
1. Perasaan haus.
2. Mulut kering.
3. Bibir pecah-pecah.
4. Lidah kering terasa tebal.
5. Mata cekung.
6. Pipi cekung berkeringat.
7. Konsentrasi urin dan darah pekat.
8. Perasaan lelah yang berlebihan.
9. Suhu badan naik.
10. Gangguan susunan syaraf (kejang).
11. Berat badan turun.

Proses pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita dehidrasi adalah sebagai berikut:
1. Minum (per oral) dengan diatur/komposisinya.
2. Hipo dermoklisis (larutan gula garam NAC-L 0,9 % dan larutan glukosa 5 %).
3. Infus (cairannya sama) dapat melalui intra vena.

publikasi agus pijat jatiguwi sumberpucung
SISTEM ENDOKRIN

Pengertian: Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran keluar (ductus excretorius). Produknya disebut hormon (hormaein/merangsang) langsung masuk aliran darah, mempengaruhi pertumbuhan, metabolisme, reproduksi dan lain-lain.

ANATOMI FISIOLOGI ENDOKRIN

Pembagian system endokrinasi di dalam tubuh adalah:
1. Kelenjar Hipofise (pituitaria). Berfungsi sebagai kelenjar pemimpin, bersifat tropik, dimana hormon yang dihasilkan tidak langsung mempengaruhi sel-sel tubuh tapi mempengaruhi kelenjar endokrin lainnya (target gland) mis, thyroid, adrenal dan gonad. “target gland” inilah melalui produksi/sekresi hormonnya akan mempengaruhi sel-sel tubuh. Hypothalamus menghubungkan susunan syaraf pusat dengan susunan endokrin, sehingga akan terdapat hubungan baik antara “otak – hipofisis – target gland – sel tubuh”. Kelenjar hipofisis terdiri dari dua lobus, yaitu:
a. Lobus anterior: Menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi sekresi dari semua organ endokrin lain.
b. Lobus posterior: Menghasilkan secret dua jenis hormon, yaitu hormon antidiuretika (ADH) yang mengatur jumlah air yang melalui ginjal, sedangkan hormon oksitoksik merangsang kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi dan mengeluarkan air susu sewaktu menyusui.
2. Kelenjar gondok (tiroid). Sekresi tiroid diatur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis yaitu hormon tirotropik. Berfungsi sebagai metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan, bekerja sebagai perangsang proses oksidasi, mengatur penggunaan oksidasi, mengatur pengeluaran karbon dioksida dan pada anak-anak akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.
3. Kelenjar Anak gondok (paratiroid). Berfungsi menghasilkan hormon untuk mengatur kadar kalsium darah dalam tubuh dan mengatur metabolisme fosfor.
4. Kelenjar Thymus. Berfungsi menghasilkan hormon yang berguna untuk mengurangi aktifitas kelenjar kelamin dan mengaktifkan pertumbuhan badan.
5. Kelenjar Anak ginjal (suprarenalis, adrenal). Berfungsi untuk mempengaruhi aktifitas jaringan limfoid dan mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam-garam minral serta mengatur metabolisme lemak, hidrat arang dan protein.
6. Kelenjar Pienalis (epifise).
7. Kelenjar Pankreatika (pulau langerhans).
8. Kelenjar kelamin (donad). Terdiri dari dua kelenjar, yaitu:
a. Kelenjar testika
b. Kelenjar ovarika.
9. Uri (placenta).

FUNGSI KELENJAR ENDOKRIN

1. Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan-jaringan tubuh tertentu.
2. Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh.
3. Merangsang aktifitas kelenjar tubuh.
4. Merangsang pertumbuhan jaringan.
5. Mengatur metabolisme oksidasi, Meningkatkan absobsi glukosa pada usus halus.
6. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, minral dan air.

Sumber http://aguspijat.mywapblog.com

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus