Rahasia membuka kunci segi tiga nafas kehidupan

RAHASIA MEMBUKA KUNCI SEGITIGA NAFAS KEHIDUPAN
Suatu proses kebangkitan rohani kembali = energi kehidupan suci ( Istilah Cina ”Shing Chi” ) atau diterjemahkan sebagai "Energi Vibrasi ( Istilah Modern = Getaran Ketuhanan )". Oleh karena itu, pengetahuan keberadaan dari Energi getaran ini bukanlah sesuatu yang baru. Energi Illahi yang berada dimana-mana ini tercermin didalam kita sebagai suatu medan energi yang "tertidur" yang hadir didalam tulang tunggik, yaitu sebuah tulang berbentuk segitiga didasar tulang belakang.
Perlu anda ketahui, Dimulai dari Makna angka 1 , dari satu sel telur Ibu bertemu jutaan sel spermatozoa namun yang berhasil membuahi hanya Satu. Dan Ketika janin manusia berumur antara 2-3 bulan dalam rahim Sang Ibu dimana saat itu ditiupkan Sang Ruh dari kehadiran Sang Maha Suci, seberkas sinar kesadaran terpancar melalui Cahaya Rahmat Illahi yang Maha hadir, memasuki otak untuk memberi penerangan. Inilah awal ” nafas kehidupan ” dihidupkan, jantung mulai berdetak, Dalam hal ini otak manusia bekerja seperti Segitiga =Prisma. Berkas cahaya yang jatuh padanya dibiaskan kearah empat buah saluran yang berhubungan dengan empat aspek susunan syaraf kita yaitu Susunan Syaraf Parasimpatetik, Susunan Syaraf, Simpatetik Kanan, Susunan Syaraf Simpatetik Kiri dan Susunan Syaraf Pusat.
Napas Kehidupan adalah bentuk realitas yang menghubungkan dunia fisik dan pikiran. Pikiran bekerja menggunakan susunan saraf pusat dari otak, yaitu pada belahan otak kiri dan belahan otak kanan sebagai alatnya. Kedua belahan otak ini mengendalikan seluruh fungsi tubuh melalui susunan saraf pusat. Proses bernapas menghasilkan yang menghasilkan pergerakan, denyut, getaran dan kehidupan.
Di dalam nafas ada kehidupan, dengan nafas , Zat kehidupan ( Ruh ) itu terhidupkan, dalam nafas itu pula ada segala jenis bibit keinginan ( Asa dan Cita ). Jika kita mengetahui berbagai jenis bibit keinginan itu dengan segala akibatnya maka kita akan bijaksana mempergunakan nafas. Melatih Olah Fisik, Olah Gerak, Olah nafas dan Olah Batin akan bisa memberikan ritme yang harmonis antara "dunia" mikro dan makrokosmos ("dunia" badan manusia dan "dunia" alam semesta). Kalau kita mampu mengalir seirama, seimbang dengan aliran nafas, mungkin disitulah kita sudah mengetahui bagaimana kita sudah menyelaraskan antara segala keinginan dengan kesiapan tubuh untuk melakukan tindakan. Take Action !
Penyesuaian ini akan menghasilkan pola hidup yang lebih seimbang dan penuh ”keberuntungan ” untuk mencapai satu tujuan. Ada 3 jalur Hakikat Pernafasan dalam siklus Bio Cosmic Energy :
Jalur Inti Sisi Kiri (jalur dingin yang berada pada tubuh bagian kiri) : Jika kita bernafas dengan pernafasan pada jalur ini, berarti jalur energy kiri akan lebih aktif, hal ini juga berkaitan dengan aktifitas otak kanan kita
Jalur Inti Sisi Kanan ( jalur panas yang berada pada tubuh bagian kanan ) Jika kita bernafas dengan pernafasan jalur sisi kanan, berarti jalur energy kanan kita akan lebih aktif, hal ini juga berkaitan dengan aktifitas otak kiri kita
Jalur Inti Puncak : Jalur Inti Energi Pernafasan ini pada tubuh fisik dikenal sebagai Sistem Syaraf Parasimpatetik. Sistem Parasimpatetik terdisi dari divisi syaraf cranio-sacral, yaitu dari inti tengkorak dan otak belakang serta syaraf yang keluar dari sacrum di Segitiga tulang belakang ( Sang Ibu Tubuh atau dikenal Kundalini ). Diantara keduanya terdapat celah (kekosongan) pada daerah pusar. Celah ini dikenal sebagai “VOID”.Sebagai saluran bagi system syaraf parasimpatetik, saluran pusat ini mengkoordinasi aktivitas system tubuh kita. Kita tidak perlu secara sadar mengontrol aktivitas-aktifitas tubuh; seperti misalnya detak jantung, system pernapasan, system darah yang memproduksi plasma, otak atau pikiran kita dan koordinasi komunikasi, dan lain-lain seluruh fungsi tubuh kita yang menakjubkan, dan lebih lagi, dan beroperasi lebih baik dari jutaan computer. Mereka tidak memerlukan focus perhatian kita maupun control kita. Sebaliknya, secara ajaib tubuh kita beraktifitas sesuai dengan suatu rencana operasional yang terorganisir dengan interaksi yang sangat kompleks, terpadu, dan terkomunikasi; yang melalui penelitian medis kita kenal dengan DNA. Aktivitas-aktivitas yang terjadi pada system parasimpatetik terjadi dengan spontan dan alami, tanpa perlu campur tangan kita
Nafas merupakan salah satu sumber kehidupan disamping aliran darah ditubuh manusia. Dengan mengetahui dan menata nafas sebagai sumber kehidupan berarti dapat mengetahui dan menata tubuh fisik sebagai perwujudan hidup. Secara tidak langsung disamping mengendapkan pikiran atau aktifitas inderawi kita juga melalui latihan nafas yang pada akhirnya merupakan upaya memahami kehidupan itu sendiri. Kalau dapat mengetahui Rahasia yang akan Kami ajarkan berarti Anda dapat mengendalikan dan mengaturnya dan mengalir secara seimbang selaras dengan bersadar dalam Kepasrahan total ( Berserah diri dalam ketiadaan "0" ) kepada Sang Pencipta (1). Oleh karena itu, mengetahui nafas berarti mengetahui jiwanya hidup. Mengetahui jiwanya hidup berarti menjadikan Hidup lebih Hidup. Kehidupan adalah jangkar kekinian " disini " di SATU BUMI Kesadaran, Kesadaran hidup bukan disana atau disitu melainkan "disini" ketika Kita bernafas untuk hidup dalam Kesadaran, karena eksistensi yang Maha Hidup adalah TUHAN yang memancarkan Kekuasaan Kehidupan " disini " bagi Informasi Kesadaran manusia. Disini Kita mendapatkan realitas makna kesadarab kehidupan sebenarnya, dalam menentukan suatu pilihan hidup " SELANGKAH LEBIH MAJU ATAU SELANGKAH LEBIH MUNDUR ".
Perlu kita Renungkan sejak kehadiran pertama , kita terlahirkan dari alam Ketuhanan dan melewati alam rahim dengan wujud sebagai manusia. Jasad dihidupkan dari Ruh yang Suci, diciptakan dari Zat yang Maha Suci, Roda perjalanan hidup akan mengajarkan Jiwa untuk memahami hakikatnya untuk mencari dan memilih warna ” Hitam Putih” kehidupannya sendiri ” Amal – Dosa, Halal – Haram, Kebaikan – Keburukan, Kegelapan- Keterangan, Kesesatan- Keselamatan, dan pada akhirnya manusia dipilihkan pada tempat dimana dia kembali kepada Sang Pencipta yaitu ” Surga atau Neraka ”. Mau kemana Aku ? Jawabannya” Tanyakan pada dirimu sendiri.
Untuk melepaskan Ruh Kesucian ( Sang Ibunda Sejati ) yang tertidur karena terbelenggu Kegelapan dari sifat sifat nafsu kesombongan, kebencian, kedengkian, keserakahan yang memberi warna kegelisahan dan kecemasan, Kegelapan yang menjadi vampir paling mengerikan terus menghantui perjalanan kehidupan dipermukaan bumi ini , faham atheis ( tertutup jiwanya untuk kebenaran Hakiki ).
Membuka diri dengan Energi kesadaran spiritual (Mind Power Spiritual) berarti membuka gerbang Cahaya Ketuhanan untuk membangunkan Sang Ibunda Sejati yang tertidur (kundalini ) . Ketika Kesadaran Spiritual terjaga dari tidurnya, ia akan melalui enam titik pusat energi lain yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan aktifitas dan suplai bio listrik dalam otak dengan demikian fungsi otak menjadi seimbang dan selaras dengan alam kesadaran universal, pada akhirnya energi Kesadaran itu menembus tulang ubun-ubun dan menghubungkan susunan syaraf pusat kita dengan Energi Illahi yang hadir dimana-mana dan memberikan kita suatu dimensi Cahaya Kesadaran Baru atau kekuatan nurani ( laduni ) yang pada tingkatan tertentu terbuka pandangan Mukasyafah . Jika dibukakan mukasyafah dengan penyaksian mata batin, membuka tabir rahasia menemukan jalan menuju alam non material, DEMENSI LEBIH TINGGI.
Otak yang terdapat di batok kepala kita dapat dilihat secara kasat mata.Sedangkan Ruh adalah Zat Kehidupan , Otak memelihara Hidup Kita , Batin mengarahkan kehidupannya, Otak terkurung di Batok kepala, sedangkan Batin dapat pergi kemana-mana.”Otak itu patuh pada kesadaran, Kesadaran adalah pilihan bebas yang bersandar pada spiritualitas seseorang "
Sebuah Fakta ilmiah ditemukan oleh Dr. Karl Pribram, seorang ahli bedah otak, menemukan bahwa otak manusia memuat bayangan alam semesta, hampir sama dengan proses holografik. Dia mengatakan bahwa pikiran manusia terhubung dengan “Konsep Alam Semesta Dan Menerima Informasi Semesta” Ilmuwan Inggris, Jacob Boehm, juga mengemukakan penemuan yang serupa mengenai konsep holografik, dan temuan ini sudah dipublikasikan pada salah satu jurnal ilmiah terkenal di inggris
Demikian pula perkembangan Teori Relativitas mutakhir Fisikawan teoritis menemukan jawaban yang menjadi petunjuk penting menuju teori realitas final. Demikian pula sejalan dengan rumusan teori Prof. Abdus salam yaitu konsep Unification Force yang telah menerima hadiah nobel, bahwa alam semesta ini ternyata bekerja dan berdinamika melalui gaya tunggal yang merupakan perpaduan berbagai tiga (3) gaya penyusun : Gaya Nuklir ( Quantum ), Gaya Elektromanetik dan Gaya Gravitasi ( Relativitas ). Rumusan Unification Force ( gaya tunggal ) diteruskan oleh seorang Grand Master Fisika Stepen Hawking dalam Teori " Segala Sesuatu " menyatakan gaya-gaya diseluruh alam semesta ini pada hakikatnya hanya SATU , Grand Formula.
Teori relativitas terbaru ini menunjukkan bahwa Pemain sentral dalam perkembangan ini adalah black hole. Hukum relativitas melarang sesuatu yang masuk ke dalam black hole dapat keluar lagi, setidaknya menurut uraian fisika klasik =non quantum (titik dimana perangkat ilmu pengetahuan tidak dapat kembali darinya).Hasil temuan teoritis tentang black hole mengisyaratkan bahwa alam semesta dimungkinkan seperti hologram raksasa. Sebuah teori yang mengagumkan yang disebut prinsip holografi ( Holografic principle ) menganggap bahwa alam semesta adalah seperti hologram:sebagaimana trik cahaya yang memungkinkan citra tiga demensi penuh terekam pada potongan film plat, alam semesta ini yang kelihatannya tiga demensi boleh jadi ekuivalen sepenuhnya dengan medan quantum dan hukum fisika alternatif yang tercatat disebuah permukaan jauh yang luas. Fisika black hole menunjukkan kosentrasi massa yang padat menyediakan isyarat bahwa prinsip holografi dimungkinkan benar, Studi black hole menunjukkan bahwa walaupun TIDAK MASUK AKAL, kandungan entropi dan Informasi maksimum suatu kawasan ruang bukan ditentukan oleh volumenya melainkan area permukaannya. Fisikawan berharap bahwa teori mengejutkan dunia perkembangan sains ini menjadi petunjuk teoritas final bagi MANUSIA YANG BERAKAL. Dalam sudut pandang teori holografik, TUHAN tidak bisa DIPREDIKSI SAMA SEKALI, dikarenakan Alam semesta dan Manusia hanyalah Proyeksi yang sudah mengalami degradasi dalam skala yang yang terhingga dari sesuatu yang kualitasnya sungguh tak terbayangkan dan terjangkau oleh Akal manusia yaitu Kekuasaan TUHAN.
Karena sifatnya proyeksi, maka hasil proyeksinya pasti memiliki derajat lebih rendah. Pasti juga, dimensinya lebih rendah. Pasti juga kualitasnya jauh lebih rendah. Bergantung ini hasil proyeksi berapa kali dari masternya.Demikian pula bila kita bercermin bayangan yang muncul dalam cermin, bukanlah eksistensi wujud dalam arti sebenarnya. Misalkan contoh sebuah ilustasi : Jika sebuah benda berdimensi tiga diproyeksikan sekali, ia akan menjadi benda berdimensi dua. Dan jika diproyeksikan lagi, ia akan menjadi benda berdimensi satu. Dan jika diproyeksikan lagi, dia akan menjadi ‘titik’, yang secara filosofis bermakna ‘ketiadaan’. Alias ilusi belaka. Ada simbolnya, tapi tidak ada isinya.
Dan fakta yang ada setiap kali kita memperoyeksikan benda, hasilnya selalu kehilangan sejumlah informasi seiring dengan hilangnya salah satu dimensi. Kalau ada sebuah kotak berbentuk kubus Anda sorot dengan lampu proyektor ke dinding, Anda tidak akan bisa lagi melihat ‘ketebalan’ kubus itu. Karena bentuknya sekarang menjadi sebuah 'bayangan' kotak tanpa ketebalan. Yang ada cuma panjang dan lebarnya saja. Selanjutnya, ketika diproyeksikan lagi Anda akan kehilangan sekali lagi sisi panjangnya atau sisi lebarnya. Karena ia akan membentuk sepotong 'garis'. Dan akhirnya, ketika diproyeksikan lagi, Anda akan kehilangan semua informasinya alias semu.
Pertanyaannya sekarang ? dengan tercetusnya Teori Semesta Holografik, apakah para ilmuwan suatu saat nanti bisa menjawab ? Siapakah diri kita sebenarnya "FISIK " atau METAFISIK ? apakah metafisik bisa dibuktikan dengan fisik ? inilah realitas hidup sebuah MISTERI kadangkala NYATA kadangkala MUSTAHIL ? Kadang kala MASUK AKAL tapi kadang kala juga TIDAK MASUK AKAL ? kuncinya adalah jiwa spiritualitas manusia, sifat dasar manusia sehingga kita bisa berpijak di SATU BUMI sebagai Pusat kesadaran semesta, dan Manusialah adalah eksistensi makluk yang memiliki kesadaran itu dimata TUHAN. Energi Kesadaran Semesta pada hakikatnya adalah berserah diri dalam kehampaan dan ketiadaan ( 0 ), dimana Daya Cipta rasa dan Karsa berada dalam kekuasaan eksistensi Kehendak TUHAN (1), maka kadang kala pada wilayah ini kita mengalami hal-hal AJAIB yang kadang kala bisa diterima oleh AKAL dan juga biasa mengalami sesuatu hal yang TIDAK MASUK AKAL (SUPRANATURAL) ? Inilah dunia spiritualitas menembus batas realitas,,,, Waallahualam bi shawab
Adalah MUSTAHIL bin MUSTAHAL untuk menetapkan apa yang berada dalam sebuah Black Hole, tak ada satupun Informasi detail yang dapat muncul menyebrangi horizon tersebut lalu melarikan diri kedunia luar kecuali Aspek Cahaya kekuatan ruhani manusia menggapainya atas Ridho-Nya. Sungguh tak terbayangkan pula, Informasi Black Hole BEGITU PAS dijelaskan dalam Ayat -ayat suci yang merupakan hasil pikiran TUHAN yang diturunkan melalui perangkat informasi disebut " WAHYU " berpuluh-puluh abad silam pada jiwa manusia pilihan TUHAN. Tuhan membuat perumpamaan hubungan antara makhluk dengan Tuhan. Tuhan itu ibarat Pelita dan Cahaya, Makhluk hanyalaah pancaran cahaya dari sebuah Pelita, dimana pelita bersembunyi dibalik kaca, didalam sebuah lubang gelap MISTERIUS, yang karenanya manusia TIDAK AKAN pernah bisa melihat PELITA.
Demikian pula para ilmuan menerangkan, Objek ini tentunya mempunyai energi yang besarnya sangat luar biasa supaya tetap terlihat dari sini. Energi mereka berasal dari “pusat lubang hitam yang sangat masif”. Karakter pertama dari ayat ini yaitu misykat adalah “lubang hitam”, sedangkan karakter kedua yaitu “pelita dalam kaca” adalah galaksi yang menghasilkan efek gravitasi lensa seperti quasar (pelita) yang terbungkus oleh kaca (gelas). Coba simak keterangan quasar oleh astronom NASA. “Efek gravitasi pada galaksi, quasar yang jauh, serupa dengan efek lensa sebuah gelas minum yang memantulkan sinar lampu jalan yang menciptakan berbagai image (lapisan cahaya atas cahaya)”
“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs An-Nur : 35).
Jalan pendakian nafas kehidupan adalah Ke”SEIMBANG"an yang merupakan jalan yang harus ditempuh seseorang untuk menyeleraskan keadaan yang seirama dengan alam sendiri yang senantiasa berada dalam ketertibannya. Datangnya pagi yang penuh dengan kesegaran baru, datangnya siang, sore dan malam hari merupakan kerutinan alam, demikian pula dengan perputaran kosmis alam semesta. Sekali ketertiban dilanggar oleh seseorang maka di situ terjadi ketidak seimbangan dan dengan pasti akan mendatangkan kesulitan- kesulitan. Makin banyak anda memahami alam semesta makin banyak anda dapat melihat hubungan timbal balik yang harmonis dan tertib antara elektron, planet dan galaxy . Kita bersama merenungkan, Sebagaimana nasihat orang-orang bijaksana seperti dibawah ini :
“Jangan berhutang pada alam semesta....
Merusak alam,,,,, mengambil hak orang lain,,,,,,, membuat orang susah,,,,,,, ,,,,,menipu,,,,,,,,,, mencuri,,,,,,,,,, korupsi,,,,,,,,
adalah tindakan yang melawan hukum-hukum keadilan
dan kaidah norma-norma agama,
,,,,,,,,,,,,Suatu saat hukumTuhan
dan ketetapan Alllah pada Hukumnya
,,,,,,akan mengambil hutang tersebut
dalam segala bentuk yang tidak pernah anda bayangkan sendiri
dan hukuman ini adalah balasan yang setimpal, dan itu sangat merugikan anda
Wong salah kudu seleh( Red: Orang Salah harus menyerah )
Wong Utang kudu Nyaur ( Red: Orang Hutang harus Membayar )
Wong Nyolong Kudu Kelangan ( Red: Orang Mencuri =Korupsi harus Kehilangan )
Wong Nandur Kudu Ngunduh (Red: Orang Menanam Harus Memetik Hasil )
ITU HUKUM ,,,, PASTI !!!
Alam ini memberikan apapun yang Anda inginkan..
bahkan dia telah menjadi cinta yang sesungguhnya, olehnya ia tidak menuntut banyak namun hanya memberi.......
namun ingatlah, jika semua penghuni alam ini tidak pernah berhenti sedetak saja untuk singgah di hati mereka..,,,
melihat dan membaca pesan alam, maka suatu ketika alam akan bicara: "Wahai hamba Tuhan yang ”serakah”..... Aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk kuberikan kepadamu" dan disaat itulah alam pun akan menutup riwayat pengabdiannya dan kembali kepada asalnya
...Kiamat...Kematian yang mengerikan
Lihatlah Kitab yang terbaca dalam Alam semesta ini dengan kesadaran spiritual Anda, Betapa besarnya unit individu tarik menarik menyatakan persatuan lewat jabat tangan yang tak kelihatan.Keseimbangan sempurna dari alam semesta adalah Cahaya Kasih Sayang Allah kepada seluruh makhluk Ciptaannya, justru itulah ini merupakan tantangan bagi manusia mencari keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan materi, badan, batin dan dalam menyesuaikan diri pada katup-katup yang tak terpisahkan dalam kehidupan.
“Bila Pikiran ( Mind ) tertib dalam Kesadaran Spiritual,
dia berada dalam persesuaian dengan sumber-NYA. “
Makna Penciptaan Seluruh alam semesta dengan semua isinya, yaitu semua ciptaan dalam segala wujud atau bentuk yang padat/ komplek sampai dengan zat asal yang paling terkecil=energi getaran kehidupan. Keseluruhan itu adalah satu kesatuan Maha besar dengan sistimnya sendiri, yaitu sistim Maha Besar, dengan Perangkat Maha Canggih yang terangkum dalam Satu Ketetapan Hukum Tuhan yang Sempurna. Proses Besar ini berlaku dalam waktu- ke waktu selama masa/ zaman dan dapat dikatakan suatu siklus Ruang segitiga kehidupan dari wujud kekuasaan & kebesaran TUHAN . Kesatuan Maha Besar ini terdiri atas bagian-bagian dalam berbagai ukuran, dari yang Materi Nyata sampai dengan Realitas Mekanisme Dunia Tak tampak , Istilah ilmiah disebut Energi Vibrasi Quanta ( Getaran Getaran Cahaya Ketuhanan ), yaitu Zat Asal adalah Zat Hidup yaitu Hidup, Yang Menghidupkan & Yang Menciptakan Kehidupan. ( Urip-Sing Nguripi-Sing Nggawe Urip )
Ditiap bagian atau lingkungan yang terbatas itu berlaku pula suatu Sistim terbatas, Proses terbatas, Kehidupan terbatas, Semua ciptaan saling menunjang dalam hal Mewujudkan yang baru, Mempertahankan eksistensi dan Mengakhiri eksistensi. Mekanismenya adalah Melalui Proses harga 3 yang biasa disebut dalam Ilmu Pengetahuan yaitu Materi -Energi - Informasi yang berada dalam ruang dan waktu. Yang tidak berubah mekanismenya adalah hanya zat asal yang bekerja dalam satu Ketetapan Hukum Tuhan ( Taqdir ). Sebenarnya Zat asal itu dapat digolongkan sebagai bagian dari Pancaran Cahaya dari Proyeksi Kekuasaan Tuhan. Semua ciptaan Materi yang terwujud dari Zat Asal, termasuk manusia yang memiliki kedudukan sempurna daripada makhluk lainnya justru harus memiliki kesadaran untuk" Wajib Ulangi Wajib dan Wajib " tunduk pada satu ketetapan hukum" Keseimbangan " Demi mencapai keselamatan. Hukum keseimbangan seperti mekanisme dunia atom proton, neutron dan Electron, inilah yang menuntut proses sebab - akibat, aksi - reaksi, positip – negatip (pertentangan) dalam berbagai taraf. Yang positip bagi suatu ciptaan bisa negatip bagi yang lain dan begitu sebaliknya. Tapi tiap ciptaan yang mengakibatkan dan atau menimbulkan hal positip (Kebajikan) bagi yang lain akan mendapat imbalan positip (Keberuntungan). Sebaliknya yang menimbulkan hal negatip (Keburukan) akan dapat imbalan negatip pula (Kerugian). Ditiap sesuatu yang hidup, terkandung muatan positip dan negatip yang telah ditentukan masing-masing takarannya, inilah Ketetapan yang merupakan Rahasia Tuhan dalam Taqdir-Nya .Disinilah sebenarnya Tuhan mengajarkan eksistensi Kebenaran dan Keadilannya "Tuhan adalah Maha Adil ”.
Alam semesta (makrokosmos) memang sangat-sangat luar biasa. Dia hidup, memiliki prinsip dan kinerja yang maha ikhlas sehingga selalu bersih dan bebas dari residu tanpa dualitas, Seluruh proses dialam semesta adalah tidak lain dari pada tuntutan antara positip dan negatip (pertentangan) dalam mencari keseimbangan ( Rahmatan Lil Alamin ).
Dalam sebuah Kisah Ashabul Kahfi, terdapat sabda nabi :
(Sesungguhnya) ruh-ruh itu seperti pasukan yang berbaris (ketika di alam arwah)…jika dahulu mereka saling mengenal (di alam arwah) maka mereka akan berkasih sayang(di dunia), dan jika dahulu mereka saling bermusuhan, maka mereka akan saling berselisih (di dunia).
Ruh yang baik akan dipertemukan dengan ruh yang baik, bersatulah mereka dijalan Allah SWT, bersatu di jalan kebenaran. Sedangkan Ruh yang buruk akan sering berbeda alias berantem alias Membuat Perpecahan. Siapa yang suka buat perpecahan ? Menebar kebencian ! Siapa itu ? Siapa yang suka membuat permusuhan ?
Tanyakan pada dirimu sendiri ?
Allah berfirman dalam Al-quran:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pengajaran".( QS An-Nahl )
Allah berfirman dalam Al-Quran: "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang menegakan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap satu kaum, mendorong untuk kamu berbuat tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Al-Maidah )
Keadilan / keseimbangan adalah ketetapan Allah bagi kosmos atau alam raya ciptaan-Nya, karena menurut ajaran Islam keadilan adalah prinsip yang merupakan hukum seluruh hajat raya. Oleh karenanya melanggar keadilan adalah melanggar hukum kosmos dan dosa ketidak adilan akan mempunyai dampak kehancuran tatanan masyarakat manusia. (Nurcholish Majid).
Tiap jenis ciptaan mengikuti jalannya masing-masing melalui proses tersendiri. Hal ini ada hubungan dengan : Proses terwujudnya, Strukturnya/ susunannya, Kemampuan daya kesanggupannya, Cara mempertahankan eksistensi materi, Sifat-sifatnya dan Proses berakhirnya eksistensi materi itu sendiri ( Kematian ), Kecuali Eksistensi yang Menciptakan dari Sang Maha Kekal Abadi yaitu TUHAN
Sampai akhir pembahasan ulasan artikel ini bahwa misteri perjalanan panjang manusia mulai Nabi Adam Sampai Akhir Zaman, Manusia terus mencari dan belajar untuk menemukan hakikat hidupnya sendiri sejalan dengan perkembangan menuju peningkatan peradabaan kehidupan manusia, dari ajaran animisme sampai datangnya agama yang dibawa oleh Ruh – Ruh Suci Para Utusan Alloh Para Rasul, Nabi, Wali / Orang – Orang Suci yaitu Spiritualis SEJATI dari Pengajaran Agama ISLAM dengan " Rahmatan Lil Alamin", KRISTEN dengan " Cinta dan Damai ", HINDU dengan "Budi Pekerti", BUDHA dengan kebijaksanannya, Hamba Tuhan semuanya menyampaikan kebaikan " Pesan dan makna kasihsayang - Perdamaian- Budi Pekerti- dan kebijaksanaan " dan semua menentang keburukan (Pertentangan) melalui jalan agama dan kepercayaan masing-masing, lalu menyempurnakan ajaran – ajarannya untuk menuntun kepada Jalan ” Keselamatan ” , demikian pula zaman terus berkembang wajah dunia terus berkembang dengan teknologi & ilmu pengetahuannya.
Demikian juga Setiap partikel di alam ini senantiasa bergerak menuju pendakian tingkatan (dimensi) yang lebih tinggi (sempurna), demikian pula alam semesta dan seisinya, semuanya bergerak dari dimensi "eksistensi alam semesta fisik dalam ruang dan waktu" menuju pada dimensi Nafas Kehidupan yang menjadikan segala sesuatu itu menjadi hidup inilah Nafas Kehidupan yaitu keseimbangan di atas jembatan Rahmat =Kasih Sayang bagi seluruh Alam ( Rahmatan Lil Alamin ) sebagai penghubung antara dunia materi dan dunia ruhani yang terbebas murni dari dualitas" yang akhirnya bermuara pada kesatuan yang abadi.. Itulah sebuah keadaan dimana Persemayaman yang penuh cinta dan damai, Dialah Sang Abadi Dialah Dzat yang Maha Suci , Dialah yang menduduki Kursi Kebesaran dalam Ruang yang Tak Terbatas, Dzat yang bilamana dibahasakan maka tidak ada satu kalimat pun yang tepat untuk membahasakannya, Para utusan langit membahasakannya dengan bijak yakni ” ALLAH YANG MAHA ESA”

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus