Tauhid

Tauhid Terbagi Menjadi 3
------------------

Untuk memudahkan dalam memahai Tauhid. Para ulama membagi tauhid menjadi 3 bagian:

1. Tauhid Rububiyyah

Tauhid Rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya. Yakni dengan meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya yang menciptakan langit dan bumi, yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi rizki, yang berkuasa atas segala makhluknya, yang mengangkat dan menurunkan, yang memulikan dan menghinakan, yang Mahakuasa atas segala sesuatu, dan segala perbuatan-Nya yang lain.

Allah ﷻ berfirman,

الله خلق كل شيء ...

"Allah menciptakan segala sesuatu." (Az-Zumar: 62)

Allah ﷻ juga berfirman,

وما من دآبة في الأرض إلا على الله رزقها ...

"Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (Hud: 6)

Allah ﷻ juga berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٦) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (٢٧)

“Katakanlah, 'Ya Allah, yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di Tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).'" (Ali 'Imran: 26-27).

Allah ﷻ juga berfirman,

أمن ه‍ذا الذى يرزقكم إن أمسك رزقه ...

"Atau siapakah yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya?" (Al-Mulk: 21)

Allah ﷻ juga berfirman,

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam." (Al-'Araf: 54)

Allah ﷻ juga berfirman,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan." (Ar-Ruum: 40)

Dan firman Allah lainnya dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang rububiyyah Allah. Sungguh, Allah Maha Esa atas segala perbuatan-Nya. Inilah tauhid Rububiyyah. Tidak ada yang mencipta, memberi rizki, berkuasa, kecuali hanya Allah semata.

2. Tauhid Uluhiyyah

3. Tauhid Asma' wa SifatTauhid Uluhiyyah
-----------------

Melanjut postingan sebelumnya, kita sudah ketahui bahwa Tauhid terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Tauhid Rububiyyah

(Sudah di bahas di postingan sebelumnya)

2. Tauhid Uluhiyyah

Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya. Tauhid ini sangat berkaitan erat dengan Tauhid Rububiyyah, karena Tauhid Rububiyyah mengharuskan adanya Tauhid Uluhiyyah. Apabila seseorang hanya mentauhidkan Allah atas Rububiyyah-Nya saja, maka golongan seperti ini tidak dapat dikatakan sebagai orang yang masuk islam dengan benar. Sebagaimana orang-orang musyrik terdahulu pun mereka mentauhidkan Allah dalam Rububiyyah-Nya, akan tetapi tidak mentauhidkan Allah atas Uluhiyyah-Nya (peribadahan kepada-Nya). Allah ﷻ berfirman,

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٨٤) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (٨٥) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (٨٦) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (٨٧) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٨٨) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ (٨٩)

"Katakanlah: 'Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?' Mereka akan menjawab: 'Kepunyaan Allah'. Katakanlah: 'Maka apakah kamu tidak ingat?' Katakanlah: 'Siapakah Yang mempunyai langit yang tujuh dan Yang Mepunyai 'Arsy yang besar?' Mereka akan menjawab: 'Kepunyaan Allah'. Katakanlah: 'Maka apakah kamu tidak bertakwa?' Katakanlah: 'Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?' Mereka akan menjawab: 'Kepunyaan Allah'. Katakanlah: '(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?' (QS. Al-Mu'minun: 84-89)

Allah juga berfirman,

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. Maka katakanlah 'Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?'" (QS. Yunus: 31)

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: 'Siapakah yang menciptakan mereka?', niscaya mereka menjawab: 'Allah', maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. Az-Zukhruf: 87)

لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: 'Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?' Tentu mereka akan menjawab: 'Allah', Katakanlah: 'Segala puji bagi Allah', tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. Al-’Ankabut: 63)

Dan masih banyak ayat-ayat yang menjelaskan keadaan mereka orang-orang musyrik yang mana mereka meyakini Tauhid Rububiyyah. Akan tetapi Tauhid Rububiyyah harus mengadakan Tauhid Uluhiyyah agar ia benar-benar masuk islam secara utuh. Karena konsekuensi dari kita beriman bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, satu-satunya pencipta, satu-satunya yang berkuasa, satu-satunya yang memberi rizki, adalah kita harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah semata. Inilah Tauhid Uluhiyyah.

Dalil yang mendasari masalah ini adalah firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 21-22)

Dalam kita mentauhidkan Allah atas Uluhiyyah-Nya, kita wajib meniadakan dan mengingkari seluruh sesembahan-sesembahan, dan menetapkan hanya Allah sajalah sebagai sesembahan kita. Tidak boleh bagi kita beribadah kepada Allah sekaligus beribadah atau menyembah kepada patung, berhala, kuburan, para wali, orang-orang shaleh, malaikat, jin, batu, dan seluruh macam sesembahan. Barang siapa yang menjadikan sesuatu untuk di sembah atau diibadahi selain Allah saja, maka itu adalah kemusyrikan yang besar. Tidak boleh baginya berkurban untuk berhala atau kuburan, bernazar untuk patung atau para wali, bertawakal kepada jimat, dan lain sebagainya. Ibadah hanya berhak dilakukan untuk Allah semata.

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus