39 desember 2017 edisi corat coret gak bisa tidur

Malang, 29 Desember 2017

Tulisan ini, saya tulis atas dasar keprihatinan saya terhadap perilaku mayoritas masyarakat yang menjadikan hal Kurang Benar sebagai Tradisi, saya mohon maaf apabila anda tersinggung dengan tulisan saya. Bila anda merasa ingin jadi lebih baik, silahkan lanjutkan membaca.

2017, Tahun yang penuh pelajaran untuk saya yang baru saja menginjak umur 30 tahun.

Entah pola pikir saya yang mulai berubah dalam memandang masyarakat, atau memang masyarakat yg berubah menjadi lebih parah dikuasai nafsunya masing2.

Tidak hanya di Lingkungan Hidup sehari2 saya temui, Bahkan di Sosial Mediapun

Hampir setiap hari saya temui, Masyarakat Zaman Now, yang hoby debat tanpa tau apa yang didebat

Hampir setiap hari saya lihat masyarakat yang tidak tau, berlagak paling tau dan bahkan membuat orang2 yang tidak tau menjadi keliru karena 'Pengetahuan'nya

Yang paling miris, hampir setiap hari saya temui, masyarakat yang menjadikan Kesalahan, Pelanggaran, Ketidaktertiban menjadi 'Tradisi' yang seakan harus dilestarikan.

Bayangkan, bahkan anak berusia 18 tahun pun kini tidak takut melakukan pembunuhan hanya untuk kepuasan dirinya
Bahkan anak berusia 14 tahun pun bisa melakukan pelecehan seksual ke lawan jenisnya.

Yang lebih parah apabila masuk ke ranah Grup Publik di Sosial Media, Anak Kelas 6 SD pun dengan berani mendebat orang dewasa dengan bahasa yang saya rasa lebih pantas digunakan dengan anak sebayanya.

Betapa Krisisnya Moral Masyarakat Negeri ini?

Siapa yang bisa disalahkan atas keadaan Negeri ini?.

Tidak ada?

Ada !
Yang harus disalahkan atas semua ini adalah diri kita sendiri !

Kita Sering Lupa, Kita Sebagai Manusia, diciptakan Hanya Untuk Beribadah.

Andai kita sadar hakikat serta tujuan hidup kita adalah untuk Mati, Kita takkan pernah berani melakukan kesalahan yang membawa dosa untuk diri kita sendiri.

Dan mari kita sadari, Kegiatan Beribadah tidak Hanya dengan Solat, Puasa, Zakat (Bagi Muslim)
Ataupun menjalankan kegiatan peribadatan menyembah Tuhan (Bagi Agama Lain).

Ibadah bukan hanya soal Kita Dengan Tuhan

Ibadah Vertikal takkan berarti Apapun bila Ibadah Horizontal kita tidak berjalan.

Apasih Ibadah Horizontal?
Ibadah yang kita lakukan melalui manusia lain.

Contoh : Ramah dan Saling Sapa dengan Tetangga, Mentaati peraturan umum agar tidak merugikan ataupun merebut hak orang lain, Tidak Semaunya sendri dan memaksakan kehendak untuk dianggap paling benar, dsb.

Bagi saya, Inti dari ibadah Horizontal ini adalah Toleransi. Tentunya dalam hal yang baik, contohnya apabila ada orang yang berbeda pendapat dengan kita, tidak perlu kita paksa berdebat hingga ia sepemikiran dengan kita, apalagi bila harus membodoh2kan lawan bicara kita. Tidak pantas saya rasa dilakukan mahluk yang pasti pernah diajari tentang Adab berbicara kepada sesama manusia

Itu hanya salah satu contoh yg mudah saya cerna, dan pastinya njenengan semua pasti punya contoh baik yang mudah njenengan cerna dipemahaman njenengan masing2.

Kita ini bisa jadi lebih baik.
Jangan menganggap kita berbeda dari manusia lain, menganggap kita berbeda dari ras lain, menganggap kita lebih unggul dari orang lain, Jangan !.

Ingat nawak, Kita diciptakan melalui proses yang sama, Kita diberi nyawa dengan tujuan dan perintah yang sama

Kita tidak berbeda, kita tidak lebih unggul dari yg lain.

Andaikan sebuah tubuh, kita ini adalah Syaraf, yang walaupun berbeda2 arah & jalannya tapi tetap sejalur & saling menghubungkan dan menopang satu sama lain.

Kita bagai darah yang bawaanya berbeda2 tapi tetap harus menjadi satu untuk hidup.

Kita adalah satu bagian, dengan satu tujuan

Ingatlah, bahwa Kita Diciptakan hanya untuk beribadah
Beribadah dengan Menyembah Pada-Nya
Serta beribadah dengan membantu & merawat Ciptaan-Nya

Mohon maaf
Saya benar2 tidak bermaksud menggurui njenengan semua

Saya hanya berusaha, mengajak kita semua untuk menjadi lebih pribadi yg lebih baik.

Selamat Malam
http://aguspijad.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus