Mari kita kokohkan iman serta mari kita jauhi larangan allah dan taat sama printah allah tanamkan rasa takut sama allah dalam hati
Di depan saudara ada dua buah gelas, yang segelas isinya jamu yang segelas syrup. Kira-kira saudara minum yang mana?
Orang yang pikirannya panjang, dia pasti minum jamu. Pait memang. Getir memang. Tapi besok badan sehat tenaga kuat, gairah kerja ada, kreatifitas timbul, semangat menghadapi kehidupan tumbuh.
Orang mukmin orang yang berpandangan jauh ke depan. Tidak cuma ke dunia sampai juga dia memandang ke alam barzah, ke akhirat.
Shalat, ngaji, sedekah, puasa, jihad, menahan hawa nafsu itu jamu, pait! Tapi nanti begitu kita meninggalkan dunia masuk ke alam barzah apalagi pindah ke akhirat baru terasa nikmatnya dulu rajin shalat, ngaji, sedekah, puasa, menahan hawa nafsu. Terasa seluruh kebajikan yang kita kerjakan.
Orang yang berfikir jangka pendek, “Ngapain minum jamu, getir. Syrup nih, manis”. Manis memang pada waktu minum tapi besok batuk, pilek, radang, meriang.
Meninggalkan perintah Allah, ogah shalat, ogah puasa, mengumbar hawa nafsu itu syrup, manis. Manis sekarang. Tapi nanti besok begitu masuk ke alam barzah begitu dibangkitkan di padang mahsyar di akhirat nanti merintih kita menahan penyesalan yang sudah tidak ada artinya lagi.