Ramadan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

*RAMADHAN KULTUR*

_Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, dan berganti Syawal_

_Setiap muslim di ujung Ramadhan mendapati dirinya pada dua dilema yang selalu berulang setiap tahunnya_

_Kita pasti bersedih karena kehilangan momentum pahala dan keberkahan yang berlipat-lipat di bulan Ramadhan_

_Namun pada saat yang sama kita juga harus bergembira dengan datangnya hari raya Idul Fitri_

_Sebagai seorang muslim, kita patut merasa sedih dan berat hati berpisah dengan bulan Ramadhan_

_Karena ia merupakan bulan keberkahan, rahmat dan maghfirah_

_Pada bulan Ramadhan lalu, umat Islam berlomba-lomba melakukan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih_

_Berbagai kelebihan dan keutamaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan telah memberikan motivasi dan semangat bagi kita untuk meraihnya_

_Maka, tidak mengherankan bila pada bulan Ramadhan masjid dan meunasah (mushalla) penuh dengan jamaah shalat lima waktu, tarawih dan witir serta tadarus al-Quran_

_Begitu pula, umat Islam berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan berinfaq, bersedekah dan sebagainya_

_*Kini Ramadhan telah pergi meninggalkan kita*_

_Lantas, bagaimana status ibadah dan amal shalih kita pasca Ramadhan ?_

_Apakah kita tetap istiqamah seperti yang kita lakukan selama Ramadhan ?_

_Lalu, sejauh mana Ramadhan memberi kesan dan pengaruh terhadap perilaku kita sepeninggalnya ?_

_Dan bagaimana sepatutnya mengisi hari-hari pasca Ramadhan ?_

_*Sejatinya pasca Ramadhan kita diharapkan tetap istiqamah dan mampu serta terbiasa dengan melakukan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih untuk hari-hari berikutnya selama sebelas bulan*_

_Baik berupa amalan wajib maupun amalan sunnat_

_Karena pada bulan Ramadhan kita telah ditraining secara fulltime 30 hari berturut-turut untuk melakukan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih_

_Tujuannnya, untuk menjadi orang yang bertaqwa sebagaimana Allah sebutkan dalam al-Quran_

Surat Al-Baqarah Ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

_Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu *agar kamu bertakwa*_

_Jika Ramadhan kita sanggup tilawah khatam dalam 1 bulan, tarawih tiap hari, sanggup sahur pada dini hari dan berpuasa menahan segala hawa nafsu_

_*Bagaimana kita menghadapi 11 bulan kedepan ??*_

_*Tanda-tanda kesuksesan Ramadhan adalah jika Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya*_

_*Tanda kesuksesan Ramadhan tahun ini ialah dengan melihat bagaimana kita menjalankan ibadah selama 11 bulan kedepan*_

_Amalan- amalan yang dilakukan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Rabb-nya di bulan Ramadhan, tidaklah terputus meskipun bulan Ramadhan telah usai_

_Maka selama seorang hamba masih hidup, maka amalan saleh tetap ada_

_Kebanyakan manusia merasa senang tatkala berlalunya bulan Ramadhan, disebabkan karena ia merasa berat dengan berpuasa, merasa bosan dan terasa lama_

_Orang yang demikian keadaannya, tidak akan kembali berpuasa setelah Ramadhan_

_*Maka orang yang kembali berpuasa setelah Ramadhan berlalu menunjukkan rasa senangnya dia berpuasa, dan dia tidak merasa bosan, berat dan tidak merasa terpaksa*_

_*Istiqomah merupakan ketaatan dan ikhlas dalam beramal dan beribadah kepada Allah*_

_Istiqomah dapat pula dikatakan sebagai konsisten dalam beribadah_

_Tentu  sebagai manusia, kita memiliki kelemahan dan lalai dalam melaksanakannya (beribadah kepada Allah)_

Maka kita dituntut tetap pada jalan yang lurus menuju Allah dan memohon ampun kepada-Nya. 

Surat Fussilat Ayat 6

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah :

" _Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya *Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa* , maka *tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya* . Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya_

Abu Yazid rahimahullah berkata : 

" _Saya awalnya membawa jiwaku untuk beribadah kepada Allah dalam keadaan menangis (lelah), namun saya terus menerus memaksanya sehingga iapun menghadapNya dalam keadaan tertawa (bahagia)_ " 

(ThariquL Hijratain 1/474H)

_Sungguh Ramadhan telah memberikan pembelajaran yang banyak terhadap kepribadian seorang muslim dalam rangka melahirkan insan yang bertakwa_

_Ramadhan lalu mengajarkan kita untuk semangat beribadah dan beramal shalih_

_Pasca Ramadhan diharapkan kita mampu mempertahankan ibadah dan amal shalih kita baik secara kualitas maupun kuantitas_

_*Ibadah dan amal shalih tidak hanya disyariatkan untuk bulan Ramadhan saja, tapi diperintahkan sepanjang masa selama kita hidup di dunia*_

_Inilah tugas utama kita di dunia sebagai makhluk Allah_

Surat Az-Zariyat Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

_*Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku*_

_Bahkan kita diperintahkan untuk berlomba berbuat kebaikan setiap saat, bukan hanya pada bulan Ramadhan_

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“ _*Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan*_ ...” 

(QS: Al-Baqarah: 148)

_Ramadhan lalu telah mengajarkan kepada kita bagaimana mengendalikan diri dan hawa nafsu lewat ibadah puasa_

_Pada waktu berpuasa, kita dituntut untuk menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, berkata kotor, bertengkar, mencaci maki dan sebagainya_

_Jika hal-hal yang *mubah* seperti makan, minum dan hubungan istri *dilarang pada waktu berpuasa* , maka *terlebih lagi hal-hal yang diharamkan*_

_Maka, sudah sepatutnya setelah Ramadhan kita mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu dan maksiat, baik berupa perkataan yang haram seperti ghibah, mencaci maki, menghina, menipu, menfitnah dan sebagainya, maupun perbuatan yang haram_

_Dengan demikian, pasca Ramadhan perilaku kita menjadi lebih baik_

_Ramadhan lalu mengajarkan kita untuk berempati dan peduli terhadap orang fakir dan miskin lewat infak, shadaqah dan zakat_

_Begitu pula untuk saling mencintai dan mengasihi sesama muslim_

_Maka, pasca Ramadhan kita diharapkan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita_

Mengenai keutamaan berinfak, Allah berfirman, 

Surat Al-Baqarah Ayat 272

۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

... _*Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri*_

*_Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah_*

*_Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)_*

Rasulullah  bersabda, 

“ _Setiap hari, dua malaikat turun kepada seorang hamba. Salah satunya berdoa_

“ *_Ya Allah, berikanlah pengganti kepada orang yang berinfak_* "

Dan yang lain berdoa,

“ *_Ya Allah, hilangkan harta orang yang menolak infak_* ”

(HR.Bukhari dan Muslim).

_Mengenai keutamaan menolong saudara seiman, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda_ , 

“ _*Allah menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya*_ ” 

(HR. Muslim). 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam juga bersabda, 

“ _*Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya*_ ”

 (HR. Bukhari dan Muslim)

_*Dan berbagai ibadah lain yang harus selalu dipertahankan setelah Ramadhan usai*_ ...

_Ada berbagai pilihan puasa sunnah setelah Ramadhan diantaranya Syawal, Ayyaumul Bidh, Senin-Kamis, dll_

_Melaksanakan qiyamul lail (sholat malam)_

_Tilawah Al-Qur'an tiap hari dan mentadaburinya_

_Bersedekah tiap saat_

_Berdzikir setiap waktu_

_Mendatangi majelis orang-orang saleh_

_Berusaha meningkatkan ketaqwaan dan menjaga amalan seperti yang dilakukan di bulan Ramadhan_

_Untuk tetap istiqomah, dalam beribadah kita tak sekadar mengerjakan ibadah wajib saja, tentunya kita berusahan dengan menambah ibadah sunnah lainnya seperti tuntunan Rasulullah saw_

Rasulullah bersabda : 

" _*Dan tidaklah hambaKu terus-terusan mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunat sehingga Aku mencintainya*_ "

(HR Bukhari dan Muslim)

_*Jangan salah Fokus*_

" _*Ramadhan pergi, tapi siapa saja yang menyembah Allah, Allah tidak akan pergi*_ ''

_Tentu, tiap Muslim ingin tahu apakah ibadahnya selama Ramadhan diterima Allah atau tidak_

_Terlebih saat Idul Fitri umat Islam saling mendoakan semoga Allah menerima ibadah selama Ramadhan_

_Kisah Abu Hurairah_ ...

_Suatu ketika Abu Hurairah ke pasar_

_Beliau bertanya kepada para pedagang pasar_ ...

_Bilang ... *mengapa masih sibuk di pasar padalah di masjid sedang bagikan harta warisan dari Rasulullah*_

_Mendengar itu, mereka bergegas ke masjid_

_Tak lama, mereka kembali dan protes kepada Abu Hurairah karena tidak menemukan hal yang disebutkan Abu Hurairah itu_

_Mereka mengatakan, hanya mendapati orang berzikir dan baca Alquran_

_Abu Hurairah mengatakan, *justru itulah harta warisan sejati dari Rasulullah*_

Wallahua'lam

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus