Rencana allah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*RENCANA ALLAH PASTI YANG TERBAIK*
_Kadang, kita mendapatkan kondisi atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita_
_Maksud hati berpengharapan untuk mendapatkan suatu Cita, namun ternyata yang diperoleh tidak sesuai dengan yang kita inginkan bahkan lebih buruk dari yang kita bayangkan_
_Tetapi dengan semakin tinggi iman semakin terasah kita dalam menghadapi segala situasi baik yang kita harapkan maupun dalam bentuk yang terburuk berupa musibah_
_Semakin tinggi iman insya Allah semakin kuat menerima kondisi hidup sepahit apa pun_
_Setiap kejadian itu ada hikmah, pahit atau manis, *hikmahnya selalu baik*_
Rasulullah SAW bersabda;
“ _Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah_ ”
(HR. Tirmidzi)
_Salah satu kebaikan yang bisa kita dapatkan dari setiap peristiwa atau kondisi, meski pun sangat menyakitkan adalah hikmah yang terkandung di dalamnya_
_Hikmah itu selalu ada, kadang perlu waktu untuk menemukan hikmah itu_
_Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai yang diharapkan_
_Terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai_
_Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa_
_*Inilah tabiat kehidupan*_
_*Tidak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini*_
Allah berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“ _*Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah*_ ”
(QS. Al-Balad: 4).
_Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya_
_Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu_
_Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan_
_Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain_
_Bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan_
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“ _*Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui*_ ”
(QS. Al-Baqarah: 216).
_Ayat ini merupakan kaidah yang agung_
_Kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar_
_Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi_
_Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan_
_Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an_
_Membuka mata tuk mengamati realita yang ada_
_Niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak_
_*Bukti yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik*_ , di antaranya :
_*Kisah ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas laut*_
_Lihatlah, kecemasan dan ketakutan yang luar biasa menginggapi saat mengetahui anaknya berada di tangan keluarga raja Fir’aun_
_Tetapi, tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian hari_
_*Perhatikan pula dengan seksama kisah hidup Nabi Yusuf alaihissalam*_
*Maka akan ditemukan kaidah yang menggambarkan drama mengharukan antara Nabi Yusuf dan sang ayah, Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam*
_Lihatlah kisah bocah laki-laki yang dibunuh oleh Nabi Khidir ‘alaihissalam atas perintah langsung dari Allah_
_Apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir itu membuat Nabi Musa ‘alahissalam bertanya-tanya_
_Nabi Khidir pun memberikan jawaban yang kata-katanya diabadikan di dalam al-Qur’an_
وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80)
فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)
“ _Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran_
_Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)_ ”
(QS.Al-Kahfi: 80-81).
_Renungkan pula kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang ditinggal wafat oleh suaminya Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu_
_Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata_ ,
_Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda_ ,
“ _Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah_ :
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
‘ _Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya_
_Ya Allah, limpahkan pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku dan berikanlah gantinya yang lebih baik_ .’
_*Kecuali Allah akan memberi gantinya yang lebih baik*_ .’
_Ummu Salamah berkata, Ketika Abu Salamah meninggal dunia aku bertanya_ ,’
_Siapa di antara seorang mu’min yang lebih baik dari Abu Salamah ?!_
_Siapakah penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah ?!_
_Kemudian aku mengucapkan doa di atas_
_Lalu Allah *menggantikannya* dengan *Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam*_
(HR. Muslim no. 918).
_Demikianlah Ummu Salamah menjalankan apa yang diperintahkan untuk dilakukan saat menerima musibah_
_Bersabar, membaca istirja' (kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan mengucapkan doa di atas_
_*Maka Allah menggantinya dengan yang terbaik, yang tidak ia bayangkan sebelumnya*_
Inti dari semua ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang penyair,
عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يَسْعَى إِلَى الْخَيْرِ جُهْدَهُ
وَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ تَتِمَّ الْمَقَاصِدُ
_Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapatkan kebaikan_
_Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya_
_Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya_
_Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya_
_Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, *yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik*_
Allah juga berfirman:
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“ *_Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak_* .”
(QS. An-Nisa’: 19).
Wallahu A’lam.