Pacaran dosa menurut ketentuan islam
"5 KERUGIAN BERPACARAN"
👇👇👇
1. Dosanya nambah terus, hartanya kurang terus. Dewasa hanya dalam adegan, bukan fikiran.
2. Ajang menunjukkan kelebihan dan mengobral kesucian. Kalu sudah zina, lakinya seneng wanitanya susah
3. Memberi cinta pada orang yang belum tentu jodohnya. Kalau udah ditinggal, suaminya kelak dapat sisa.
4. Tak ada kata cinta dalam pacaran, tapi nafsu. Hanya mau sehidup semati, tidak sehidup sesurga.
5. Dilarang Allah, tapi malah nurutin setan. Islam mengajarkan untuk menikah, bukan pacaran
======================
Wahai Wanita,,
LELAKI YANG BENAR MENCINTAIMU MAKA DIA TIDAK AKAN MERUSAKMU..........
Dia tidak akan MENYENTUHMU sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MEMANGGILMU SAYANG sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU PACARAN sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU BERDUAAN sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MELIHAT AURATMU sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU BERBUAT MAKSIAT DAN HAL SIA-SIA
Dia takkan menyebabkanmu LALAI DARI MENJADI HAMBA ALLAH YANG BAIK
=======================
WANITA SHOLIHAH itu TIDAK PACARAN
Pacaran itu main-main, tiap romantisnya itu bawa dosa.
Nikah itu serius, tiap romantis menambah cinta dan pahala.
Jadi, udah jelas kan?
Perempuan bijak pasti gak mau dibuat mainan.
Perempuan shalihah pasti takut dosa.
Pacaran (hubungan haram tanpa akad nikah) adalah JALAN TOL menuju PRAKTEK ZINA.
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
sekedar MENDEKATI ZINA pun dilarang, apalagi benar-benar BERZINA !
========================
Pacaran bisa menyebabkan:
-hilangnya keperawanan
-kehamilan sebelum menikah
-menggugurkan kandungan/aborsi
-melahirkan diluar nikah
-kegalauan
-hancurnya masa depan
-dosa menumpuk
-menghabiskan waktu sia-sia
mohon maaf mbak..
jangan mau kalo diajak pacaran,
paling cuma mau diajak zina sama pacarmu ...
======================
Muslimah yang cerdas itu
menolak dipacari
tapi bersedia dinikahi
oleh lelaki yang sholeh dan cocok dengannya.
Nb: lelaki sholeh tentu tidak akan mengajak muslimah untuk berpacaran.
========================
Seorang Gadis bertanya kepada Ustadz :
"Ustadz, bisakah aku dapatkan seorang pacar yang shalih?"
Jawab Ustadz : "Kamu gak mungkin bisa mendapatkannya."
Sahut Gadis : "Kok bisa?!!"
Ustadz berkata : "Karena lelaki yang shalih itu gak mungkin pacaran, jadi mustahil kamu dapat pacar yang shalih."
========================
Jika seseorang itu benar mencintaimu, maka dia akan mengajakmu lebih dekat kepadaNya.. Dan bukan mengajakmu berbuat maksiat dan hal sia-sia yang menjauhkanmu dariNya
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan mengajak berpacaran, sebab dia tak akan tega menjerumuskanmu dalam dosa dan maksiat yang akan membuatmu dimurkai-Nya.
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan tega mencelakakanmu, apalagi membuatmu masuk neraka atau menderita dunia-akherat, maka dia tak akan mengajak berpacaran, tak akan mengajak bermaksiat.
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan mau menyentuhmu walau hanya seujung kuku saat engkau belum halal baginya, belum menjadi pasangan suami-istri yang sah menurut agama.
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan mau mengajak berduaan denganmu saat engkau belum halal baginya,
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak mau bebas melihat auratmu saat engkau belum halal baginya,
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tak akan mengajakmu bepergian bersama, selama engkau belum halal baginya jika engkau tak disertai mahrommu,
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan mau mengusik hatimu dan mengotorinya dengan rayuan2 asmara ataupun janji2 semu saat engkau belum halal baginya.
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan mau membuat hatimu galau dengan rayuan-rayuannya. Ia akan menjaga jarak sampai Allah halalkan.
Lelaki yang benar-benar mencintaimu, rela berkorban demi keselamatan dan kebahagiaan dirimu dunia-akherat. Dia rela menjauhimu, agar engkau terhindar dari dosa dan maksiat, serta terhindar dari kerusakan.
==============
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Pacaran termasuk salah satu jenis zina, karena biasanya tidak lepas dari salah satu hal berikut:
1-Raba-meraba/belai-membelai/senggol-menyenggol, dan ini merupakan zina tangan.
2-Melihat lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina mata.
3-Mendengarkan pembicaraan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina telinga.
4-Berbicara dengan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina lisan.
5-Berangan-angan melakukan tindakan haram, adalah zina hati.
6-Atau bahkan sampai zina kelamin dengan berhubungan seks.
Banyak orang yg pacaran sebelum menikah justru tidak langgeng rumah tangganya, karena masing-masing hanya mencari kepuasan seks, oleh sebab itu begitu ada calon lain yg lebih menarik segera yg pertama ia tinggalkan… atau walaupun telah menikah tetap saja ia pacaran/berselingkuh dgn yg lain… beda dgn yg tidak pernah pacaran.
“Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur: 30 )
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita (yang bukan mahram), ” (HR. Ahmad 6/357)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Aamiin Ya Rabbl'alaamiin.
Http://aguspijad.blogspot.com