Syirik ulasan islami
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
*SYIRIK*
_Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati kita di tengah masyarakat yang masih banyak melakukan praktek kesyirikan yang merusak bahkan membatalkan tauhid_
_Perbuatan praktek kesyirikan ini dilakukan oleh sebagian orang dengan dalih bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan adat-istiadat peninggalan leluhur_
_Padahal perbuatan tersebut adalah bentuk kesyirikan yang membahayakan agama_
_Kita harus memperingatkan umat Islam untuk menjauhi amalan-amalan syirik._
_Segala adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat harus tunduk kepada syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala._
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“ _Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan_
_Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya_ .”
(An-Nisa: 65).
_Janganlah kita seperti orang-orang jahiliyah yang tidak mau beriman kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dengan alasan mengikuti nenek moyang._
_Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang keadaan kaum musyrikin :_
Apabila dikatakan kepada mereka,
“ _Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh Allah_ ”
Mereka menjawab,
“ _(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami_ ”
_(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk ?_
(al-Baqarah: 170).
_Seorang muslim harus mendahulukan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas segala hal._
_Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu, adat-istiadat, dan pendapat akalnya._
_Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencela orang yang lebih mendahulukan hawa nafsunya._
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“ _Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya_
_Dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya ?_
_Siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat) ?_
_Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?_ ”
(al-Jatsiyah: 23).
_Dibawah ini hanya sebagian amalan syirik yang ada di tengah-tengah masyarakat kita._
_Semuanya harus kita jauhi._
_Di antara perbuatan praktek kesyirikan_ :
*_1. Tathayyur_*
_Tathayyur adalah beranggapan sial dengan *waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui*_
_Seperti di sebagian daerah penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu_
_Memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu_
_Dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan_
_Ada yang tidak mau berdagang di hari tertentu_
_Melarang pernikahan di bulan tertentu_
_Semua itu adalah bentuk tathayyur syirik yang harus dijauhi oleh seorang muslim_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“ _*Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik*_ ”
(HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)
_*2. Tamimah*_
_Tamimah adalah sesuatu yang *digantungkan* pada seorang anak untuk *menolak ‘ain atau musibah*_
_Sering kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala_
_Semua ini termasuk jenis tamimah yang syirik_
_Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan_
_*3. Tiwalah*_
_Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/seorang lelaki *mencintai* istrinya/seorang wanita atau sebaliknya_
_Adapun dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan *keyakinan* bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka pernikahannya akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik_
_Karena tidak ada yang bisa membolak-balikkan hati manusia selain Allah Subhanahu wa Ta’ala_
_Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, haram hukumnya_
_Bisa juga terjatuh dalam kesyirikan, jika dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya pernikahan_
*_4. Jampi-jampi/mantra_*
_Yang dimaksud adalah *ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik,* yang mengandung permintaan bantuan kepada jin_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau :
“ _*Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik*_ ”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat berikut :
– _Bacaan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik_
– _Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya_
– _Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh selain dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala_
_*5. Perdukunan*_
_*Ini adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin*_
_*Banyak orang menjadi pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah*_
_Ancaman bagi dukun dan yang mendatanginya sangat berat_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :
“ _Barangsiapa *mendatangi* dukun dan *bertanya* sesuatu, *tidak akan diterima shalatnya* selama empat puluh malam_ .”
(HR. Muslim).
Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“ _Barangsiapa *mendatangi* dukun dan *bertanya* sesuatu kemudian *membenarkannya* , dia telah *mengkufuri* apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam_ ”
_Tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun_
_Di antara yang beliau sebutkan adalah bahwa *seorang dukun telah menjadi wali setan*_
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“ _Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya…._ ”
(Al-An’am: 121).
_Padahal *setan tidak akan menjadikam seorang menjadi wali selain seorang yang kafir*_
(Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 423-424).
_*6. Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala*_
_Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan bahwa termasuk *orang yang dilaknat* adalah seorang yang *melakukan sembelihan untuk selain* Allah Subhanahu wa Ta’ala_
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :
“ _Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah._
_Allah melaknat orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya._
_Allah melaknat orang yang melindungi pelaku pelanggaran syar’i._
_Dan Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas tanah._ ”
(HR. Muslim)
_Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin_
_*a. Larung (sedekah laut)*_
_Di antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik untuk laut (sedekah laut), sungai, gunung, maupun yang lainnya._
_*b. Sembelihan untuk pengantin*_
_Di sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada pernikahan._
_Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan kedua kaki mereka di darah sembelihan tersebut sebelum memasuki rumahnya._
_*c. Sembelihan untuk rumah baru*_
_Di sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka menyembelih seekor hewan._
_Sebagian mereka bahkan menanam kepala hewan tersebut di rumah barunya._
_Ini juga termasuk sembelihan yang syirik._
_*d. Memenuhi keinginan jin yang masuk pada tubuh seseorang*_
_Ketika ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang minta disembelihkan hewan untuk dirinya._
_Jika terjadi hal demikian, permintaan jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah sembelihan untuk jin._
_*7. Kesyirikan di kuburan*_
_Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut :_
_a. Berdoa kepada penghuni kubur_
_b. Nadzar untuk penghuni kubur_
_c. Isti’anah, meminta tolong kepada penghuni kubur_
_d. Isti’adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur_
_e. Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur_
_Semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari._
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :
“ _Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan tangannya._
_Jika tidak mampu, dengan lisannya._
_Jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman._ ”
(HR. Muslim)
_*8. Mencari berkah dari benda-benda tertentu*_
_Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti kerisbesi kuning,kul bentet,mustika kantong macan,pring petuk,mustika merah delima,rantai babi,mustika anti silet/anti cukur,kebal bacok,akik dan batucincin._
_*Faedah*_
_Tidak boleh *bertabarruk (mencari berkah)* dari diri seseorang, dengan *tubuh atau bagian tubuh* seseorang tertentu, *selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam*_
_*Seorang muslim tidak boleh mencari berkah dengan diri seseorang yang dianggap shalih, baik ludah, rambut maupun bagian tubuh lainnya*_
Hal ini berdasarkan beberapa alasan.
_a. Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam_
_b. Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat yang meminta berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya._
_c. Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang yang dimintai berkah_
_*9. Sihir*_
_Sihir adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang muslim._
_Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh dalam kekufuran_
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“ _Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir)_
_Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir)._
_Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir)._
_Mereka mengajarkan sihir kepada manusia_ .”
(Al-Baqarah: 102)
_*10. Sedekah bumi*_
_Sedekah bumi yaitu memberikan sesuguh/sesaji ketika hendak panen padi dan lainnya, sesaji itu dipersembahkan untuk Dewi Sri. Ini pun termasuk bentuk kesyirikan_
_*11. Sesajen*_
_Yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak melaksanakan acara tertentu_
_12. Memberikan penghormatan dengan membungkuk_
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“ _Membungkuk ketika memberikan penghormatan adalah perbuatan yang dilarang_
_Hal ini sebagaimana dalam riwayat at-Tirmidzi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka bertanya tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu membungkuk kepadanya._
_Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Tidak boleh._ ”
_Juga karena ruku dan sujud tidak boleh dilakukan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala_
Walaupun hal ini menjadi bentuk penghormatan pada syariat sebelum kita, sebagaimana dalam kisah Yusuf ‘alaihis salam :
“ _Dan ia menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Yusuf pun berkata, “Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu_ ”
(Yusuf: 100).
_Adapun dalam syariat kita, bersujud tidak diperbolehkan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala._
(Lihat Majmu’ al-Fatawa, 1/259).
_Wallahua'lam_
Http://aguspijad.blogspot.com