Tanggung jawab orang tua terhadap anak kutipan islami

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

*TANGGUNG JAWAB ORANG TUA*

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ اْلإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

_Setiap engkau adalah pemelihara, dan *setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban* mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya_ :

_Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya._

_Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya._

_Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya._

[HR. al-Bukhâri]

_Maka *orang tua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak-anaknya*_

_Karena itu hendaknya setiap orang tua memperhatikan sepenuhnya perkembangan serta masa depan anak-anaknya_

_Masa depan yang bukan berorientasi pada sukses duniawi, tetapi *yang terpenting adalah sukses hingga akhiratnya*_

_Dengan demikian, orang tua tidak boleh mementingkan diri sendiri_

_Seperti dengan melakukan dorongan yang secara lahiriah terlihat *seakan-akan demi kebaikan anak* , padahal sesungguhnya untuk *kepentingan kebaikan, prestise atau popularitas orang tua*_

_Sehingga akhirnya salah langkah_

_Ada tulisan tentang kisah orangtua yang akan dimasukkan kedalam syurga oleh Allah, ketika mereka hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam syurga namun mereka gagal dan *di jebloskan ke neraka oleh anaknya sendiri*_

_Sebuah perkataan yang perlu kita renungkan baik-baik_

“ _Kisah tentang sepasang suami istri yang sudah hampir melangkah menuju surga karena mereka orang yang sangat baik dan taat beribadah_

_Namun dicegat oleh anaknya yang akan dimasukkan ke neraka oleh Allah karena si anak adalah ahli maksiat dan dosa_

_Si anak protes pada malaikat_

“ _Mereka memang baik dan taat beribadah. Tapi mereka tak pernah mengajari saya agama_

_Mereka tak pernah mengajari saya berbuat baik_

_Saya masuk neraka gara-gara mereka_

_Karena itu, saya minta keadilan._

_Tolong agar mereka dimasukkan ke neraka juga_ .”

_Akhirnya sepasang suami istri ini tidak jadi masuk surga_

_Mereka pun dijebloskan ke dalam neraka_

_*Betapa tidak mudah tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak*_

_*Kita mungkin terlalu asyik meningkatkan kualitas iman dan ibadah untuk diri kita sendiri*_

_*Namun lupa bahwa kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga keluarga kita dari api neraka*_

_Betapa banyak orangtua yang lupa akan bekal akhirat anak-anak mereka_

_Para orangtua *hanya sibuk memenuhi kebutuhan dunia* anak mulai dari pendidikan yang baik, materi yang banyak dan pakaian yang bagus, namun mereka *lupa dengan perkara yang paling penting* dari semua itu yaitu *bekal mereka diakhirat nanti*_

_Orangtua seperti ini kelak akan menjadi *musuh anaknya* dihadapan Allah_

_Mereka akan saling menghujat dan mencela mengeluarkan kata-kata lara yang mungkin akan membuat orang yang mendengarnya sedih dan terluka_

_Namun *demi menyelamatkan diri dari pedihnya azab neraka mereka saling mencari pembenaran*_

_Mereka juga akan *menjadi musuh* satu sama lainnya_  

_*Saling menjatuhkan*_

_Anak yang yang akan terjungkal ke dalam neraka tidak mau menerima dirinya dicampakkan_

_Sehingga dia pun menuntut keadilan dan tanggung jawab orangtua yang telah mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama yang baik kepada anak-anaknya_

“ _Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti._

Lalu dia berkata :

‘ _Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini !_ ’

Sang ayah berkata :

‘ _Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian ?_ ’

Sang anak berkata:

‘ _Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi *engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku*_ .'

(Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 H)

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman:

“ _Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka_ .”

(Q.S.At-Tahriim:66)

_Bahwasanya Allah SWT memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka._

_Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang dilakukannya._

_Hal tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat kelak._

_Wallahua'lam_
Http://aguspijad.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus