Keutamaan bulan amalan dzul ijjah 10 hari pertama
بسم الله الرحمن الرحيم
" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
*KEUTAMAAN DAN AMALAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH*
Allah berfirman:
وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“ _Demi fajar, dan *demi malam yang sepuluh*_ ”
(QS. Al Fajr: 1 – 2)
Ibn Rajab mengatakan :
_*Malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.*_
_Tafsir inilah yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya._
_Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu …._ ”
(Lathaiful Ma’arif, hal. 469)
_*Allah bersumpah dengan menggunakan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.*_
_*Ini menunjukkan keutamaan sepuluh hari tersebut.*_
_Disamping ayat ini, terdapat hadis shahih yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ
وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
“ _*Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini*_ (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.) ”
_Para sahabat bertanya :_
_Wahai Rasulullah, termasuk *lebih utama dari jihad fi sabilillah ?*_
_Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
“ _*Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah.*_
_*Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali*_ (mati dan hartanya diambil musuh, pen).”
(HR. Al Bukhari, Ahmad, dan At Turmudzi)
_Al Hafidz Ibn Rajab mengatakan: Hadis ini menunjukkan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah lebih dicintai di sisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian._
_Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama di sisiNya._
(Lathaiful Ma’arif, hal. 456)
_*Mana yang lebih utama, sepuluh hari pertama Dzulhijjah ataukah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ?*_
_Setelah menyebutkan berbagai perselisihan ulama dalam masalah ini, Al Hafidz Ibn Rajab mengatakan :_
_Total sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dibandingkan total sepuluh hari terakhir._
_Meskipun pada sepuluh hari terakhir Ramadhan terdapat satu malam yang lebih utama dibandingkan malam selainnya._
_*Amal Sunnah di Bulan Dzulhijjah*_
_*Pertama,* Memperbanyak puasa di sembilan hari pertama_
_Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah._
_*Terutama puasa hari arafah, tanggal 9 Dzulhijjah.*_
_Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفّر السنة التي قبله ، والسنة التي بعده
“ _… puasa hari ‘arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai kaffarah satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya ..._ ”
(HR. Ahmad & Muslim).
_Demikian juga keumuman hadis yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah._
_Disamping itu, terdapat keterangan khusus dari Ummul Mukminin, Hafshah radhiallahu ‘anha, bahwa *Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah,* dan tiga hari tiap bulan._
(HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, dan dinilai shahih oleh Al Albani)
_*Kedua,* Takbiran_
_Takbiran di bulan Dzulhijjah ada dua :_
_Takbiran hari raya yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan._
_Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah._
_Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja._
_Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst._
_Dalilnya :_
Allah berfirman:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“ _… Supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan …_ ”
(QS. Al Hajj: 28)
_Allah juga berfirman,_
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“ _…. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang …_ ”
(QS. Al Baqarah: 203)
Ibn Abbas mengatakan:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ
“ _Yang dimaksud “ *hari yang telah ditentukan* ” adalah *tanggal 1 – 10 Dzulhijjah,* sedangkan maksud ” *beberapa hari yang berbilang* ” adalah *hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.*
(Al Bukhari secara Mua’alaq, bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq)
_Hadis dari Abdullah bin Umar , bahwa Nabi bersabda:_
ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر فاكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“ _*Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah.*_
_Oleh karena itu, *perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.*_ ”
(HR. Ahmad & Sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir)
Imam Al Bukhari mengatakan :
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا .
“ _Dulu Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah._
_Mereka berdua mengucapkan takbiran kemudian masyarakat bertakbir disebabkan mendengar takbir mereka berdua_ .”
(HR. Al Bukhari, bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq)
_Takbiran yang terikat waktu (takbir muqayyad) adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib._
_Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah._
_Dalil-dalilnya :_
_Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu,_
أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى آخر أيام التشريق، لا يكبر في المغرب
_bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah._
_Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah)_
(HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shahih)
_Dari Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu,_
يكبر من صلاة الصبح يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر أيام التشريق
_Bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah_
(HR. Al Hakim dan dinilai shahih oleh An Nawawi dalam Al Majmu’).
_*Ketiga,* Memperbanyak amalan-amalan shalih berupa ibadah sunnah seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya._
_Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya._
_Amalan yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah utama._
_Sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya._
_Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“ _Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini_ (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).”
Para sahabat bertanya :
_Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah ?_
_Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
“ _Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali_ (mati dan hartanya diambil musuh, pen).”
(HR. Al Bukhari, Ahmad, dan At Turmudzi)
_*Keempat,* Melaksanakan Shalat Idul Adh-ha dan Mendengarkan Khutbahnya_
_Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyari’atkannya hari raya ini._
_Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan._
_Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan :_
قدم رسول الله -صلى الله عليه وسلم- المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال « ما هذان اليومان ». قالوا كنا نلعب فيهما فى الجاهلية. فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- « إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر ».
_Bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di madinah, masyarakat madinah memiliki dua hari yang mereka rayakan dengan bermain._
_Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya :
“ _Dua hari apakah ini ?_ ”
mereka menjawab :
_Kami merayakannya dengan bermain di dua hari ini ketika zaman jahiliyah._
_Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
“ _Sesungguhnya Allah telah memberikan ganti kepada kalian dengan dua hari yang lebih baik : idul fitri dan idul adha._ ”
(HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad dan dinilai shahih oleh Al albani)
_*Kelima, Berqurban*_
_Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung dan juga sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam._
Allah berfirman :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“ _*Laksanakanlah shalat untuk Rabmu dan sembelih-lah qurban*_ ”
(QS. Al Kautsar: 2)
_Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :_
من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا
“ _Siapa yang *memililki kelapangan* namun *dia tidak berqurban* maka *jangan mendekat ke masjid kami* ”
(HR. Ahmad & Ibn Majah dan dihasankan Al Albani)
( _Bagi orang yang hendak berqurban, dilarang memotong kuku atau rambut dirinya (bukan hewannya) ketika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia memotong hewan qurbannya._ )
_Dari Umu salamah radhiallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :_
مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
“ _Barangsiapa yang *memiliki hewan yang hendak dia sembelih (di hari raya),* jika sudah *masuk tanggal 1 Dzulhijjah* maka *janganlah dia memotong rambutnya dan kukunya sedikitpun, sampai dia menyembelih qurbannya* ”
(HR. Muslim)
_*Keenam,* Haji_
Allah berfirman :
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“ _Kewajiban bagi manusia kepada Allah, berhaji ke baitullah, bagi siapa saja yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan_ ”
(QS. Ali Imran: 97)
_*Ketujuh,* Bertaubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa,_
_Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba Allah Ta’ala dan ketaatan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah Ta’ala kepadanya._
_Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :_
“ _Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya_ ”
(HR. Bukhari dan Muslim)
_Wallahua'lam_
Http://aguspijad.blogspot.com