Kutipan islami nasehat al-qur'an
بسم الله الرحمن الرحيم
" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
*NASEHAT AL-QUR'AN _bagi_ ORANG KAYA*
_Islam tidak pernah menuntut pengikutnya untuk menjadi seorang *miskin* agar supaya *dianggap Sebagai seorang muslim yang baik*_
Bahkan Rasulullah pernah bersabda,
“ _*Ibadah itu ada 70 bagian, dan yang paling afdhol dari itu semua adalah mencari (harta) yang halal*_ ”
_Mengambil pelajaran dari kisah Qorun, sebelumnya dia adalah *pengikut setia Nabi Musa as*_
_Bukan hanya itu, dia juga *kerabat dekat Nabi Musa*_
_Ada riwayat yang menyebutkan bahwa dia sepupu Musa dan menurut riwayat lain, dia adalah paman beliau._
_Qorun begitu setia hingga termasuk *70 sahabat pilihan nabi Musa*_
_Namun, ketika *taraf hidupnya mulai naik*, dia *mulai berubah*_
_Ketika telah *bergelimang harta* , dia *mulai lupa*_
_Dia *seakan tidak pernah menjadi pengikut Musa as*_
_Dia begitu sombong hingga menuduh dan memfitnah beliau_
_Dan ketika nabi Musa memerintahkan untuk membagi hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan, dengan congkak dia berkata_
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي-٧٨-
_Dia (Qarun) berkata,_
“ _*Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku*_ .”
(Al-Qashas 78)
_Dia begitu kaya raya, gudang penyimpanan hartanya begitu banyak_
_Hingga kunci-kuncinya pun harus dipikul oleh 10 orang_
_Sampai suatu saat dia keluar dengan seluruh kemegahannya, dengan congkak dia berjalan ditengah orang-orang miskin._
_*Para pecinta dunia silau dengan kekayaan Qorun dan berkhayal menjadi sepertinya*_
_Sementara orang -orang berilmu yang mengharapkan akhirat tidak terpengaruh dan menasehati Qorun_
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ -٧٦-
“ _Sesungguhnya *Qarun termasuk kaum Musa* , tetapi dia *berlaku zalim* terhadap mereka,_
_Dan Kami telah *Menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya* sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat_ .”
(Al-Qashas 77)
_Saat itu ada orang-orang mukmin yang tidak silau dengan gemerlap kemegahan Qorun, dan mereka menasehatinya_
إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ -٧٦-
“ _Janganlah engkau terlalu bangga._
_*Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri*_ ”
_*Nasehat untuk Qarun (dan berlaku juga bagi Kita)*_ :
_*Pertama*_ ,
_*Janganlah berbangga diri atas kekayaan yang kita miliki*_
_Dalam ayat ini Allah menggunakan kata *Yafrohu* yang artinya adalah “ *Janganlah engkau bergembira* !_
_Kata bergembira yang dimaksud adalah gembira yang membuat kita berbangga diri_
_Euforia yang membuat seorang lupa daratan_
_Lupa dari tuhannya, lupa dari masa lalunya._
_Dan para ahli tafsir bersepakat bahwa kata_
“ _*Janganlah kau bergembira* ” dalam ayat ini memiliki arti_
“ _*Janganlah kau menyombongkan diri* !_ ”
_Karena dalam ayat lain Allah memperbolehkan kita untuk bergembira_
_Kegembiraan dalam menyambut nikmat Allah swt_
_Karena Allah senang melihat hambanya menggunakan nikmat yang telah Dia berikan_
قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ -٥٨-
“ _Katakanlah (Muhammad),_
“ _Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan_ .”
(Yunus 58)
Imam Ali bin Abi tholib pernah berkata,
“ _*Aku heran kepada orang yang sombong, padahal awalnya dia adalah air sperma sementara akhirnya adalah bangkai*_ ”
_*Kedua*_ ,
_*Jadikanlah kekayaan untuk memakmurkan rumah kita di akhirat*_
_Karena seseorang bisa membangun surganya dengan kekayaannya di dunia_
_*Harta adalah pembantu terbaik untuk menemani kita menuju akhirat*_
_Kita bisa meng-investasikan kekayaan kita untuk diambil nanti di surga._
_Dengan menitipkannya kepada anak yatim dan kepada orang-orang yang membutuhkan._
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ-٧٧-
“ _*Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu*_ ”
_*Jangan menjadi seorang yang sibuk memperindah rumahnya di dunia tapi tak pernah memperhatikan rumah abadinya nanti*_
_Siapkah kita untuk berpindah dari rumah yang indah di dunia menuju gubuk yang menakutkan di akhirat sana ?_
_Semua itu karena kita tidak pernah membangunnya ketika kita hidup di dunia._
_Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda bahwa harta yang sebenarnya milik kita adalah yang telah kita berikan kepada orang lain_
_Harta yang ada ditangan kita jika *dimakan akan menjadi kotoran* dan jika *kita gunakan akan habis* tak bersisa_
_*Ketiga*_ ,
_*Jangan lupakan bagian kita di dunia*_
وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا -٧٧-
“ _Janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia_ ”
_*Nasehat yang ketiga ini memiliki dua makna*_
_Makna yang *pertama* adalah *jangan kita habiskan* seluruh harta kita untuk *diberikan* kepada orang lain._
_Sehingga *keluarga kita kekurangan* demi mencukupi orang lain_
_Jangan habiskan semua harta kita untuk akhirat._
_Sisakan untuk kita nikmati di dunia_
_Karena Allah tidak pernah mengharamkan kebaikan yang akan kita nikmati_
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ -٣٢-
_Katakanlah (Muhammad),_
“ _Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik ?_
(Al-A’raf 32)
_Namun Imam Ali memiliki pandangan lain mengenai ayat ini, beliau berkomentar,_
“ _*Janganlah kamu lupakan kesehatanmu, kekuatanmu, waktu luangmu, masa mudamu dan semangatmu untuk memperoleh akhirat dengan semua itu*_ ”
_Menurut Imam Ali, ayat ini mendukung nasehat yang kedua untuk memperoleh akhirat dengan kesempatan di dunia._
_*Ke-empat*_ ,
_*Berbuat baiklah seperti Allah telah berbuat baik kepada kita*_
وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ -٧٧-
“ _*Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu*_ ”
_Sebagaimana kita ingin selalu mendapatkan kebaikan dari Allah begitupula orang lain yang mengharapkan kebaikan dari kita_
_Jangan pernah menganggap semua yang kita miliki karena hasil usaha kita sendiri._
_Bagaimana petani yang menganggap benih tumbuh karena usahanya, sementara air telah tersedia._
_Kesehatan dia miliki dan Sinar matahari terpancar dengan luasnya._
_Darimana semua itu jika bukan dari Allah swt._
أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ -٦٤-
“ _Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang Menumbuhkan ?_ ”
(Al-Waqi’ah 64)
_Ironis sekali jika manusia selalu mengharap kebaikan dari Tuhannya namun dia tidak pernah memberikan kebaikan untuk sesamanya_
_Mulailah kita *membuang sifat kikir* , karena toh kita juga yang akan mendapat manfaat saat memberi orang lain_
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا-٧-
“ _*Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri*_ "
(Al-Isra’ 7)
_*Kelima*_
_*Jangan merusak bumi Allah dengan harta yang telah Dia berikan*_
_Kini harta titipan Allah digunakan untuk merusak bumi-Nya._
_Menimbulkan perpecahan antar manusia dan menghilangkan rasa aman dari mereka_
_Sungguh benar jika kita mengatakan bahwa *harta akan menjadi bencana* jika *dipegang oleh seorang yang tidak siap*_
_Bahkan undang-undang pun bisa dirubah ketika uang telah berbicara._
وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ -٧٧-
“ _Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan_ ”
Nasehat itu Semua terangkum dalam Surat Al-Qashas ayat 77.
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
_*Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat*_
_*Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi*_
_*Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu*_
_*Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi*_
_*Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan*_
_Wallahua'lam_
Http://aguspijad.blogspot.com