Muslimin wajib berpolitik!
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.
_*“ Hendaklah kamu menjadi umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung ”*_
(QS. Ali Imran: 104)
_*Inilah ayat yang menegaskan seorang muslim wajib berpolitik atau memaksimalkan peran politiknya.*_
_Secara implisif ayat ini membahas tentang kewajiban menegakkan amar ma’ruf nahi munkar secara khusus, dan dakwah secara umum._
_*Di sini setiap orang beriman atau komunitas muslim diperintah Allah untuk menyeru kepada yang ma’ruf (kebaikan dan kebenaran) dan mencegah dari kemunkaran (dosa dan kerusakan).*_
_Namun *efektivitas pelaksanaan kewajiban ini akan sangat terkait dengan kekuasaan.*_
_*Semakin besar kekuasaan dan otoritas yang dimiliki oleh seorang Muslim, semakin besar kemampuannya untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam ruang kekuasaannya.*_
_Kaitan antara keduanya dapat dilihat dengan jelas pada sabda Rasulullah saw dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim_
_*Bahwa siapa di antara kamu melihat sebuah kemunkaran maka hendaknya ia merubahnya dengan tangannya.*_
_*Apabila tidak mampu maka hendaknya ia merubahnya dengan mulutnya.*_
_*Apabila tidak mampu juga, lakukan dengan hati, dan itu adalah tingkat iman yang paling rendah.*_
_Rasulullah saw dalam hadits ini *tidak bermaksud memberikan pilihan* kepada kita dalam *menegakkan amar ma’ruf nahi dan munkar.*_
_Tetapi Rasulullah saw ingin *memastikan* bahwa kemampuan kita dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kekuasaan yang kita miliki._
_Ketika kekuasaan yang kita miliki besar, maka kita *wajib merubah kemunkaran* itu dengan *sarana yang paling efektif,* tangan misalnya._
_Namun apabila kekuasaan yang kita miliki kecil, maka kita boleh menggunakan sarana sesuai otoritas kita, dengan perkataan saja misalnya._
_Dan *apabila kita sama sekali tidak memiliki kekuasaan,* maka kita *harus tetap menegakkan amar ma’ruf nahi munkar* minimal untuk *diri kita sendiri yaitu hati.*_
_Namun Rasulullah saw menegaskan bahwa ini adalah merupakan sikap orang yang paling rendah imannya._
_*Penegasan terakhir Rasulullah saw ini* sesungguhnya *menjelaskan* kepada kita bahwa *tinggi rendahnya iman, berkait erat dengan komitmen kita terhadap penegakkan amar ma’ruf nahi munkar.*_
_Dan *komitmen ini berbanding sejajar dengan kekuasaan yang kita miliki.*_
_Sementara *kekuasaan* itu *tidak ada jalan lain untuk mendapatkannya* dan mempengaruhi *kecuali dengan politik* dan *memanfaatkan peran politik.*_
_Karena itu *sesuai dengan kaidah ilmu ushul fiqh,* bahwa *segala sesuatu yang menyebabkan satu kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka hukum sesuatu itu wajib juga.*_
_Berdasar Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 104 di atas dapat disimpulkan bahwa :_
_*Setiap Muslim wajib ‘ain (wajib individu) hukumnya untuk menjalankan peran politik*_
_*Sebab apabila tidak berpolitik maka kaum muslimin tidak akan berkuasa.*_
_*Dan tanpa kekuasaan tugas amar ma’ruf dan nahi munkar tidak akan berjalan efektif.*_
_*Lalu apabila tugas ini tidak berjalan maka umat Islam secara kolektif dan individu akan berdosa.*_
_Lebih jauh *Imam Al-Ghazali* dalam kitabnya Ihya Ulumud Din menegaskan,_
_“ *Dunia adalah ladang akhirat.*_
_*Agama tidak akan sempurna kecuali dengan dunia.*_
_*Kekuasaan dan agama adalah kembaran.*_
_*Agama adalah tiang, penguasa adalah penjaga.*_
_*Bangunan tanpa tiang akan rubuh dan apa yang tidak dijaga akan hilang.*_
_*Keteraturan dan kedisipilnan tidak akan terwujud kecuali dengan penguasa ”*_
_*Karena itu berpolitik dan memaksimalkan peran politik adalah merupakan kegiatan suci dalam beribadah kepada Allah*_
_Ini tentu apabila tujuan berpolitik sesuai dengan apa yang kita sebutkan di atas._
_*Sangat banyak contoh mengenai cara berpolitik secara cerdas yang dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul seperti :*_
_*Pertama,* Nabi Yusuf as saat dipenjara karena difitnah dengan dituduh merayu istri pejabat._
_Lalu apa tindakan Nabi Yusuf as ?_
_Beliau tetap sabar dan tawakal serta ikhtiar untuk *memperjuangkan kebebasannya.*_
_Kita ketahui bersama beliau pernah mentakwilkan mimpi tukang roti dan tukang anggur serta minta bantuan mereka untuk membebaskan dirinya jika salah satu dari mereka selamat._
_Kenyataannya, beliau malah dilupakan dan terus dipenjara._
_Lalu ketika beliau akhirnya bebas, apakah lantas beliau balas dendam kepada tukang anggur yang melupakannya ?_
_Jawabnya tidak !_
_*Ini Model politik yang Cantik walaupun punya Kekuasaan namun tidak sewenang-wenang dengan melakukan Balas Dendam walaupun pada orang yang pernah menzaliminya selama yang terzalimi adalah Pribadinya bukan Agamanya atau Umatnya, demikian juga perlakuan kepada Saudara-saudaranya yang juga menzaliminya tidak ada dendam untuk membalasnya*_
_*Kedua,* Ketika Nabi Yusuf as ‘minta’ dijadikan menteri ekonomi di pemerintahan Mesir._
_*Beliau berhasil meyakinkan bahwa dirinya merupakan pribadi yg baik dan bisa dipercaya karena mempunyai pengetahuan di bidang itu.*_
_Ini bisa dikatakan politik dalam kategori lobi Tingkat tinggi, hasilnya beliau dipercaya menjadi menteri ekonomi dan akhirnya menjadi pemimpin Mesir._
_*Ketiga,* Nabi Musa as dan Nabi Harun as saat bertemu dengan Firaun, memintanya agar mengakui adanya ALLOH SWT dan tidak lagi meninggikan dan memperlakukan dirinya layaknya Tuhan._
_Di akhir perdebatan terjadi Pertarungan antara Nabi Musa as dengan para penyihir Firaun yg diakhiri dengan berimannya para tukang sihir Firaun._
_*Ini merupakan Politik Kekuatan yang langsung menuju medan pertempuran dan model menyerang ke pusat kekuasaan*_
_*Keempat,* Nabi Sulaiman as mengutus burung Hud Hud untuk mengirim surat kepada Ratu Bilqis (atau Ratu Balqis)._
_Ini jelas merupakan *pergerakan politik berupa diplomasi.*_
_*Kelima,* perjanjian Hudaibiyah antara kaum Muslim dengan kaum kafir Quraisy._
_*Ini merupakan taktik politik tingkat tinggi yg tidak pernah terpikirkan oleh para sahabat.*_
_Dari kelima contoh (ber)politik di atas nampak jelas bahwa Islam mempunyai cara-cara yg elegan untuk berpolitik._
_*Bisa dikatakan saat itu umat Islam (yang dipandu para Rasul-Nya) selalu beberapa langkah di depan lawan-lawan politik mereka.*_
_*Namun semua ini berubah sejak peristiwa pembunuhan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang akhirnya membuat citra politik menjadi identik dengan pertumpahan darah*_
_Dan persfektif yang berkembang pada sebagian umat Islam Indonesia saat ini adalah *Masih banyak umat Islam yang tabu dengan politik.*_
_*Mereka menyakini bahwa politik itu kotor, penuh kebohongan, kelicikan dan tidak bermoral serta berbagai sebutan lainnya yang bernada negatif.*_
_*Sikap ini yang menimbulkan trauma dan sikap apriori umat Islam terhadap masalah-masalah politik*_
_*Akibatnya peran serta mereka dalam politik begitu asal-asalan.*_
_*Kondisi perpolitikan seperti ini tentunya tidak akan pernah berubah kepada yang baik,* apabila *orang-orang mukmin yang baik dan cerdas yang mempunyai komitmen agama dan akhlak tetap menjaga jarak terhadap politik dan tidak mau memerankan fungsi politiknya sebagai warga negara yang mempunyai hak tersebut.*_
_*Politik akan selalu menuansa kotor dan negatif apabila yang berminat menjadi politisi dan yang aktif memainkan peran politiknya hanya orang-orang tidak beriman dan tidak berakhlak.*_
_*Sebaliknya citra politik akan menjadi putih dan suci apabila dilakukan orang-orang yang putih hatinya dan suci niatnya dalam berpolitik.*_
_Mari Bersama-sama Kita Perjuangkan dengan Niat Lillahi Ta'ala semata-mata_
_Jika Kita ingin berubah menjadi lebih baik dalam bermasyarakat dan bernegara._
_Ingin menjadi Masyarakat yang Bermartabat_
_Masyarakat yang Kuat._
_Menjadi Negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr yang bertaqwa dan dalam Ridho Allah SWT_
_*Kalau Bukan Kita yang Memperjuangkannya Lalu Kepada Siapa lagi kita Berharap ...*_
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
_*... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ...*_
(Al Qur'an Surat Ar-Ra’d Ayat 11)
_Wallahu’alam_
Agus pijat
(Trapiz pijat tunanetra berijazah.)
Telepon:082230962348/WA:082230962348.
Alamat: dusun Kerajan rt14,rw04 desa jatiguwi kecamatan sumberpucung kabupaten malang.
Lokasi google maps: agus pijat jatiguwi
FB: agus pijat jatiguwi
Http://aguspijad.blogspot.com