Kisah nabi muhammad bagian 10
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 10
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
*Kelahiran Muhammad صلى الله عليه وسلم*
_Pada hari Senin pagi tanggal 12 Rabiul Awwal pada tahun yang sama dengan penyerbuan Abrahah (tahun gajah), Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki._
_Saat itu bertepatan dengan bulan Agustus tahun 570 Masehi. (Sebagian pendapat mengatakan bahwa Aminah melahirkan pada tanggal 20 atau 21 April tahun 571 Masehi)._
_Aminah mengutus seseorang sambil berkata,_
_" Pergilah kepada Abdul Muthalib dan katakan,_
_' Sesungguhnya telah lahir bayi untukmu. Oleh karena itu, datang dan lihatlah '."_
_Abdul Muthalib bergegas datang._
_Ketika mengambil bayi itu dari pelukan Aminah, dadanya bergemuruh dipenuhi rasa sayang._
_"Kehadiranmu mengingatkan aku kepada ayahmu._
_Sungguh, di hatiku kini dirimu hadir sebagai pengganti Abdullah."_
_Dengan penuh rasa syukur, orangtua itu menggendong cucunya berthawaf, mengelilingi Ka'bah._
_Kali ini tidak kepada berhala, tetapi kepada Allah._
_Abdul Muthalib berdoa dan bersyukur._
_" Aku memberimu nama Muhammad," kata Abdul Muthalib._
_*Muhammad* berarti *terpuji*, sebuah nama yang tidak umum di kalangan masyarakat Arab, tetapi cukup dikenal._
_Kemudian, ia memerintahkan orang untuk menyembelih unta dan mengundang makan masyarakat Quraisy._
_" Siapa nama putra Abdullah, cucumu itu ? " tanya seseorang kepada Abdul Muthalib._
_" Muhammad "_
_" Mengapa tidak engkau beri nama dengan nama nenek moyang kita ? "_
_" Kuinginkan ia menjadi orang yang terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi," jawab Abdul Muthalib._
*Cahaya Aminah*
_Ketika Aminah mengandung Nabi Muhammad, ia melihat seberkas sinar keluar dari perutnya dan dengan sinar tersebut ia melihat istana-istana Busra di Syam._
_Saat itu di kalangan bangsawan Arab sudah berlaku tradisi yang baik, yakni mereka mencari wanita-wanita desa yang bisa menyusui anak-anaknya._
_Anak-anak disusukan di pedalaman agar terhindar dari penyakit, memiliki tubuh yang kuat dan agar dapat belajar bahasa Arab yang murni di daerah pedesaan._
_Tidak lama kemudian ke Mekah datanglah serombongan wanita dari kabilah bani Sa'ad mencari bayi untuk disusui._
_Di antara mereka ada seorang ibu bernama Halimah binti Abu Dzu'aib._
_" Suamiku," Panggil Halimah_
_" Tahun ini sungguh tahun kering tak ada tersisa sedikit pun hasil panen di kampung halaman kita._
_Lihat unta tua kita tidak lagi menghasilkan susu sehingga anak-anak menangis pada malam hari karena lapar."_
_" Semoga kita mendapat bayi seorang bangsawan kaya yang dapat memberi kita upah yang layak untuk menanggulangi kesengsaraan ini," jawab sang suami._
_Namun harapan mereka tak terkabul._
_Hampir semua bayi bangsawan kaya telah diambil oleh teman-teman serombongan mereka._
_Hanya ada satu bayi dalam gendongan ibunya yang mereka temui._
_" Namanya Muhammad" kata Aminah kepada pasangan tersebut_
_" Ia anak yatim tinggal aku dan kakeknya yang merawatnya." Halimah dan suaminya, Al-Harits bin Abdul Uzza saling berpandangan._
_Mereka enggan menerima anak yatim karena tidak ada Ayah yang dapat memberi mereka upah yang layak._
_Pasangan tersebut menggeleng dan pergi mencari bayi lain._
_Aminah memandangi bayi dalam dekapannya dengan sendu._
_Setiap wanita Bani Saad yang mendapat tawaran untuk menyusui Muhammad, selalu menolaknya karena anak yatim._
*Tsuwaibah*
_Sebelum kedatangan para wanita Bani sa'ad, Muhammad disusui Tsuwaibah budak perempuan Abu Lahab._
_Hanya beberapa hari Muhammad disusui oleh Tsuwaibah._
_Akan tetapi, di kemudian hari, di sepanjang hidupnya Muhammad selalu memperlakukan Tsuwaibah dengan baik._
_Bersambung_
_*Wallahua'lam*_