Kisah nabi muhammad bagian 11
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 11
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
*Halimah*
_Ketika Halimah dan Harits kembali ke rombongan, mereka melihat semua kawan mereka telah mendapatkan bayi untuk dibawa pulang dan disusui._
_Melihat itu, Halimah berkata kepada suaminya,_
_" Demi Allah, aku tak ingin mereka melihatku pulang tanpa membawa bayi._
_Demi Allah, aku akan pergi kepada anak yatim itu dan mengambilnya."_
_" Tidak salah kalau engkau mau melakukannya._
_Semoga Allah memberi kita keberkahan melalui anak yatim tersebut."_
_Akhirnya Halimah dan suaminya kembali menemui Aminah dan membawa Muhammad ke dusun mereka._
_Aminah melepas bayinya itu dengan perasaan lega bercampur sedih._
_Lega karena akhirnya ada yang mengasuh Muhammad, sedih karena harus berpisah dengannya selama dua tahun ke depan._
_" Pergilah, Nak. Ibu menunggumu di sini," bisik Aminah dengan pipi yang hangat dialiri air mata._
_Tatkala menggendong Muhammad, Halimah keheranan, "Aku tidak merasa repot membawanya, seakan-akan tidak bertambah beban."_
_Kemudian, Halimah menyusui Muhammad._
_"Lihat, bayi ini menyusu dengan lahap," kata Halimah kepada suaminya._
_Setelah menyusui Muhammad, Halimah menyusui bayinya sendiri._
_Bayi itu juga menyusu dengan lahap._
_Setelah itu, Muhammad dan bayi Halimah tertidur dengan lelap._
_"Anak kita tidur dengan lelap," bisik Halimah kepada suaminya,_
_"Padahal, sebelumnya kita hampir tidak bisa tidur karena ia rewel terus sepanjang malam."_
_Malam itu, keduanya bertambah heran karena unta tua mereka ternyata kini menghasilkan susu._
_"Engkau tahu, Halimah._
_Sebelum ini unta tua kita tidak menghasilkan susu setetes pun," gumam Harits._
_Suami istri itu meminum air susu unta sampai kenyang._
_"Malam ini benar-benar malam yang indah, " kata Halimah kepada Harits,_
_" Bayi kita tertidur lelap dan kita pun bisa beristirahat dengan perut kenyang."_
_"Demi Allah, tahukah engkau Halimah, engkau telah mengambil anak yang penuh berkah."_
_"Demi Allah, aku pun berharap demikian."_
*Kebanggaan Rasulullah*
_Lingkungan di Bani Sa'ad benar-benar sangat murni._
_Kelak Rasulullah pun dapat berkata dengan bangga,_
_"Aku adalah keturunan Arab yang paling tulen._
_Sebab aku anak suku Quraisy yang menyusui di Bani Sa'ad bin Bakr."_
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد
*Keberkahan*
_Keberkahan yang dibawa Muhammad kecil tidak berhenti sampai di situ._
_Ketika dalam perjalanan kembali ke dusun Bani Sa'ad, terjadi hal yang mengherankan._
_"Suamiku, tidakkah engkau melihat hal yang aneh pada keledai tungganganku ?" tanya Halimah._
_" Saat kita pergi, keledai ini berjalan pelan sekali," Harits menanggapi,_
_" Tetapi, kini ia dapat berjalan cepat seolah tak kenal lelah._
_Padahal, beban yang dibawanya cukup berat."_
_Keledai itu berjalan cukup cepat sehingga bisa menyusul dan melewati rombongan wanita Bani Sa'ad lainnya yang telah berjalan lebih dulu._
_" Halimah putri Abu Dhu'aibi ! " panggil para wanita itu keheranan,_
_" Tunggulah kami !_
_Bukankah ini keledai yang engkau tunggangi saat kita pergi ? "_
_" Demi Allah, begitulah," balas Halimah,_
_" Ini memang keledaiku yang dulu."_
_" Demi Allah, keledaimu itu kini bertambah perkasa ! "_
_Ketika tiba di rumah, Halimah dan Harits tambah terkejut._
_" Sepetak tanah kita ! " bisik Halimah tak percaya._
_" Sepetak tanah kita ini jadi begitu hijau dan subur !_
_Padahal, saat kita berangkat, tak ada sepetak tanah pun yang lebih gersang dari ini ! "_
_" Domba-domba juga ! " seru Harits,_
_" Domba domba kita jadi gemuk dan susunya penuh._
_Kini kita dapat memerah dan meminum susu mereka setiap hari."_
_Begitulah keberkahan yang mereka terima selama mengasuh Muhammad._
_Namun, dua tahun pun berlalu, kini tiba saatnya mengembalikan Muhammad kepada ibunya._
_Bersambung_
_*Wallahua'lam*_