Kisah nabi muhammad bagian 46

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 46

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Mengejek Al Qur'an*

أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

_(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum_

Surah As-Saffat (37:62)

إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ

_Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim_

Surah As-Saffat (37:63)

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ

_Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala_

Surah As-Saffat (37:64)

طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

_Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan_

Surah As-Saffat (37:65)

_Surat Ash-shaffat ayat 62-65 menjelaskan tentang makanan orang di neraka berupa buah zaqqum._

_Abu Jahal mengatakan bahwa pohon zaqqum itu tentunya seperti kurma Yatsrib yang dapat kamu santap._

_Kemudian, Allah menghina Abu Jahal dalam Surat Ad-Dukhan ayat 43 - 49_

إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ

_Sesungguhnya pohon zaqqum itu_

Surah Ad-Dukhan (44:43)

طَعَامُ الْأَثِيمِ

_Makanan orang yang banyak berdosa_

Surah Ad-Dukhan (44:44)

كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

_(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut_

Surah Ad-Dukhan (44:45)

كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

_Seperti mendidihnya air yang amat panas_

Surah Ad-Dukhan (44:46)

خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِ

_Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka_

Surah Ad-Dukhan (44:47)

ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ

_Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas_

Surah Ad-Dukhan (44:48)

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

_Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia_

Surah Ad-Dukhan (44:49)

*Abdullah bin Ummi Maktum*

_Seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum bertanya,_

_"Ada seseorang bernama Muhammad  yang membawa ajaran baru?"_

_Temannya mengiyakan._

_"Ajaran yang mengajak meyembah Tuhan Yang Mahatinggi ?" tanya Abdullah bin Ummi Maktum lagi._

_"Benar"_

_"Tuhan itu tidak bisa diraba seperti berhala ?"_

_"Betul, Abdullah bin Ummi Maktum. Begitulah yang diajarkannya."_

_Abdullah bin Ummi Maktum termenung sambil menggosok-gosok ujung jemari tangannya._

_"Tuhan yang tidak bisa diraba ?" Pikir Abdullah bin Ummi Maktum_

_"Padahal ujung jariku ini sudah mengenal betul berhala-berhala._

_Aku bahkan bisa membedakan Latta dan Uzza dengan memegang hidung mereka._

_Seandainya aku bisa bertemu sendiri dengan Muhammad !"_

_Dipenuhi rasa ingin tahu yang besar, Abdullah bin Ummi Maktum menemui Rasulullah._

_Sayang sekali, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan ayat-ayat Al Qur'an kepada Walid bin Mughirah._

_Ia adalah seorang pembesar Quraisy yang sangat diharapkan keislamanannya._

_Akan tetapi, Abdullah bin Ummi Maktum tidak mengetahui kehadiran Walid, karena buta, dia terus mendesak, mendesak dan mendesak Rasulullah agar saat itu juga menerangkan tentang Islam kepadanya._

_Karena tidak tahan didesak terus, sedangkan beliau sedang mendakwahi seorang tokoh penting, Rasulullah membuang wajah beliau._

_Saat itu, firman Allah turun untuk menegur beliau_

(QS 'Abasa, 80 ayat 1-6)

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

_Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,_

Surah 'Abasa (80:1)

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

_Karena telah datang seorang buta kepadanya_

Surah 'Abasa (80:2)

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

_Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)_

Surah 'Abasa (80:3)

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

_Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya ?_

Surah 'Abasa (80:4)

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

_Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,_

Surah 'Abasa (80:5)

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

_Maka kamu melayaninya._

Surah 'Abasa (80:6)

_Demikianlah, Allah sangat menjaga utusan-Nya dari kesalahan, bahkan untuk kesalahan sekecil itu._

_Apalagi Rasulullah adalah orang yang sangat halus perasaanya sehingga jika akan merugikan orang miskin atau orang lemah, beliau merasa takut._

*Karena Dengki*

_Kebanyakan para pembesar Quraisy tidak mau mengikuti Nabi bukan karena  lebih yakin dengan berhala, melainkan lebih karena dengki, mengapa Muhammad diangkat menjadi Nabi, bukan mereka ?_

_Walid bin Mughirah berkata,_

_"Wahyu didatangkan kepada Muhammad bukan kepadaku, padahal aku kepala dan pemimpin Quraisy, juga tidak kepada Abu Mas'ud Amr bin Umair Ats Tsaqafi sebagai pemimpin Tsaqif._

_Kami adalah pembesar-pembesar dua kota."_

Bersambung

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus