Kisah nabi muhammad bagian 52

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 52

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Di Kebun Anggur*

_Melihat penderitaan yang begitu buruk dialami Rasulullah, Utbah dan Syaibah merasa iba._

_Mereka menyuruh seorang budak mereka untuk memberikan buah anggur kepada Rasulullah._

_Rasulullah menjulurkan tangan untuk memgambil anggur seraya mengucap, "Bismillah."_

_Budak itu terkejut keheranan mendengar ucapan itu._

_"Kata-kata itu tidak pernah diucapkan oleh penduduk negeri ini." ujarnya._

_Kemudian, Rasulullah bertanya kepada sang budak siapa namanya dan dari negeri mana dia berasal, serta apa agamanya._

_"Namaku Addas, aku berasal dari Niniveh di Mesopotamia. Aku beragama Nasrani."_

_Rasulullah kemudian berkata lagi, "Dari negeri baik-baik, Yunus bin Matta."_

_Dengan rasa heran yang lebih besar daripada sebelumnya, Addas bertanya, "Darimana Tuan tahu nama Yunus bin Matta ?"_

_"Dia saudaraku," jawab Rasulullah, "dia seorang nabi dan aku juga seorang nabi."_

_Mendengar itu, hati Addas dipenuhi rasa haru yang menyengat._

_Tanpa berkata apa-apa lagi, dia mencium kepala, tangan, dan kaki Rasulullah._

_Utbah dan Syaibah memerhatikan hal itu dengan heran._

_"Lihat, ia merusak budakmu," kata Syaibah._

_Ketika Addas kembali, mereka bertanya dengan marah,_

_"Mengapa pula engkau cium kepala, tangan, dan kaki orang itu ?"_

_"Itulah laki-laki yang paling baik di negeri ini," jawab Addas._

_"Ia mengatakan sesuatu yang hanya diketahui oleh para nabi."_

_Utbah dan Syaibah saling pandang sebelum berkata dengan keras,_

_"Addas, jangan sampai orang itu memalingkan engkau dari agamamu._

_Agamamu itu lebih baik daripada agamanya."_

*Saat Paling Getir*

_Jibril dan Malaikat Penjaga Gunung, menawarkan diri untuk menghancurkan Tha'if._

_Namun, Rasulullah menolak, beliau bahkan mendoakan kebaikan bagi penduduk Tha'if._

*Kembali ke Mekah*

_Setelah Abu Thalib meninggal, Abu Lahab lah yang terpilih sebagai pemimpin kabilah Bani Hasyim._

_Abu Lahab langsung mengumumkan kepada khalayak bahwa Bani Hasyim kini tidak lagi melindungi Rasulullah._

_Hal itu berarti Rasulullah boleh dianiaya, bahkan sampai dibunuh oleh siapa pun tidak akan ada yang menuntut balas kematiannya._

_Dalam perjalanan kembali ke Mekah, keadaan Nabi yang tanpa perlindungan ini merisaukan Zaid._

_Zaid pun bertanya,_

_"Wahai Rasulullah, apa yang akan kita lakukan jika kita kembali ke Mekah tanpa perlindungan ?_

_Aku khawatir jika orang akan berbuat sewenang-wenang kepada Anda."_

_Rasulullah menatap Zaid dengan pandangan menghibur sambil berkata dengan keyakinan penuh,_

_"Allah akan melindungi agama dan Rasul-NYA."_

_Tiba-tiba di luar Mekah, melalui seorang penduduk, Rasulullah menghubungi Al Akhnas bin Syariq untuk menanyakan apakah ia mau memberi perlindungan._

_Namun, Al Akhnas menolak._

_Rasulullah kemudian menghubungi Suhail bin Amr dari Bani Amr bin Lu'ay, tetapi ia juga menolak._

_Akhirnya *Al Muth'im bin Adi* bersedia memberi perlindungan._

_Esok paginya, Al Muth'im menuju Ka'bah dan memgumumkan perlindungannya._

_Abu Lahab datang dan memprotes dengan ejekan,_

_"Kamu memberi perlindungan atau menjadi pengikutnya ?"_

_"Kami memberi perlindungan kepada orang yang seharusnya engkau lindungi", jawab Al Muth'im._

_Suatu hari, Rasulullah pergi ke Ka'bah, Abu Jahal melihatnya dan berseru kepada sekumpulan orang Quraisy dengan nada menghina,_

_"Wahai keturunan Abdu Manaf, inilah Nabi kalian."_

_Menanggapi olokan itu, Utbah bin Rabi'ah berkata,_

_"Peduli apa pula engkau, apakah kita ini mempunyai seorang nabi atau raja ?"_

_Rasulullah mendekati keduanya dan berkata,_

_"Wahai Utbah, demi Allah ucapanmu adalah tanggunganmu sendiri._

_Sementara untukmu, Abu Jahal, nasib jelek akan menimpamu sehingga kelak engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis."_

*Saat Penuh Perjuangan*

_Setelah Abu Thalib meninggal ruang gerak dakwah Rasulullah di Mekah semakin sempit.__Beliau pun mencoba  mengalihkan dakwah Islam ke suku-suku Arab lain yang sering berdatangan ke Mekah pada bulan-bulan haji._

_Setiap hari Rasulullah mengunjungi perkemahan Badui, setiap kali itu pula Abu Lahab mengikuti beliau._

_Setelah beliau beranjak pergi, Abu Lahab mendekat dan berkata,_

_"Orang yang tadi hanya ingin menukar kepercayaan Anda kepada Latta dan Uzza, serta jin-jin sekutu Anda, dengan agama sesat yang dibawanya."_

_Seorang pemuka kabilah Badui pernah bertanya kepada Rasulullah,_

_"Kalau kami jadi pengikutmu dan Tuhan memberimu kemenangan menghadapi lawanmu, apakah kami akan berkuasa setelah Anda ?"_

_Rasulullah menjawab,_

_"Kekuasaan adalah pemberian Allah ketika Ia menghendaki."_

_Dengan muka masam, pemimpin kabilah itu berkata ketus,_

_"Dugaan saya, Anda ini mengharap kami melindungi Anda dari orang Badui dengan dada kami, lalu kalau Anda menang orang lain akan memetik untung !_

_Tidak, terima kasih."_

Bersambung

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus