Kisah nabi Muhammad bagian 82

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 82

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Mekah Terkejut*

_Sementara itu keadaan sebaliknya menimpa Mekah, Al Haisuman bin Abdullah Al Khuza'i tergesa-gesa memasuki Mekah._

_Diberitakannya kehancuran pasukan Quraisy dan bencana yang telah menimpa para pemimpin, pembesar, dan bangsawan mereka._

_Mulanya orang Mekah tidak percaya, tetapi setelah yakin bahwa Al Haisuman tidak mengigau, seluruh kota menjadi penuh dengan jerit tangis._

_Abu Lahab yang tidak ikut berperang sangat terpukul mendengarkan berita mengerikan itu._

_"Tidak mungkin !"_

_"Tidak mungkin !" demikian igaunya._

_Keesokan harinya, ia jatuh sakit dan menderita demam selama tujuh hari sebelum akhirnya meninggal._

_Para pemuka Quraisy pun berkumpul untuk memutuskan yang akan mereka lakukan._

_"Ingat sesedih apa pun hati kita jangan menunjukkan duka cita secara berlebihan," demikian kata salah seorang di antara mereka._

_"Jika Muhammad dan teman-temannya mendengar ini, mereka akan mengejek kita habis-habisan,"_

"Jangan cepat-cepat datang membawa tebusan untuk membebaskan para tawanan," usul yang lain._

_"Nanti Muhammad akan meminta harga yang terlampau tinggi !_

_Kita tunggu kesempatan baik untuk menebus mereka."_

_Setelah beberapa lama barulah orang-orang Quraisy berdatangan untuk menebus para tawanan._

_Salah seorang di antaranya adalah Mikraz bin Hafz._

_Dia datang untuk menebus Suhail bin Amir._

_Suhail dikenal suka menjelek-jelekkan Rasulullah ﷺ._

_Begitu mengetahui Suhail akan dibebaskan Umar Bin Khattab menjadi sangat geram._

_Ia mendatangi Rasulullah ﷺ sambil berkata,_

_"Rasulullah ijinkan saya mencabut 2 gigi seri Suhail bin Amir supaya lidahnya tidak terjulur keluar dan tidak lagi berpidato mencercamu di mana-mana."_

_Namun Rasulullah ﷺ menjawab permintaan Umar itu dengan kata-kata yang sangat agung,_

_"Aku tidak akan memperlakukannya secara kejam, supaya Allah tidak memperlakukan aku demikian, Sekali pun aku seorang nabi._

*Hindun*

_Seberapa pun kuatnya orang-orang Quraisy menutupi kesedihannya, luka yang dalam itu tidak terbendung juga._

_Para wanita Quraisy selama sebulan penuh menangisi mayat-mayat para pejuang mereka._

_Mereka menggunting rambutnya sendiri, lalu membawa kuda dan unta orang yang sudah mati._

_Setelah itu mereka menangis sambil mengelilinginya._

_Hampir semua wanita yang kehilangan kerabatnya berlaku demikian, kecuali Hindun binti utbah, Istri Abu Sufyan._

_Ketiga orang yang mati dalam duel sebelum pertempuran adalah orang-orang terdekat yang sangat disayangi Hindun._

_Utbah bin Rabiah adalah ayahnya, Syaibah bin Rabiah adalah pamannya, dan Walid Bin Utbah adalah kakaknya._

_Belum lagi beberapa keluarganya yang lain yang juga mati dalam pertempuran._

_Bisa dikatakan di antara wanita Quraisy Hindunlah yang paling banyak kehilangan sehingga pantaslah jika ia menunjukkan duka cita lebih banyak dibanding yang lain._

_Melihat Hindun tidak menangis, para wanita Quraisy keheranan._

_Beberapa dari mereka mendatangi Hindun sambil bertanya,_

_"Kau tidak menangisi ayahmu, saudaramu, pamanmu, dan keluargamu yang lain ?"_

_Hindun berpaling dan menatap kawan-kawannya dengan tajam._

_Para wanita itu terkejut mengetahui bahwa bukan air mata yang mereka lihat di mata Hindun, melainkan api dendam yang berkobar-kobar._

_Hindun menjawab dengan kata-kata keras,_

_"Aku menangisi mereka supaya nanti didengar oleh Muhammad dan teman-temannya sehingga mereka bisa menyoraki kita, begitu ?_

_Dan supaya wanita-wanita Khazraj juga bisa menyoraki kita ?_

_Tidak !_

_Aku harus menuntut balas kepada Muhammad dan teman-temannya !_

_Haram bagi kita memakai minyak wangi sebelum kita dapat memerangi Muhammad."_

_"Sungguh kalau aku dapat mengetahui bahwa kesedihan dapat hilang dari hatiku, tentu aku menangis._

_Tetapi kesedihan ini baru akan hilang, kalau mayat orang yang telah membunuh orang-orang yang kucinta itu sudah kulihat dengan mata kepalaku sendiri !"_

_Setelah itu, Hindun benar-benar menjalankan sumpahnya._

_Ia tidak memakai minyak wangi atau mendekati suaminya._

_Ia terus dan terus membakar semangat dendam orang-orang Quraisy sampai kemudian tiba saat Perang Uhud._

_Abu Sufyan sendiri bersumpah tidak akan mencuci kepala dengan air sebelum ia memerangi kembali Rasulullah._

*Kisah Menantu Rasulullah*

_Salah seorang tawanan perang Badar adalah Abul Ash bin Rabi Ia adalah menantu Rasulullah._

_Karena ia menikahi Putri beliau Zainab, untuk menebus suaminya, Zainab mengirimkan Seuntai kalung peninggalan ibunya kepada Rosulullah._

_Ketika melihat kalung milik Khadijah itu, Rasulullah ﷺ amat terharu, air mata pun menetes di pipi beliau._

_Melihat duka Rasulullah ﷺ, para sahabat setuju untuk membebaskan Abul Ash bin Rabi tanpa harus membayar tebusan._

_Rasulullah ﷺ mengembalikan kalung Khadijah kepada Abul Ash dan meminta agar Abul Ash menceraikan Zainab._

_Menurut hukum Islam, seorang wanita Mukmin memang tidak boleh menikahi laki-laki kafir._

_Abul Ash menyetujui permintaan itu._

Bersambug

_*Wallahua'lam*_

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus