Shodaqoh yang sesungguhnya menurut hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam

حديث أبي هريرة رضي الله عنه، قال: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يا رسول الله.! أي الصدقة أعظم أجرا؟ قال: (أن تصدق وأنت صحيح شحيح تخشى الفقر و تأمل الغنى، ولا تمهل حتى اذا بلغت الحلقوم، قلت لفلان كذا، ولفلان كذا، وقد كان لفلان)

Sahabat Abu Huroiroh ra.berkata: Seorang datang bertanya kpd Nabi saw: Ya Rosululloh shodaqoh manakah yg terbesar pahalanya.? Jawab Nabi saw: Engkau bershodaqoh dalam keadaan sehat, Bakhil takut miskin dan mengharap kaya, dan jangan menunda sehingga apa bila Ruh  (nyawa) telah sampai di tenggorokan  (akan mati) lalu berkata: untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, padahal kekayaan di waktu itu sdh pindah ke tangan Ahli waris. (HR.Bukhori,Muslim.)
*_Bersegeralah sebelum terlambat_*
*SEDEKAH YG SESUNGGUHNYA*
Tatkala Alloh SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Alloh pun menciptakan  gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Robbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Alloh menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Robbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”

Alloh yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Robbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”

Alloh yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

“Ya Robbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikat.
Alloh yang Maha  Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Alloh adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Alloh yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, _*“Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”*_

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah _*orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya,*_ sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ihlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Alloh berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ihlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, Orang yang ihlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. *(Riyaa')*

Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita hati yang selalu ihlas,karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ihlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Alloh. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya _*ingin disebut sebagai dermawan,*_ ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu sholat, tapi selama adzan bukan Alloh yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Alloh, *sia sia*

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Alloh sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Alloh Maha Tahu segala lintasan hati, Maha Tahu segalanya! Makin bening, makin bersih, makin baik...  semuanya semata-mata karena Alloh, jika semua amal didasari dg hati yg ihlas insyaa Alloh Amal ibadah kita tdk sia2 *Camkan baik2 🌼🌸🌺 *Semuga bermanfa'at Aamiin3x Allohumma Aamiin*

~÷ محي الدين زينوالدين÷~

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus