Hakekat doa dan pendengaran batin versi islami

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh jumpa lagi dengan   saya AGUS Supriadi pada kesempatan kali ini saya      ingin mengulas tentang HAKIKAT DO'A & PENDENGARAN BATHIN

Kenapa bisa komunikasi bathin...?!
Kenapa hal ini bisa terjadi...?!
Bagaimana mekanisme kerjanya...?!
Hmmm... Ini menarik untuk di bahas, namun sebelum itu jangan lupa di minum dulu ☕+🍞 Nya 😁

BACA SEKSAMA BIAR TIDAK GAGAL FAHAM👇

Untuk mempermudah dan menyederhanakan dalam pemahaman kaum umum, maka keilmuan yang seperti ini bisa kita artikan / ambil contoh dengan ilmu elektro jaman sekarang, dulu dianggap tahayul, gak mungkin bisa orang di (Pulau A & Pulau B) kok bisa saling komunikasi dan melihat keadaannya, itu mustahil, itu tahayul, itu pasti iblis, sehingga orang dulu itu  kesulitan bagaimana cara menjelaskan gelombang energi serta memberi contoh yang mudah untuk dimengerti.

Namun di era modern saat ini bukan lagi hal yang mustahil, dengan adanya Video Call, Tv, YouTube, Internet dll, menjadikan semua itu bisa diketahui dan mekanismenya mirip seperti gelombang elektro jaman sekarang.

Sebagaimana yang kita ketahui, bhwa "SUGESTI/NIAT=REMOT", niat anda yang tertuju pada suatu hal, maka akan berpengaruh pada hal tersebut (PADA APA YANG DI NIATKAN).

- Niat sholat kita hanya sebatas takut neraka dan inginkan surga, maka tingkatan kitapun hanya sebatas mendapatkan surga.
- Niat sholat kita benar-benar lillahi ta'ala, maka kitapun bisa terus naik hingga menemui Allah Azza Wajalla.
- Niat sholat kita karena takut pada mertua😄, ya aura sholat kita tidak akan bisa naik, akan terhenti di dunia / di mertua (ndak ada hasil apa-apa bahkan dapat dosa / energi buruk) sebab gelombang niatnya rusak / campur / syirik (kecampuran).
- Sholat 5 waktu harus benar-benar ditata niatnya agar bisa Lillahi Ta'ala, bukan sebab takut siksa, sebab ingin surga, sebab diwajibkan, sebab sungkan mertua 😄.
Adapun sholat-sholat sunnah yang lain seperti sholat hajat, dhuha, tahajjut dll, silahkan kita minta apapun sesuai hajatnya (hajat dunia maupun akhirat) BEBAS.

- Niat dzikir anda ingin mendapatkan Rizki (Misalnya: Ya Razaq), andapun akan dapatkan Rizki.
Energi / Gelombang / Aura / Bion-bion Dzikir anda, akan bergerak sesuai apa yg anda niatkan (Ingat:Niat=Remot), Gelombang Dzikir anda akan terus naik dan bisa sampai pada pemancar pusatnya Allah yang memiliki (99 Asma'ul Husna = 99 Pemancar) yang di pancarkan diberbagai alam ini.

Ketika anda dzikir (Ya Razaq, Ya Razaq, Ya Razaq) untuk niat tujuan rejeki, ini berarti anda mengaktifkan akses channel kerizkian pada diri anda. Dzikir anda akan terus naik hingga terhubung dan sambung pada pemancar pusatnya Allah (Yakni: Pemancar kerizkian / Ar-Razaq).

Sebab NIAT kita untuk hajat atau tujuan dunia, maka energi ini akan ketarik kembali memancar kedunia (memancarkan energi pada si pengamal), sehingga si pengamal yang mendapatkan pancaran dari pusatnya Asma'ul Husna Ar-Razaq akan dapatkan berbagai keberuntungan dan kerizkian.

Anda berdzikir = (mengaktifkan akses channel) Ya Razaq, maka akan terhubung dengan pemancar pusat Ar-Razaq, Anda mengaktifkan channel Ya-Malik, maka akan terhubung dengan pemancar pusatnya Ya-Malik (untuk pangkat & kekuasaan), tergantung niat / akses apa yang anda inginkan?, dan Allah memiliki 99 pemancar Asma'ul Husna yang selalu aktif (tidak pernah padam) dan selalu ready untuk kita akses.

Hal ini persis ketika niat anda pegang remot untuk nyalakan channel (tv x), maka tv anda akan terhubung dengan pemancar pusat stasiun tv, sehingga dari pemancar pusat stasiun tv akan mengirim balik / memancarkan kembali channel tv-x yang anda akses, sehingga bisa anda tonton serta anda nikmati.

Jika energinya / amalannya anda tujukan (niatkan) pada seseorang, maka energi / gelombang inipun akan tertuju pada orang yang anda tuju (tergantung niat anda).
Dari 99 Asma Allah ini di antaranya ada Asma' Ya Wadud (untuk urusan kasih sayang), ada Asma' Ya Mumit / dzat yang maha mematikan (untuk urusan menghantam orang-orang yang diluar batas kedzoliman) dan Allah menugaskan beberapa petugas-petugas (malaikat) untuk menjaga pemancar Asma'-asma' tersebut, itulah yang,  dinamakan (khadam/pelayan/petugas).

Semua tata cara dalam pengaktifan channel tersebut, itu komponennya sudah di tata dan di selidiki oleh para pujangga-pujangga / ulama'-ulama' ma'rifat terdahulu (yang memahami di bidang hakikat demikian / hakekat do'a), kenapa harus di baca sekian kali? Kenapa di tulis lalu di lebur air dan diminum? Kenapa di kombinasikan dengan asma' ini/itu?
Semua komponen tersebut sudah di racik + di tata rapi dan di sediakan untuk kita, kita sih enak tinggal menerapkan dan mengamalkannya saja, sedangkan mereka-mereka yg menyeleksi tentang hakikat do'a, pusing rasanya😄.

Lalu apa kaitannya dengan pendengaran bathin sehingga anda bisa mendengar suara hati orang yang membicarakan anda?

Seseorang maupun orang banyak yang membicarakan anda, baik secara lisan maupun dalam hati, adanya mereka membicarakan anda, jelas sudah ada sugesti / niat / perasaan yang tertuju pada anda, sehingga gelombang suara hati dari orang tersebut yang di iringi dengan niat / perasaan yang tertuju pada anda, maka dengan mudah andapun bisa menangkap sinyal pendengaran tersebut (itu karena pendengaran bathin anda sudah terbuka).

Pendengaran bathin anda yang sudah terbuka ibarat suatu radar detektor dari suara-suara yang tertuju / yang dikirimkan dan diniatkan pada anda, adanya orang lain yang bergumam dalam hati tentang anda, otomatis orang yang bergumam tersebut perasaan dan niatnya sudah tertuju (terhubung) pada anda kan?, dan andapun mampu menangkap gelombang + suara hati orang yang ngatain anda. Dan dengan kuasa pemberian Allah, ternyata gelombang manusia ini jauh lebih canggih daripada teknologi apapun, ini tanpa mengenal jarak, ruang, dan waktu.

Apa iya, si-A yang berada di pucuk bumi timur bisa kontak bathin dengan si-B yang berada di pucuk bumi barat?
*Jika bisa kita ukur, ada berapakah total keseluruhan panjangnya bulatan bumi (akuilah bahwa bumi merupakan planet yang sangat kecil yang kita singgahi), lalu di banding berapakah jarak manusia di bumi dengan alam-alam tuhan? Maka total keseluruhan panjang / jaraknya bumi tidak ada apa-apanya, toh berbagai niat do'a manusia di bumi ini gelombang energinya bisa naik dan menembus ke berbagai lapisan alam, alam arsy dll, hingga sampai pada Allah. itu jaraknya berapa juta milyar dari bumi?

Maka tidak mustahil jika si-A & si-B yang masih berada dibumi berapapun jauhnya mereka bisa komunikasi bathin dengan hanya mencocokkan niat / sugesti / gelombang energi perasaan (dan harus saling memiliki pendengaran bathin yang terbuka), Jika ini kita perdalam lagi dan kita bongkar semuanya, mampukah manusia yang masih hidup berkomunikasi dengan orang yang sudah mati? Hehe...!!

Ingat, Niat Anda = Remot Pengendalinya .
  : jika hanya salah satu pihak saja yang memiliki kemampuan pendengaran bathin sedangkan yang satunya pendengaran bathinnya tidak aktif, ya percuma (tidak akan bisa saling komunikasi bathin) jangankan jarak jauh, berdampinganpun dia tidak akan mendengar, ibarat kita berniat menelfon orang tapi orang tersebut tidak memiliki ponsel / ponselnya tidak di aktifkan... . .. ..  sekian dulu yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
http://aguspijad.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Cara prosedur pengurusan stpt surat terdaftar pengobatan tradisional

Pitungan jawa bab jejodohan edisi kejawen

Ciri ciri laki laki mencintai dengan tulus