Kisah nabi Muhammad bagian 90
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 90
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
*Ekspedisi Zaid Ibnul Harits*
_Ekspedisi ini merupakan operasi militer yang terakhir dan paling berhasil yang dilakukan oleh kaum muslimin sebelum Perang Uhud._
_Peristiwa ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir Tahun ketiga Hijrah._
_Urutan peristiwa tersebut adalah kaum Quraisy selalu dirundung kesedihan setelah terjadinya peristiwa Badar._
_Ketika tiba musim panas dan musim dagang Islam telah dekat, mereka dirundung kesedihan yang lain yakni perniagaannya merasa terancam._
_Safwan Bin Umayyah berkata kepada orang-orang Quraisy,_
_"Muhammad dan para sahabatnya telah merintangi perniagaan kita._
_Kita tidak tahu apa yang harus kita perbuat terhadap mereka, karena mereka tidak membiarkan daerah pantai._
_Penduduk daerah pantai berdamai dengan mereka, dan sebagian besar dari mereka telah memeluk Islam._
_Kita tidak tahu cara menanggulangi, apa yang dapat ditempuh kalau kita tetap tinggal dirumah._
_Modal kita akan habis dimakan, sementara penghidupan kita di Mekkah tergantung pada perniagaan kita ke Syam di musim panas dan ke Habasyah di musim dingin."_
_Terjadilah dialog sekitar topik tersebut. Al Aswad bin Abdul Muthalib berkata kepada Sofwan,_
_"Tinggalkan jalan lewat daerah pantai, dan ambillah jalan lewat Irak."_
_Jalan lewat Irak merupakan jalan yang panjang melewati Najad sampai ke Syam, dan melewati sebelah timur Madinah._
_Orang-orang Quraisy sangat tidak mengetahui jalur tersebut, maka Al Aswad bin Abdul-Muththalib menyarankan agar menjadikan Farat bin Hayyan dan Bani Bakar bin Wa'il sebagai pemandunya, dan dia sendiri adalah pemimpin dalam perjalanan tersebut._
_Berangkatlah kafilah Quraisy dipimpin oleh Safwan bin Umayyah lewat jalan baru._
_Namun berita tentang keberangkatan kafilah ini telah sampai ke Madinah._
_Sebab Khalid bin an-Nu'man telah masuk Islam._
_Dia bertemu dengan Nu'aim Bin Masud Al Asyja'i (ketika itu belum memeluk Islam) di sebuah tempat minum khamr (ketika itu khamr belum diharamkan)_
_Dalam kesempatan tersebut Shalith bin Nu'man mendengar informasi dari Nu'aim bin Mas' tentang perjalanan kafilah Quraisy._
_Maka Salith bin Numan segera menghadap Nabi ﷺ menyampaikan informasi yang didengarnya._
_Rasulullah ﷺ segera menyiapkan pasukan yang terdiri atas 100 personil lengkap dengan kendaraannya di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah al Kilabi._
_Zaid pun segera berangkat, dan di daerah Najad yakni di Qordah, Zaid berhasil menyergap kafilah yang sedang lengah._
_Zaid berhasil menguasai mereka, sedangkan Shafwan dan para pengawalnya melarikan diri tanpa perlawanan._
_Kaum muslimin menawan pemandu kafilah, yaitu Farrat bin Hayyan._
_Dikatakan pula bahwa kaum muslimin juga menangkap 2 orang yang lain._
_Mereka mengangkut bahan ghanimah besar berupa perak dan barang-barang berharga lainnya, yang diangkut oleh kafilah semua._
_Rasulullah ﷺ membagi-bagikan barang-barang ghanimah tersebut kepada para personil ekspedisi itu, setelah beliau ambil seperlimanya, Farrat bin Hayyan akhirnya masuk Islam di hadapan Rasulullah ﷺ._
_Peristiwa itu merupakan tragedi dan bencana besar bagi orang-orang Quraisy, sehingga mereka semakin resah dan bertambah sedih._
_Di hadapan mereka tidak ada jalan kecuali dua pilihan :_
_~ Menghentikan kesombongan dan mengambil langkah perdamaian dengan kaum muslimin_
_~ Menempuh langkah peperangan untuk mengembalikan kewibawaan mereka dan melumpuhkan kekuatan kaum muslimin._
_Namun mereka memilih langkah yang kedua sehingga tekat mereka semakin kuat untuk melakukan tindakan pembalasan._
_Mereka giat mengadakan persiapan guna menghadapi kaum muslimin dengan kekuatan maksimal, semua itu, merupakan penyebab terjadinya Perang Uhud._
Bersambung
_*Wallahua'lam*_