Kisah nabi Muhammad bagian 94
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”
KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 94
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
*Baju Perang Rasulullah*
_Selepas sholat Asar, Rasulullah ﷺ masuk ke rumah untuk mempersiapkan diri._
_Abu Bakar dan Umar membantu Rasulullah ﷺ mengenakan sorban, pedang, dan baju besi._
_Ketika Rasulullah ﷺ di rumah para sahabat di luar sedang ramai kaum muslimin bertukar pikiran._
_Usaid bin Hudair dan Saad bin Muadz adalah orang yang berpendapat bahwa lebih baik bertahan di dalam kota._
_Mereka pun berkata kepada kaum muslimin yang berniat menyongsong musuh ke luar._
_"Tuan-tuan mengetahui, Rasulullah ﷺ berpendapat mau bertahan dalam kota namun tuan-tuan berpendapat lain lagi dan memaksa beliau bertempur ke luar._
_Padahal lihatlah Rasulullah ﷺ agak enggan melaksanakan strategi itu._
_Serahkan sajalah soal ini ke tangan Beliau._
_Apa yang diperintahkan-nya kepadamu, jalankanlah !"_
_Mendengar kata-kata itu, sikap para pemuda yang ingin menyongsong musuh pun melunak._
_Mereka sadar bahwa mereka telah menentang pendapat Rasulullah ﷺ, padahal sangat mungkin pendapat Rasulullah ﷺ itu datang dari Allah._
_Maka ketika Rasulullah ﷺ telah keluar rumah sambil mengenakan baju besi, mereka berkata,_
_"Rasulullah bukan maksud kami hendak menentang tuan._
_Lakukanlah apa yang tuan kehendaki._
_Juga kami tidak bermaksud memaksa tuan._
_Kami tahu bahwa kehendak tuan mungkin berasal dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى._
"_Ke dalam pembicaraan semacam inilah saya ajak tuan-tuan, tetapi tuan-tuan menolak," demikian jawab Rasulullah ﷺ._
_"Tidak layak bagi seorang nabi yang apabila sudah mengenakan pakaian besinya lalu akan menanggalkannya kembali sebelum Allah memberikan putusan antara dirinya dan musuhnya._
_Perhatikanlah apa yang saya perintahkan kepada kamu sekalian, kemudian ikuti._
_Atas ketabahan hatimu, kemenangan akan berada di tanganmu."_
_Demikianlah, Rasulullah ﷺ selalu memegang keputusan hasil musyawarah, keputusan seperti itu tidak dapat dibatalkan oleh keinginan-keinginan tertentu._
_Keputusan hasil musyawarah harus dilaksanakan dengan cara sebaik-baiknya._
_Lalu berangkatlah kaum muslimin dipimpin oleh Rasulullah ﷺ ke arah Uhud._
_Di suatu tempat bernama Syaikhan dia berhenti._
_Dilihatnya dari kejauhan di atas pasukan tentara yang belum dikenal, siapakah mereka itu ?_
_lawan atau kawan?_
*Kaum Muslimin Berangkat*
_Seseorang kemudian memberitahu Rasulullah ﷺ,_
_"Itu adalah orang-orang Yahudi sekutu Abdullah bin Ubay."_
_Rasulullah ﷺ bersabda,_
_"Jangan meminta pertolongan orang-orang kafir dalam melawan orang-orang musyrik sebelum mereka masuk Islam."_
_Rasulullah ﷺ memerintahkan pasukan Yahudi itu pulang ke Madinah._
_Sebelum pulang, orang-orang Yahudi itu berkata kepada Abdullah bin Ubay,_
_"Kau sudah menasehati Muhammad dan Kau Berikan pendapatmu berdasarkan pengalaman orang-orang tua dahulu._
_Sebenarnya, dia sependapat denganmu lalu ia menolak dan menuruti kehendak pemuda-pemuda yang menjadi pengikutnya."_
_Abdullah bin Ubay senang sekali mendengar pendapat itu._
_"Memang betul," demikian pikir Abdullah bin Ubay, aku sudah menasehati Muhammad dan dia tidak menurut, jadi sudah sepantasnya jika aku tidak ikut dalam perang ini._
_Kemudian Abdullah bin Ubay mulai menghasut dan menyebarkan desas-desus untuk membuat hati sebagian orang menjadi ragu._
_Keesokan harinya Abdullah bin Ubay berhasil mempengaruhi 300 pengikutnya agar menarik diri dari pasukan Rasulullah ﷺ dan kembali ke Madinah menyusul pasukan Yahudi_
_Kini tinggal Rasulullah ﷺ beserta 700 orang sahabat yang melanjutkan perjalanan ke gunung Uhud untuk menyongsong musuh._
_"Bersabarlah, Bersabarlah," demikian nasihat Rasulullah ﷺ kepada para sahabat yang tetap bersamanya._
_Saat itu pasukan muslimin sebenarnya sangat membutuhkan kuda, tapi Abdullah bin Ubay telah menggiring sebagian besar kuda dan dibawa pulang._
_Kini mereka semakin dekat ke uhud._
_Pagi-pagi sekali, sebelum musuh terbangun, pasukan muslimin bergerak maju ke Uhud dan memotong jalan sedemikian rupa, sehingga musuh berada di belakang mereka._
_Dengan strategi itu pasukan muslimin lebih dulu tiba di Gunung uhud sehingga bisa lebih leluasa menempatkan pasukan_
_"Bersabarlah, Bersabarlah," demikian nasehat Rasulullah ﷺ kepada para sahabat yang tetap bersamanya._
_Dalam Perang Badar pihak muslim hanya memiliki 3 ekor kuda ini berarti satu kuda untuk setiap 100 orang namun berkat usaha keras Nabi dalam waktu 7 tahun pasukan muslim memiliki 10.000 ekor kuda untuk 30.000 tentara berarti satu kuda untuk setiap 3 orang._
*Penempatan Pasukan Panah*
_Rasulullah ﷺ segera mengatur barisan para sahabat._
_Beliau menempatkan 50 pemanah di lereng gunung, kepada mereka Rasulullah ﷺ memberi perintah,_
_"Lindungi kami dari belakang._
_Bertahanlah kamu, jangan pernah meninggalkan tempat ini._
_Kalau kalian melihat kami dapat menghancurkan mereka sehingga dapat memasuki pertahanannya, kamu jangan meninggalkan tempatmu._
_Jika kamu melihat kami yang diserang, jangan pula kami dibantu, juga jangan kami dipertahankan._
_Tugas kamu adalah menghujani pasukan berkuda mereka dengan panah._
_Dengan serangan panah itu pasukan berkuda tidak dapat maju."_
_Selain pasukan pemanah, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar pasukan yang lain tidak menyerang siapa pun, sebelum Beliau memberi perintah menyerang._
_Pasukan Quraisy yang tiba belakangan, juga segera menyusun barisan._
_Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid, sedangkan sayap kiri dikomando Ikrimah bin Abu Jahal._
_Pasukan utama di tengah dipimpin oleh Abu Sufyan dan benderanya dipegang oleh Abdul Uzza Talhah bin Abi Talhah._
_Wanita-wanita Quraisy yang memukul genderang dan rebana berjalan di tengah-tengah barisan itu._
_Kadang mereka di depan dan kadang di belakang._
_Hindun binti Utbah Istri Abu Sufyan berteriak-teriak,_
_"Ayo Banu Abdul Dar, Ayo ! ayo !_ _Pengawal barisan belakang ! hantamlah dengan segala yang tajam !"_
Bersambung
_*Wallahua'lam*_