Kuliah subuh tahun 2019 Maret tanggal 6
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
MENGISI KEHIDUPAN DENGAN KEBAIKAN
•• •• •• •• •• •• •• •• ••
Berapa harga selembar kertas ?
Tergantung apa isi kertasnya.
Jika kertas itu cek yg berisi nominal dgn jumlah yg banyak,
tentu kertas itu akan menjadi sangat berharga.
Berapa harga sebuah kanvas ?
Tergantung siapa Pelukisnya...
Berapa harga sebuah buku ?
Tergantung siapa Penulisnya...
Berapa harga sebuah film ?
Tergantung siapa pemain & sutradaranya.
Lalu, berapa harga sebuah KEHIDUPAN ?
Tergantung bagaimana kita sebagai orang yg memiliki kehidupan itu MENGISINYA serta MENJALANINYA SETIAP HARI.
T a p i kadang nilai kita di mata orang lain itu rendah, BERMASALAHKAH?
Jawabannya: BIARKANLAH...
TUHAN lah yg akan menilai hati & perbuatan kita, bukan manusia,
k a r e n a jika manusia yg menilai blum tentu benar.
Yg di nilai oleh manusia adalah perbuatan yg di lihat oleh matanya,
t a p i jika TUHAN yg menilai kita,
DIA tak akan pernah salah,
s b a b TUHAN melihat jauh ke dalam hati kita.
Isilah kehidupan kita dgn perbuatan baik sesuai dgn kehendak TUHAN.
Bila kita menabur benih² yg baik,
niscaya hasil tuaiannya pun pasti akan baik,
& hasil karya kita akan bernilai sangat tinggi.
Goodness is about character - integrity, honesty, kindness, generosity, moral courage, and the like. More than anything else, it is about how we treat other people.
KEBAIKAN ADALAH TENTANG KARAKTER - INTEGRITAS, KEJUJURAN, KEMURAHAN HATI, KEBERANIAN MORAL, & YG MIRIP DGN ITU.
LEBIH DARI SEGALANYA,
KEBAIKAN ADALAH TENTANG BAGAIMANA KITA MEMPERLAKUKAN SESAMA KITA.
Selamat pagi,,, selamat beraktivitas.
sahabat Fillah
Ada Empat Hal Yang Ditanyakan Allah Saat Di Hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya tentang empat (perkara): tentang umurnya, untuk apa dihabiskan?. Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan? Hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan? Ilmunya, bagaimana dia amalkan ilmunya?” (HR. Tirmidzi:2416)
1. Umur
Umur sama saja seperti waktu yang Allah berikan kepada kita di dunia. Dalam Alquran Allah bersumpah dengan waktu: “Demi masa.”
Kelak kita akan ditanya apa saja yang kita lakukan selama di dunia sepanjang umur yang Allah berikan.
2. Ilmu
Orang muslim diperintahkan Allah dan rasul-Nya untuk menuntut ilmu.
Allah berfirman: “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” ( Az-Zumar : 9). Walau berbentuk pertanyaan, namun ayat tersebut mengandung perintah tersirat untuk menuntut ilmu. Bahkan menuntut ilmu hukumnya adalah wajib (ilmu agama dan ilmu yang bermanfaat).
Kemudian ilmu yang sudah dipelajari wajib diamalkan menurut syariat Islam. Karena sebanyak apapun ilmu takkan berarti apapun, kecuali jika manusia itu mengamalkannya. Rasulullah bersabda: “Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap orang dimudahkan menurut apa yang Allah ciptakan atasnya.” (HR Muslim)
3. Harta
Rasulullah bersabda: “Bagi tiap umat itu fitnah, dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta.” (HR Tirmizi dan Hakim).
Harta yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah. Kelak kita akan ditanya dari mana harta diperoleh dan untuk apa harta tersebut dihabiskan?
4. Badan
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna yang dibekali dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal pikiran. Oleh karena itu, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi. Kesempurnaan yang Allah berikan kepada manusia, kelak akan ditanyakan untuk apa badannya digunakan selama hidup di dunia.
Semoga kita termasuk golongan manusia yang bisa memanfaatkan kesempatan hidup di dunia ini dengan menanam kebaikan serta beramal shaleh demi kehidupan yang abadi di akhirat nanti. Aamiin
Wallahu'alam.
Semoga Kita Semua Selamat Dunia Dan Akhirat. Aamiin
Add Facebook: Agus pijat jatiguwi
Saudaraku pada dasarnya "APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA!"
Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah.
Saya berkata ini karena sudah hampir 5 tahun berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan dari berbagai kalangan dari dunia pendidikan...
Sehingga saya bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.
Adalah sebuah _kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita "berakhlaq baik"_ sedangkan di rumah orang tuanya :
● sering bertengkar
● sering marah-marah
● sering berkata kasar
● cuek pada anak2nya.
Juga menjadi "Mission (almost) Impossible" jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama
Jika orangtuanya :
● Cuek terhadap agama.
● Ayahnya malas sholat berjamaah di Masjid.
● Bunda juga seringkali sholat tidak di awal waktu.
● Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian Ilmiah keislaman.
● Ayah Bunda jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an,dsb dsb.
Perlu bp/ibu sahabat semua ketahui,
"Panutan anak-anak adalah orangtuanya, bukan gurunya"
Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya.
Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan _Ayah adalah "first love" mereka_.
Bunda... Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok _bundanya sebagai "malaikat pelindung"_.
Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri...
kenapa anak-anak saya bisa seperti ini?
Apakah saya telah berbuat dosa?
Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?
Itulah sejatinya orangtua yang baik.
Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun _"Faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya"_
Jadi, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, namun lebih dari itu semua...
"Mari kita sebagai orangtua belajar menjadi guru kehidupan buat anak-anak kita."
Guru yang akan terus dikenang baik dan buruknya oleh anak-anak kita. Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.😭
❤❤❤
Maha benar firman Allah Ta'ala dlm QS At-tahrim (66) : 6.
"Wahai org2 yg beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ...."
Jadi kunci utama pendidik anak itu ORANG TUA. baik buruknya bersumber dari keluarga.
Semoga para orang tua menyadarinya. 🙏🏻
....🙏
💜Semoga bermanfaat💜
✍
Badan capek? butuh perilekan otot? Order pijat bisa menghubungi saya agus telepon/WA: 082230962348.
Alamat: dusun Kerajan RT14,rw04. Desa jatiguwi/gang bolo, kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang Jawa timur.
lokasi silakan searching di Google maps dengan keyword:: agus pijat jatiguwi
Atau klik link brikut ini order pijat fia WA! 👇👇👇
https://bit.ly/2JMBGS2
ANTARA NAFSU, MALAIKAT MULHIM, dan JIN QORIN
Tiga unsur yang berperan dan saling berebut kekuasaan di dalam hati manusia adalah NAFSU, MALAIKAT MULHIM, dan syetan dalam bentuk jin yang bermama QORIN. Setiap kelahiran manusia, Allah Swt menyertakan tiga unsur tersebut di dalam hatinya. Baik buruknya seseorang sangat dipengaruhi kondisi hatinya, apakah didominasi oleh NAFSU, MALAIKAT MULHIM, atau JIN QORIN.
Sedikit gambaran..:
Jika kita senang dengan ilmu akhirat, senang bergaul dg para alim ulama, mendatangi majelis2 ilmu dan berguru dengannya. Itu adalah tanda bahwa keberadaan Malaikat Mulhim dominan di dalam hati. Malaikat Mulhim adalah Malaikat yang bertugas menyampaikan bisikan Allah berupa petunjuk jalan kebenaran kepada hambaNya sebagai bentuk kasih sayangNya. Bisikan Malaikat Mulhim yang kuat akan mengalahkan bisikan syetan Qorin dan napsu Lauamah, Amarah dan Sufiah.., dan memperkuat napsu Mutmainah sehingga tingkah laku manusia senantiasa menuju fitrahnya, yaitu beribadah kepada Allah.
Jika kita malas / enggan belajar ilmu akhirat, enggan bergaul dg para alim ulama apalagi mendatangi majelis2 ilmunya.., itu indikasi bahwa hati kita telah dikuasai nafsu duniawi. Sebab, semua perintah agama pasti bertentangan dengan keinginan nafsu.
Jika kita benci terhadap ilmu akhirat, benci kepada Ulama dan orang2 sholeh, benci kepada majelis2 ilmu.., itu adalah indikasi bahwa hati kita telah dikuasi syetan yg berupa Jin Qorin. Karena sifat dasar syetan adalah benci terhadap ajaran Nabi dan juga para pewarisnya. Kekuatan bisikan jin Qorin yang bersinergi dg nafsu dunia menyebabkan bisikan2 Allah melalui malaikat Mulhim tidak didengar oleh hati.
Tips dari para ahli tasawwuf..,
Untuk mengalahkan nafsu adalah dengan memperbanyak tirakat, berpuasa, mengurangi tidur, dan pengendalian nafsu tiada henti..
Untuk mengalahkan dan melemahkan pengaruh syetan adalah dengan tidak meninggalkan perintah wajib, memperbanyak bacaan taawwudz, istighfar, dan memperbanyak ibadah2 sunah mempertinggi taat kepada Allah.. Memakan makanan yang mengandung do'a dan berkah., ini sangat manjur buat menguruskan dan melemahkan syetan.
Sedangkan untuk menguatkan dominasi malaikat Mulhim adalah dengan mengisi setiap pos2nya hati dengan asma2 Allah, setiap detik, setiap saat, memperhatikan ibadah2 wajib, memperbanyak ibadah sunah....
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.